Antara Cinta Dan Rasa

Antara Cinta Dan Rasa
Bab 86 Siapa wanita itu


__ADS_3

Nasya bingung sendiri ia sudah menemui Alvin namun lelaki itu tetap saja menolak dirinya bahkan hanya untuk sekedar berpura-pura menjadi ayah dari anak yg sedang ia kandung Alvin tetap menolak dirinya.


Entah apa yg harus ia lakukan ia seakan terjebak dalam pernikahan yg tak pernah ia harapan.


Rayhan memang lelaki baik ia bahkan rela mengikuti keinginan nya untuk kembali ke kota kelahiran nya dan meninggalkan pekerjaan nya tapi tetap saja cinta tidak berpihak kepada dirinya ia seolah sudah kembali menutup pintu hatinya untuk lelaki itu.


''Assalamu'alaikum,'' salam Rayhan yg baru saja pulang setelah dirinya mengunjungi sepupunya.


''Waalaikum salam.'' Jawab Nasya dengan ketus.


Rayhan hanya bisa menghela napas beratnya ia namun ia harus lebih bisa sabar dalam menghadapi sambil istri.


''Aku kira kamu masih di butik.'' Ucap Rayhan dan menyodorkan tangan nya pada Nasya untuk ia salam.


Namun sepertinya Nasya tidak ada niatan menyalami sang suami dirinya seakan enggan menjabat tangan suaminya.


Lagi-lagi Rayhan hanya bisa menghembuskan napas beratnya namun tetap saja Rayhan hanya bisa mengusap dadanya agar dirinya tetap bisa menjaga kewarasan nya.


Hanya sekedar penolakan kecil ia harus bisa menerima itu mungkin itu adalah bawaan dari bayi nya. Rayhan kembali berpikir positif dan memilih untuk berganti pakaian karena Nasya sama sekali tidak peduli dengan dirinya bahkan untuk menjawab ucapan nya ia seakan enggan.


Sudah hampir tiga minggu mereka tinggal di rumah yg sama dengan ayah mertuanya tapi tetap sama Nasya tidak berubah hanya jika ada pak Arif saja Nasya akan bersikap baik pada Rayhan namun Rayhan mencoba menerima semua itu ia masih berharap suatu saat nanti Nasya akan membalas cinta yg kini ia miliki untuk nya.


Semenjak pernikahan Rayhan dengan Nasya, Rayhan sudah menghapus cintanya untuk wanita lain ia sudah menerima takdir nya jika cintanya harus ia berikan pada wanita yg tepat dan itu adalah istrinya.


Rayhan pun masuk kembali ke dalam kamar dan segera menghampiri lemari pakaian untuk segera mengganti baju.


Perasaannya kembali tercubit padahal di awal pernikahan mereka Nasya sudah baik pada dirinya bahkan Nasya menyiapkan baju ganti dan menyiapkan segala keperluan dirinya.


''Sayang, aku kangen deh rasanya kamu sudah lama gak menyiapkan baju untuk aku.'' Ucap Rayhan dengan jujur.


Meski dalam lubuk hatinya ia ingin menahan semua itu tapi apa daya tak ada obrolan diantara mereka hingga akhirnya Rayhan memilih untuk mengatakan nya karena kini komunikasi mereka sedang tidak baik.


''Ambil aja sendiri mas, kamu punya tangan gak usah manja.'' Balas Nasya dengan ketus.


Ia masih dalam keadaan yg sama dengan memainkan ponselnya.


Rayhan hanya menghembuskan napas nya kasar kali ini ia sedikit tidak bisa mengontrol emosi nya ia lebih memilih mendekati Nasya meski kesal tetap saja hatinya seolah luluh kembali saat melihat wajah istrinya yg sedang mengandung anak dari nya.

__ADS_1


''Ayah rindu mami kamu sayang,'' Ucap Rayhan dan ia mengusap lembut perut sangat istri.


''Lepasin mas, jangan sentuh aku lagi.'' Bentak Nasya yg kali ini semakin emosi dibuatnya.


Nasya begitu kesal karena sikap Rayhan selalu mendekati dirinya padahal sudah jelas-jelas ia tidak ingin lagi mempertahankan rumah tangga mereka.


''Berhenti mas bersikap baik sama aku, sudah aku bilang aku tak ingin-''


Belum sempat Nasya meneruskan perkataan nya Rayhan sudah mengangkat satu tangan nya agar Nasya berhenti berbicara.


''Aku tahu kamu tak pernah menginginkan hubungan ini tapi setidaknya kita bisa mulai dari awal Nasy kasihan anak kita.''


''Hah, anak kita anak kita apa nya mas kamu jelas-jelas tahu kalau aku tak pernah menginginkan semua ini terjadi jika kamu masih belum bisa menyadari itu.'' Jelas Nasya dengan tatapan yg mulai berapi.


Nasya seolah kembali tersulut emosinya ia begitu keras kepala dengan keinginan nya.


''Aku tidak akan pernah melepas kamu Nasy,''


''Tapi aku mau mas, tak ada lagi yg patut kita pertahankan hubungan kita sudah tidak sehat.''


''Tidak dengan itu mas tidak dengan mu dan tak akan pernah kita bisa bersama.'' Tegas Nasya dengan amarahnya.


Perdebatan tak bisa lagi dihindari Nasya dan Rayhan sama-sama dalam emosi yg sama membuat mereka berdua saling mempertahankan keinginan mereka masing-masing.


''Aku akan menunggu kamu menandatangani surat itu dan kamu akan harap kamu mengerti itu mas.'' Balas Nasya dan segera keluar dari kamar nya.


Air mata nya seketika jatuh di balik pintu dirinya begitu lemah.


Lemah karena cinta nya begitu besar pada seorang lelaki yg kelas tak akan bisa ia gapai lagi namun naluri nya terus saja memaksa dirinya agar mendapatkan kembali cinta yg sudah hilang di telan bumi.


.


Diam-diam di balik pintu itu pak Arif mendengar semua pertikaian sepasang suami istri itu.


Hatinya begitu hancur mendengar perkataan putri nya yg seolah tak merasakan kasihan pada calon bayinya.


Ia menutup rapat mulutnya dan segera pergi dari balik pintu kamar putri nya.

__ADS_1


Sebagai seorang ayah dan seorang laki-laki tentu ia sangat tahu jelas sakit hati yg di rasakan oleh Rayhan bagaimana bisa anak yg selama ini menjadi kebanggan dirinya ternyata seperti itu.


.


.


''Kamu yakin sudah baik sayang?'' tanya Alvin memastikan keadaan sang istri.


Kayla mengulas senyum ia menatap wajah suaminya dengan seksama. ''Aku udah baik sayang, kamu gak percaya atau kamu lupa kalau aku juga seorang dokter kandungan jika kamu lupa.'' Kekeh Kayla pelan.


Alvin pun tertawa kecil dan membangunkan istrinya ia pun mendudukkan Kayla pada kursi roda karena saking tidak ingin membuat wanita tersayang nya terlalu lelah berjalan.


Kayla hanya tersenyum meski begitu ia selalu menikmati setiap perlakuan manis dari sang suami nya.


''Ya sudah ibu dokter kalau begitu kita pulang ya.'' Ucap Alvin seraya mendorong kursi roda itu meluncur ke luar ruangan.


Kali ini Alvin kembali mengambil cuti dirinya hanya ingin fokus menjaga sang istri untuk memastikan istri dan calon anak mereka baik-baik saja.


Belum sempat mereka meninggalkan area rumah sakit Alvin kembali bertemu dengan Nasya yg kini berhenti tepat di depan nya.


Ia begitu terkejut dengan kehadiran wanita itu yg terlihat sedang tidak baik-baik saja terlebih dirinya tahu apa yg sedang ia alami.


''Vin,'' panggil Nasya dengan pelan.


Alvin menelan saliva nya dan berusaha bersikap seperti biasa saja di depan Kayla.


Sementara Kayla ia menatap wajah suaminya yg di panggil oleh wanita asing di depannya itu.


''Sayang aku antar kamu dulu ke mobil ya.'' Ucap Alvin dan kembali mendorong kursi rodanya ke area parkiran.


Alvin tidak mungkin membiarkan Kayla berada diantara dirinya dan juga Nasya meski kini dirinya sudah tidak miliki hubungan apapun dengan mantan kekasihnya.


Sementara Kayla kini ia sedang berada dalam mobil dengan hati yg gelisah memikirkan sosok perempuan yg memanggil suaminya itu.


''Siapa wanita itu?'' tanya Kayla pada dirinya sendiri.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2