Antara Cinta Dan Rasa

Antara Cinta Dan Rasa
Bab 79 Aku ini anak itu bu


__ADS_3

Sudah hampir setengah jam lamanya Kayla kini berada di rumah sakit dimana ibunya berada dan kini mereka sedang melakukan obrolan-obrolan ringan dengan Kayla dan juga Malik yg sedang masih mencari cara agar dapat menyembuhkan ibu Aira.


"Ibu apa Kayla boleh tanya sesuatu?" tanya Kayla di sela-sela obrolan mereka.


Kayla memberanikan dirinya bertanya karena memang itu adalah rencana Malik untuk menggali informasi lagi.


Sebenarnya Malik pernah melakukan itu tapi setiap kali ia menanyakan masalah itu ibu Aira akan marah atau ia malah menangis dan itu cukup membuat dirinya sulit.


Aira masih saja diam meski sekarang ia sudah bisa lepas dari boneka yg selalu ia jadikan seolah itu adalah anaknya.


"Ibu, apa ibu mempunyai seorang suami atau anak atau mungkin keluarga yg ibu kenal?" tanya Kayla dengan ragu.


Kayla bahkan seolah menahan napasnya berharap ibunya akan menjawab semua pertanyaan dari dirinya.


"Kamu sama seperti dia, selalu menanyakan seperti itu. " Lirih Aira yg kembali hendak menangis.


Kayla terdiam ia sedikit kaget dengan ucapan ibunya yg seolah tak ingin berbagi pada dirinya.


"Suami aku meninggal, dia meninggal karena kecelakaan itu, ya kecelakaan itu membuat suami aku meninggal." Mata ibu Aira seketika berapi mengingat kejadian itu ia bahkan membuka lebar matanya dengan sorot mata yg tajam.


Namun di persekian detik kemudian ia kembali melanjutkan kata-katanya.


Kata-kata yg belum pernah ia ungkapkan kepada siapapun.


"Aku sendirian, aku tidak punya siapapun saat itu aku melahirkan seorang putri, putri yg cantik. " Ucap Aira dalam semua kenangan nya ia bahkan menatap dengan sendu. Air matanya seketika tumpah dengan amarah yg menyatu.


Aira selalu berubah ubah ekspresi ia terkadang marah dan terkadang sedih jika saja bukan ibunya tentu Kayla begitu takut. Takut jika ibunya akan menyakiti dirinya.


"Lanjut kan kay," bisik Malik karena kini ucapan ibu Aira terhenti kembali.


Kayla melirik ke arah Malik ia cukup takut melayangkan pertanyaan lagi. Melihat ibunya seperti itu sungguh ia begitu merasakan sesak. Sesak yg sama pernah ia rasakan tatkala ia mengetahui jika dirinya bukan anak dari mamahnya melainkan dari seorang wanita yg kini sedang mengalami sakit jiwa.


Kayla kembali sadar ia menggeleng karena ia meras tidak sanggup melanjutkan pertanyaan nya namun Malik mencoba memberikan kekuatan membuat Kayla kembali harus melakukan semua itu.

__ADS_1


Kayla kembali menarik napasnya panjang ia mengusap lengan ibu nya dengan perlahan bahkan matanya terasa perih dadanya terasa sesak seolah merasakan kesedihan yg saat ini ibunya rasakan.


"Lalu kemana anak ibu? kenapa ibu bisa sampai tinggal disini? " tanya Kayla kembali membuka suara dengan suara yg bergetar.


Aira tersenyum horor tatapan nya mulai memerah menampakan kemarahan yg membara. " Dia mengambil nya dia mengambilnya orang itu mengambilnya dari aku dan kamu tahu itu!" Suara Aira menampakan kemarahan nya ia bahkan langsung mendorong Kayla hingga Kayla hampir saja terjatuh.


Namun dengan cepat Malik segera membantu Kayla ia menatap sedih pada wanita yg kini berurai air mata.


"Kamu gak apa-apa kay?" tanya Malik pelan.


Kayla menggeleng dengan air mata yg sudah tak terbendung lagi.


"Pergi kamu! pergi dari sini kamu telah membawanya kamu dan dia!" Bentak Aira kembali berapi dengan amarah yg kian tak bisa ia redam.


"Aku ini anak itu bu. Aku anak yg di bawa wanita yg ibu anggap merebut dia membesarkan aku dengan kasih sayang nya aku bu aku anak itu. " Jelas Kayla dengan berurai air mata.


Kayla sudah tak bisa lagi membendung air mata nya bahkan ia meluapkan apa yg selama ini berada dalam benak nya.


Sudah cukup sakit sudah cukup dirinya bersabar menanti kesembuhan ibunya ia hanya ingin jika ibunya dapat sembuh dan menerima dirinya sebagai anak yg selama ini ibunya cari.


Kayla menangis tersedu-sedu ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan nya. Malik hanya bisa diam ia mengusap lembut punggung gadis yg begitu masih berada dalam hatinya.


Alvin pun segera berlari ke arah wanita yg kini sedang berada dalam pelukan lelaki lain ada rasa cemburu yg kini hinggap dalam hatinya.


Entah mengapa melihat pemandangan seperti itu seolah dirinya marah sekali.


Malik pun segera melepas Kayla saat Alvin kini mendekati dirinya.


Aira masih diam ia seolah syok dengan apa yg baru saja ia dengar. Ia bahkan hanya diam terpaku melihat sosok wanita yg baru saja ia Terima kehadiran dirinya malah menangis di depan dirinya.


Belum sempat Malik menyentuh ibu Aira ia langsung jatuh ke tanah membuat Alvin pun segera membantu Malik untuk membawa ibu Aira kembali naduk ruangan nya.


.

__ADS_1


.


"Aku yg salah mas aku yg salah.'' Sesal Kayla tak bisa lagi ia bendung.


Kayla seharusnya dapat mengontrol dirinya karena ibu nya tidak cukup kuat menerima kenyataan secepat itu.


Kejiwaan nya cukup lemah ia bahkan sangat sulit di obati karena trauma yg mendalam membuat sedikit saja beban dalam otak nya akan mempengaruhi dirinya kembali.


"Ini bukan salah kamu by, aku tahu ini semua berat untuk kamu tapi kamu harus kuat buat ibu." Ucap Alvin dengan lembut.


Alvin mengusap punggung Kayla dan membiarkan dada bidang miliknya menjadi sandaran untuk perempuan paling berharga dalam hidupnya.


"Tapi mas....''


" Sssttt sudah jangan selalu menyalahkan diri kamu sendiri by, aku tahu kamu tidak sengaja melakukan itu kita hanya dapat berdoa semoga keadaan ibu akan lebih membaik.'' Seru Alvin lagi membuat Kayla diam seketika.


Beberapa menit berlalu perawat pun memanggil Alvin dan Kayla agar ke ruangan Malik. Ada sesuatu yg ingin Malik bicarakan pada mereka berdua.


Alvin pun mengikuti perintah perawat itu ia dan Kayla segera berjalan dimana ruangan Malik berada.


''Masuk lah!'' Seru Malik memerintahkan sepasang suami istri itu agar segara masuk ke dalam ruangan nya.


Malik menghembuskan napas nya dengan berat ia meraih sebuah kertas yg merupakan data hasil pemeriksaan ibu Aira.


"Aku tahu ini berat bahkan sangat berat untuk kamu kay, tapi saya harap agar keteledoran seperti tadi tidak lagi terjadi.''


Terdengar hembusan napas Malik kembali ia pun memberikan secarik kertas itu pada Alvin.


Alvin menerima lembar kertas itu dan mulai membacanya.


Ada rasa penyesalan yg kini Alvin rasakan dan jangan di tanya lagi bagaimana perasaan Kayla ia sungguh terpukul atas kejadian yg belum lama terjadi.


Alvin menarik napasnya panjang ia mengusap punggung Kayla dengan lembut ia harus bisa berusaha menenangkan istrinya ia tahu sungguh kali ini Kayla lah yg paling terpukul atas kejadian yg menimpa ibunya.

__ADS_1


...****************...


.


__ADS_2