
Sarapan pagi yg tadi sempat di awali dengan kekesalan seakan kini berubah dengan sarapan pagi yg romantis seperti apa yg ia harapkan.
Kayla begitu senang bahkan entah sejak kapan ia berani melihat ke arah suaminya yg sedang menikmati masakan buatan nya.
Alvin sendiri ia begitu menikmati masakan sang istri baginya tak ada makanan yg lebih lezat dari masakan istrinya.
''Gimana enak gak mas?'' tanya Kayla di sela-sela makan nya.
Alvin mengangguk pelan dan menelan makanan yg sudah ia kunyah.
''Tentu, enak sekali bahkan jika aku nilai dari satu sampai sepuluh aku kasih berapa ya,'' Sejenak Alvin berpikir dan tersenyum kecil.
Kayla menunggu jawaban dari suaminya ia merasa sangat tidak sabar dengan penilaian dari suaminya itu.
''Satu.'' Kekeh Alvin sontak membuat Kayla mengendus kesal.
''Ih nyebelin banget sih, kayanya enak.'' Sungut Kayla merasa kesal karena di bohongi oleh suaminya.
Padahal Kayla begitu bersemangat saat Alvin mengatakan jika makanan buatan nya sangat enak.
Alvin tertawa puas sungguh ia merasa sangat senang sekali saat melihat Kayla marah padanya.
''Ya kan no satu buat aku sayang.'' Puji Alvin lagi. Tak lupa ia tersenyum manis membuat Kayla seketika merasa sangat senang seolah dirinya terbang ke angkasa di puji oleh suaminya.
Pipinya terasa panas sungguh kali pertama dirinya mendapat pujian karena ia memang sama sekali tak pernah membuat masakan apapun dan tentunya ia merasa sangat senang.
''Makasih,'' balas Kayla dengan senyum manis nya.
....
Siang ini mereka akan pergi ke suatu tempat yg sudah sejak lama ingin Alvin kunjungi.
Alvin merasa belum siap saat ia akan mengunjungi makan ibu nya di saat ia dan Kayla terikat pernikahan tanpa cinta. Namun kali ini ia yakin jika istrinya sudah mencintai dirinya membuat Alvin siap untuk mengunjungi makam ibunya.
''Kenapa mas baru sekarang ajak aku ke makan ibu?'' tanya Kayla dengan menatap wajah teduh suaminya.
__ADS_1
Alvi menyungingkan senyum nya ia merasa bingung alasan apa yg harus ia katakan.
Jika ia mengatakan karena baru saat ini ia menyadari cinta dari Kayla ia sendiri khawatir jika Kayla akan merasa bersalah tapi jika tidak di jawab tentu Kayla akan sangat penasaran.
''Mas,'' Kayla kembali memanggil Alvin karena ia malah diam seolah sedang memikirkan sesuatu.
''Oh enggak, ya aku rasa mungkin ini adalah hari yg tepat.'' jawab Alvin dengan mengusap lembut kepala Kayla.
''Kita jalan sekarang ya.'' Ajak Alvin dan langsung menyalakan mesin mobil nya untuk segera pergi.
Kayla hanya diam meski sesekali ia mencuri pandangan pada suaminya. Sungguh ia merasa begitu bodoh karena dulu ia pernah berpikiran tidak baik bahkan dengan terang-terangan ia menyakiti hati Alvin namun tidak dengan sekarang ia sudah tahu bagaimana Alvin sebenarnya dan ia merasa seolah dirinya adalah wanita paling beruntung karena telah memiliki suami sebaik Alvin.
''Ada apa?'' tanya Alvin saat mendapati wajah Kayla yg terlihat berubah.
Kayla mendongak ia menjadi gelagapan karena ketahuan telah memperhatikan suaminya sendiri.
''Enggak ko mas,''
Kayla tersenyum simpul dengan menatap wajah suaminya.
''Makasih kay,'' timpal Alvin dari hati yg paling dalam.
Ia bahkan mengecup tangan Kayla dengan lembut. Alvin memegang tangan Kayla dengan begitu erat ia melihat mata Kayla yg masih melihatnya seolah tidak percaya.
Kayla tak bisa berkata-kata ingin sekali ia menangis di saat ini karena ia telat menyadari betapa dalamnya cinta Alvin untuknya.
''Aku mencintai kamu Kay, sangat sangat mencintai kamu.'' Sahut Alvin dengan mesra.
Namun seketika itu air mata Kayla jatuh bersama perasaan nya yg berbunga ia merasa sangat terharu kala Alvin mengungkapkan semua perasaan nya.
''Aku juga mencintai kamu mas.'' Balas Kayla dan langsung berhambur dalam pelukan Alvin.
Alvin tak mampu berkata apa-apa lagi hanya ucapan Syukur yg ia panjatkan pada sang Khalik atas anugrah terindah ini. Ia bahkan tidak menyangka jika akhirnya pernikahan mereka bisa seperti apa yg ia harapkan.
Ia mengecup lembut kepala Kayla dengan air mata harunya.
__ADS_1
Kayla menyadari itu ia bahkan dapat merasakan air mata yg kini jatuh pada rambutnya dengan seiring itu ia mengeratkan pelukan nya pada Alvin.
Dan baru pertama kali ia menyadari jika ia sangat nyaman dalam posisi seperti ini. Dunia bahkan seakan berhenti sejenak membuat Kayla seakan hanyut dalam ketenangan ia seolah tidak memiliki beban lagi dalam hidup nya sungguh anugrah terindah bagi Kayla dan Alvin.
Lama mereka dalam posisi itu. Alvin sendiri masih setia memegang tangan Kayla hingga kini ia cukup merasa sedikit pegal karena tangan yg satu nya lagi bekerja keras mengemudikan mobil.
''Sayang?'' panggil Alvin karena Kayla seolah tidak terusik dengan pergerakan dirinya.
Kayla tersentak kaget saat ia menyadari jika Kayla malah tidur dalam dekapan suaminya padahal Alvin sedang mengemudi.
''Kamu tidur?'' tanya Alvin lagi.
Kayla tersenyum kecil ia pun segera membenarkan posisi duduknya lagi ia sendiri merasa sedikit pegal karena mungkin saking lamanya ia dalam posisi seperti itu. Untung saja ia tidak ngiler jika ia pasti ia akan sangat malu.
''Kita turun ya udah sampai.'' Alvin segera keluar dari dalam mobil dan beralih ke pintu lain untuk membuka kan pintu untuk Kayla.
Dengan cepat Kayla merapikan rambutnya yg sedikit berantakan ia pun tersenyum saat melihat Alvin mengulurkan tangan nya pada Kayla.
Mereka pun kini berjalan beriringan menuju tempat peristirahatan sang ibu.
Dengan langkah pasti Alvin menuntun Kayla pada sebuah malam bertuliskan di batu nisan nya atas nama sang ibu.
''Assalamu'alaikum mah, mah maaf karena Alvin baru sempat ke sini lagi, mah Alvin datang kini bersama istri Alvin dia Kayla. Mamah mungkin sudah tahu pada Kayla karena Kayla ini dia adalah anak dari ayah Reza sahabat ayah.'' Tutur Alvin berkata.
Ia mengungkapkan semuanya di depan malam sang ibu.
Entah mengapa melihat Alvin seperti Kayla merasakan sesak yg sulit ia jelaskan sungguh ia merasa menjadi wanita paling beruntung di saat ia tidak siapa ibu kandung nya sendiri ia di sayangi oleh kedua orang tua angkat yg menganggap dirinya sebagai anak kandung dan di saat ia mengetahui siapa ibu kandung nya dengan segenap kasih sayang nya Alvin memberikan pengobatan terbaik untuk ibunya.
Seketika air mata itu tumpah Kayla merasa dirinya seorang wanita yg sangat bodoh karena tidak mensyukuri nikmat yg begitu besar di depan matanya hingga tanpa ia sadari Alvin melihat tangan Kayla yg sedang menyapu air matanya.
Setelah di rasa cukup Alvin pun menggenggam tangan Kayla ia seolah tahu apa yg sedang Kayla pikirkan.
''Sudah jangan menangis lagi, tak ada yg perlu kita sesali kita kirim mamah doa ya.'' Sahut Alvin yg langsung membuka doa untuk ketenangan sang ibu.
......................
__ADS_1