Antara Cinta Dan Rasa

Antara Cinta Dan Rasa
Bab 13 Pilihan yg berat


__ADS_3

Rayhan yang sejak tadi memperhatikan wanita yang jauh dari hadapan nya kini ia yakin jika wanita yang berada tidak jauh dari nya memang Kayla.


Wanita yang pernah mengisi hati nya entah kenapa Rayhan merasa cinta pada Kayla meski beberapa kali Rayhan mengingatkan pada dirinya sendiri jika Kayla tidak pantas untuk dirinya karena berbeda jauh dengan nya.


Terlihat Kayla tertawa bersama dokter Alvian yang tidak lain adalah kepala dokter di tempat nya bekerja.


Tak mungkin jika dirinya harus bersaing dengan lelaki yang jauh lebih sempurna apalagi setahu Rayhan jika Alvian adalah kepercayaan dari sang pemilik rumah sakit ini.


Rayhan segera berjalan kembali menuju ruangan milik nya ia tidak ingin lebih lama melihat wanita yang mengisi hatinya tertawa bersama lelaki lain.


''Han.'' Panggil pak Arif saat ia hendak masuk ke dalam ruangan nya.


''Iya Pak.'' Rayhan berhenti sejenak ia ingin mendengar apa yang ingin pak Arif katakan padanya.


''Saya ingin berbicara dengan mu.'' Ucap pak Arif terdengar seperti serius.


''Ya sudah masuk pak,'' Rayhan mempersilahkan pak Arif untuk masuk.


''Jadi gini Han, Pak Reza membangun sebuah rumah sakit lagi di kota Jogja dan itu masih sedang pembangunan namun pak Reza ingin ada seseorang yang akan menjadi kepala dokter di sana, Ia ingin membuat rumah sakit yang tak jauh besar seperti di sini sedangkan di rumah sakit ini yang saya rasa memiliki kemampuan untuk tanggung jawab sebesar itu hanya ada dua kamu dan juga Alvin. Dokter yang memiliki keahlian di atas dokter lain nya saya harap kamu bersedia menjadi kepala rumah sakit di sana han, sangat besar sekali peluang kamu saya berharap jika kamu bersedia han.


Rayhan terdiam memang itu adalah kesempatan sangat besar untuk nya namun dengan menerima tawaran itu ia akan jauh dari keluarga nya dan ia juga akan kehilangan harapan nya yaitu Kayla.


Sebenarnya memang ia belum bisa mundur sebelum ia mendengar dari mulut wanita itu sendiri.


"gimana han?" pak Arif menunggu jawaban dari Rayhan. Rayhan sangat tahu jika pak Arif sangat berharap pada dirinya.


Rayhan menatap sesaat sebelum ia benar-benar menjawab pertanyaan dari lelaki yang sudah sangat berjasa dalam hidup nya.


"Aku belum bisa menjawab sekarang pak." Rayhan merasa tidak enak hati namun meski begitu Rayhan sangat tidak ingin lebih jauh lagi dari keluarga nya apalagi Rayhan adalah anak lelaki satu-satunya di keluarga nya itu.


Pak Arif terlihat menarik napasnya dalam dan Rayhan tahu jika lelaki itu sangat kecewa tapi Rayhan akan berusaha untuk menjelaskan nya karena menurut Rayhan setinggi apapun jabatan yang ia pegang jika ia jauh dari keluarga yang ia sayangi akan percuma. Tinggal di sini saja Rayhan yang sebulan dua kali berkunjung sudah membuat ia merasa menjadi anak yang menelantarkan keluarga nya meski ibu nya tidak berkata seperti itu.


''Baiklah tapi jika kamu berubah pikiran katakan saja.'' Ucap pak Arif dengan senyum yang ia perlihatkan.

__ADS_1


''Ya sudah saya harus kembali.'' Pak Arif berkata sambil berdiri.


Rayhan mengantar kepergian pak Arif ke luar ruangan nya.


Meski Rayhan merasa tidak enak hati karena menolak permintaan nya namun harus bagaimana lagi ia sendiri tidak ingin memaksakan dirinya.


.


.


Waktu telah berlalu kini Karena jadwal kerjanya sudah selesai.


''Kay.'' Alvin memanggilnya karena melihat Kayla hendak pulang Alvin berniat untuk mengantar nya pulang.


''Ya.'' Kayla menunggu Alvin yang sedang berjalan mendekat ke arah dirinya.


''Kamu mau pulang kan? biar aku antar.'' tawar Alvin dengan senang hati.


Alvin sangat berharap jika ia bisa mengantar Kayla pulang.


''Memangnya kamu mau kemana biar aku antar saja.'' Kekeh Alvi menawarkan agar dirinya yang mengantar.


''Aku harus ke restoran bunga, aku mau bertemu sebentar dengan teman-teman aku.'' Kayla dengan jujur berkata ia berharap Alvin tidak memaksanya.


''Ya sudah kita bareng saja, lagian kita se arah.'' Alvin masih berharap.


Kayla merasa tidak enak karena Alvin terus saja menawarkan dirinya agar mengantar ia membuat Kayla sedikit terpaksa menerima permintaan dari Alvin.


Mereka berdua kembali berjalan dengan langkah saling beriringan membuat mereka seperti sepasang kekasih yang sempurna.


.


.

__ADS_1


Rayhan yang melihat itu ia merasa langkah nya terhalang bahkan perasaan nya kini merasakan sakit entah kenapa seakan Kayla tak bisa ia gapai. Bahkan sekedar ingin menyapa nya saja Rayhan merasa tidak mampu.


Rayhan kembali berjalan ke arah dimana motor nya berada. Motor yang pertama kali ia miliki sendiri dengan yang tabungan yang ia kumpulkan sehingga bisa membeli motor dengan hasil nya sendiri. Motor seperti ini saja ia kumpul kan dengan susan payah karena hasil kerja kerasnya ia kumpulkan untuk membeli segala kebutuhan di masa depan apalagi keadaan keluarganya yang serba kecukupan membuat Rayhan sering mengirimkan uang pada kedua orang tua nya di kampung.


Mobil sport warna hitam itu kini melintas di hadapan Rayhan siapa lagi yang berada di dalam mobil itu jika bukan dokter Alvin bersama wanita yang kini masih mengisi hati nya.


Apa yang bisa Rayhan bandingkan dengan sosok dokter muda yang sukses itu. Alvin memang seorang dokter muda yang banyak di kagumi banyak wanita karena selain ia seorang dokter ia juga memiliki banyak usaha lain yang banyak di perbincangkan banyak orang.


Rayhan semakin merasa dirinya tidak bisa lagi memperjuangkan perasaan nya.


Ia menjalankan motor nya ke jalanan untuk segera pulang.


Entah kenapa hatinya selalu ingin mengungkapkan perasaan nya pada Kayla ketika ia melihat wanita itu seakan ia takut jika takdir akan memisahkan dirinya kembali.


Setengah jam telah berlalu kini Rayhan sudah sampai di rumah nya yang cukup luas. Rayhan membeli rumah ini dan tinggal di sini sudah satu tahun lamanya dengan yang tabungan nya juga ia membeli rumah yang cukup besar ini. Meski Rayhan pernah di tawarkan sebuah rumah mewah dari pak Arif namun ia menolaknya dengan lembut. Rayhan tidak ingin selalu membuat menikmati hidupnya dengan pemberian dari pak Arif ia sangat malu karena sudah sejak dulu lelaki itu selalu mencukupi segala kebutuhan nya dan entah alasan apa pak Arif berbaik hati dirinya bahkan juga kepada keluarganya di kampung.


.


.


''Disini saja dok.'' Ucap Kayla dengan menatap wajah Alvin.


''Oke, Kay.'' Alvin menatap wajah Kayla dengan detak jantung yang kini terasa berdebar.


''Ya.'' Kayla berkata pelan ia sendiri merasa sangat canggung dengan keadaan yang membuat nya harus seperti ini.


''Bisa kan kamu gak panggil aku dokter lagi, kita kan sudah gak di rumah sakit.'' Kekeh Alvin mencairkan suasana.


Kayla sendiri tersenyum kikuk ia sangat canggung dengan semua ini.


''Oh ya kak Alvin.'' Kayla tersenyum manis menatap Alvin.


''Alvin saja.'' Alvin berkata seolah ia ingin lebih dekat dengan Kayla.

__ADS_1


......................


__ADS_2