
Satu minggu telah berlalu sejak pertemuan Kayla dengan ibu kandungnya sejak saat itu pula Kayla selalu mengunjungi Aira mamah nya meski sudah berapa kali ia mendapat penolakan dari mamah nya karena ia selalu saja seolah tidak membuka dirinya bahkan ia sering mendapat perlakuan yg membuat Kayla sakit hati.
Namun Kayla tidak putus asa ia akan berusaha demi mamah nya. Kayla selalu mendapat dukungan dari Alvin.
Lelaki itu bahkan memberikan dokter khusus untuk ibu mertuanya itu.
Alvin sendiri terkadang turun tangan langsung dalam mengani ibunya Kayla.
Ia selalu berusaha mendekati ibunya Kayla dengan sangat baik hingga kini Alvin dapat bisa dekat nya meski jika pada Kayla ibunya selalu menolak anaknya untuk mengunjungi dirinya.
Dan seperti pada siang hari ini setelah Alvin selesai bekerja ia langsung pergi ke rumah sakit dimana ibu mertuanya berada.
Ia ke sana dengan Kayla yg selalu datang di setiap harinya.
''Biar aku tunggu disini saja.'' Kayla diam sesaat saat ia sudah hampir mendekati kamar ibunya.
''Kenapa?''
''Aku tidak ingin jika ibu akan menolak aku lagi, bahkan aku takut jika ibu tidak ingin menerima ini hanya karena aku yg memberikan nya.'' Lirih Kayla sedih.
Kayla menatap kembali boneka yg baru saja ia beli bersama dengan Alvin.
Karena sudah dia hari ibunya selalu menangis karena boneka miliknya sobek.
''Hey, itu hanya soal waktu dan aku yakin semua akan kembali seperti sedia kala semoga saja ibu segera sembuh dan bisa menerima kamu.''
''Tapi kapan mas?''
Kayla mendongak dan menatap wajah teduh suaminya.
Hanya Alvin yg selalu bisa membuat dirinya seakan memiliki semangat baru dan sama seperti sekarang ia kembali merasa ada harapan yg selalu tumbuh saat ia menatap wajah suaminya.
''Akan ada saatnya.'' Ucap Alvin tulus.
Kayla kembali menyungingkan senyum nya sungguh ia merasa memiliki harapan baru lagi.
''Ayo.''
Kayla mengangguk patuh dan kini ia berjalan lagi dan menautkan tangan nya pada Alvin seolah ia butuh kekuatan dari lelaki itu.
Alvin hanya tersenyum ia melirik sekilas lengan nya yg kini di pegang Kayla dengan erat.
''Andai saja dari dulu Kay, aku sudah sangat merindukan saat-saat seperti ini.'' Gumam Alvin dalam hati.
Namun belum juga ia merasakan kesenangan itu ia kembali tersadar dalam ucapan nya.
''Astagfirullah ada apa dengan aku ini, harusnya aku tidak berpikir seperti itu Kayla kan memang saat ini sedang membutuhkan kekuatan ada-ada saja kamu Alvin.''
Alvin terus saja berdebat dalam pikiran nya hingga tanpa ia sadari kini mereka sudah sampai di depan kamar ibunya.
__ADS_1
''Mas,''
''Oh ya,'' Alvin terperanjat kaget karena ia masih saja memikirkan dirinya yg seolah memanfaatkan keadaan.
''Mas kenapa?''
''Enggak kok, ayo.''
Alvin berjalan masuk ke dalam kamar ibunya Kayla dan mulai berjalan lebih mendekati wanita yg masih terlihat bersedih.
''Assalamu'alaikum bu, ini aku Alvin.''
Aira menoleh ke arah Alvin yg masih berdiri dengan Kayla di samping Alvin yg memegang sebuah boneka.
''Kamu mau apa ke sini? kamu pergi!''
Aira kembali memperlihatkan ketidak sukaan nya pada Kayla.
''Ibu, ibu tenang dulu ya ini Kayla dia baik ko sama ibu dia sama seperti aku, oh ya bu ini Alvin bawakan ibu boneka baru.'' Dengan senang hati Alvin menyodorkan boneka dari tangan pada Aira.
Aira masih diam seperti orang yg ketakutan ia bahkan meringis dengan tangan yg terus saja memegang boneka dengan tangan tangan satunya masih memegang rambut nya.
''Singkirkan, apa kamu mau membawa anak aku? kamu sama jahat pergi!''
Aira berteriak dengan sedikit histeris ia bahkan melempar boneka pemberian dari Alvin. Bahkan kini ia malah menangis dan terus saja memeluk boneka miliknya seolah ia kembali takut jika boneka miliknya akan di ambil oleh Alvin.
Seorang perawat segera menghampiri mereka dan ia mencoba menenangkan Aira yg masih terlihat ketakutan.
''Hentikan,''
Kayla menghentikan gerakan perawat itu dan kini ia memberanikan dirinya mendekati ibunya dengan wajah sedihnya.
''Jangan suntikan lagi.''
Kayla semakin mendekati ibunya yg kini terlihat histeris.
''Kay,'' Alvin mencoba menghentikan pergerakan Kayla karena itu akan sangat berbahaya karena saat ini kondisi nya sedang tidak baik.
Namun bukannya berhenti Kayla semakin mendekati nya dengan air mata yg kini jatuh. Ia sangat sedih sekali melihat kondisi ibunya yg belum juga memperlihatkan perubahan.
''Bu,'' Kayla mendekat dan meraih tangan ibunya.
Namun Aira semakin memperlihatkan amarahnya ia langsung membanting boneka itu hingga memukul Kayla karena ia malah mendekati nya.
Alvin yg melihat itu ia langsung melindungi tubuh Kayla dengan tubuhnya agar tidak terkena pukulan ibu nya. Dan Aira ia langsung mendapatkan penanganan dan segera di berikan penenang.
Suasana seakan menyakitkan kembali Kayla begitu merasa sakit saat mendapat perlakuan buruk dari ibunya namun bukan hanya itu ia lebih merasa sakit saat kenyataan yg terus saja menyakiti hatinya menyadari jika ibunya masih tidak baik-baik saja dan terus saja membutuhkan penenang.
Air matanya semakin tumpah Kayla membawa boneka yg sejak tadi ibunya peluk dengan sisa kekuatan nya ia langsung memeluknya dengan erat.
__ADS_1
"Maafkan aku Kay, maaf karena aku belum bisa membuat kami tersenyum." Gumam Alvin dalam hatinya.
Alvin mengusap puncak kepala Kayla dan meraih wanita itu dalam dekapan nya.
...
Kayla masih belum bisa pulang dari sana, ia masih ingin menghabiskan waktunya di rumah sakit jiwa itu.
Matanya masih saja meneteskan air mata nya dengan tangan yg terus mengusap boneka milik ibunya.
"Kita pulang, kami harus kuat dan sehat untuk ibumu Kay."
"Aku belum ingin pulang mas, mas bisa pulang duluan jika mau."
Mendengar jawaban Kayla Alvin hanya bisa menarik napasnya panjang. Sungguh ia merasa tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
"Mas bisa aku meminta sesuatu?" tanya Kayla sambil beralih menatap wajah Alvin.
"Kamu mau apa?"
"Aku ingin benang dan jarum mas." Kayla memperlihatkan boneka milik ibunya yg terlihat sobek.
Ia kini tahu mungkin alasan ibunya marah pada Alvin karena boneka yg ia berikan mungkin ia tidak ingin boneka baru dan mungkin ia sedih karena boneka miliknya rusak.
Alvin mengangguk paham dan ia beranjak pergi sambil mengusap lembut kepala Kayla.
Dua puluh menit telah berlalu Alvin sudah kembali dengan membawa barang yg di minta istrinya itu.
"Ini Kay," Alvin menyodorkan sebuah perlengkapan alat jahit pada Kayla.
Dengan tangan yg masih bergetar Kayla meraihnya dan segera memasangkan benang nya pada jarum kecil itu.
Namun tangan nya begitu bergetar. Ia masih belum bisa mengimbangi bentuk lubang kecil jarum itu.
"Biar aku bantu."
Alvin mengambil jarum dari tangan Kayla dan mencoba masukan benang nya.
Hati Kayla kembali menghangat sungguh ia merasa senang karena keberadaan Alvin selalu dapat membantunya.
" Makasih mas."
Kayla tersenyum simpul dan menerima jarum yg sudah terpasang dengan benang yg senada dengan warna boneka milik mamahnya itu.
Jahit demi jahitan sudah ia lakukan hingga kini boneka milik ibunya terlihat bagus kembali. Kayla tersenyum senang ia merasa senang melihat boneka itu terlihat seperti sediakala.
"Semoga ibu tidak sedih lagi mas." Ucap Kayla melirik ke arah Alvin yg masih menatapnya.
"Tentu Kay, ibumu akan sangat senang dengan kasih sayangmu."
__ADS_1
Kayla kembali tersenyum ia sangat berharap jika ibunya akan baik-baik saja dan setidaknya ia bisa tenang meski ia sendiri sangat berharap jika ibunya akan segera sembuh namun ia akan berusaha sabar hingga kemungkinan terbaik itu akan datang.
................ ...