Antara Cinta Dan Rasa

Antara Cinta Dan Rasa
Bab 60


__ADS_3

Sudah hampir sebulan pak Arif berada di rumah sakit dan kini ia sudah di perbolehkan untuk kembali pulang dan rencananya siang ini mereka akan kembali ke kediaman pak Arif.


Selama pak Arif di rumah sakit tak jarang Rayhan selalu mendampingi Nasya di rumah sakit ia bahkan rela meninggalkan pekerjaan nya demi menemani sang ayah mertua. Ia merasa tidak enak hati jika harus membiarkan Nasya sendirian merawat ayah nya apalagi pak Arif sendiri sangat baik terhadap keluarganya apalagi kini dirinya memang adalah seorang suami dari Nasya meski hubungan mereka sangat jauh di bilang suami istri.


Pernikahan mereka saja seolah terpaksa dengan keadaan namun meski begitu Rayhan akan berusaha menjadi seorang suami yg baik untuk Nasya dan akan melupakan wanita yg sudah sangat lama ia cintai.


Membuka lembaran baru dengan Nasya mungkin adalah keputusan yg terbaik meski Rayhan sangat sadar jika Nasya selalu memunculkan pembatas di antara mereka. Tapi Rayhan akan berusaha untuk sabar hingga akhirnya mereka akan saling mencintai satu sama lain.


Terkadang Rayhan berpikir mungkin memang benar mencintai tak selamanya saling memiliki namun ketika Kayla bahagia dengan lelaki yg sudah di takdir kan menjadi suaminya tentunya ia akan sangat bahagia dan dirinya pun selalu berdoa suatu saat dirinya akan bahagia dengan jalan hidupnya sendiri.


Rayhan menarik napasnya panjang ia menatap kamar yg berada di hadapan nya dan mencoba untuk masuk ke dalam ruangan itu dan bersikap seperti biasa saja.


Rayhan mendorong pintunya dan mulai masuk ke dalam kamar rawat ayah mertuanya.


Baru saja ia masuk ke dalam ruangan itu ia sudah melihat pemandangan yg kini membuatnya seakan terharu.


Ia melihat Nasya sedang membantu ayahnya untuk bangun dan duduk di kursi roda.


Rayhan segera mendekati mereka dan ikut membantu pak Arif untuk duduk.


''Makasih han,'' Pak Arif tersenyum simpul dan menepuk lengan rayhan.


Rayhan sendiri ia hanya membalas ungkapan terima kasih dari ayah mertuanya itu hanya dengan senyuman.


''Apa semuanya sudah selesai?''


Rayhan menatap sekeliling dan ia melihat semua sudah di rapih kan kembali.


''Semuanya sudah beres ko kita bisa pulang sekarang.''


Nasya langsung mendorong kursi roda ayahnya maju ke depan pintu tampa menunggu Rayhan lagi.


Rayhan sendiri sudah tahu apa yg harus ia lakukan ia mulai memunguti tas berisi perlengkapan ayah mertuanya dan segera berjalan ke luar dari kamar itu dan beranjak pergi dari rumah sakit.


...


Suasana kini terasa berbeda Rayhan mengemudikan mobilnya langsung ke kediaman pak Arif.


Pak Arif tak banyak berbicara ia masih sedikit lemah dan harus beristirahat hingga beberapa menit telah berlalu kini mereka sudah sampai di kediaman pak Arif.

__ADS_1


Rayhan segera keluar dari dalam mobil dan membantu pak Arif untuk keluar dari mobil tak lupa dengan kursi roda nya.


''Han, bagaimana dengan semua pekerjaan mu? apa kamu akan meneruskan semuanya?'' tanya pak Arif.


Rayhan memikirkan sesuatu sebenarnya ia sendiri sudah sangat lama memikirkan hal itu namun ia tidak memiliki cukup keberanian untuk mengatakan semua itu terlebih sang ayah mertua masih sakit.


''Aku akan meneruskan semuanya yah, lagi pulak aku sudah berjanji pada pak Reza mungkin nanti setelah ayah benar sehat aku akan kembali ke sana.'' Tutur Rayhan terus terang.


Pak Arif hanya menghembuskan napas beratnya ia sangat kecewa dengan apa yg ia dengar.


Padahal pak Arif sudah sangat berharap jika Rayhan tidak akan melanjutkan pekerjaan nya di luar kota apalagi ia sudah menjadi seorang suami dari anak nya. Menurutnya jika saja dirinya memilih bekerja lagi di rumah sakit Reza tentu Reza akan membolehkan karena alasan Reza memilih Rayhan dulu hanya untuk membuat Rayhan dan Kayla terpisah namun entahlah ia hanya berharap jika Rayhan dan Nasya akan baik-baik saja meski ia tahu jika anak dan menantunya itu belum saling mencintai.


''Ayah istirahat biar Rayhan akan menyuruh seorang perawat yg akan merawat ayah.''


''Tidak usah, aku bisa merawat ayah ku sendiri.'' Ucap Nasya dingin.


Pak Arif menoleh ke arah anak nya dan kini tatapan itu membuat Nasya membeku.


''Bukan begitu yah, tapi aku rasa aku tidak membutuhkan seorang perawat aku bisa merawat ayah dengan baik.'' Ucap Nasya berusaha bersikap baik.


''Ya sudah tidak apa-apa jika itu mau kamu, kalau begitu saya harus pergi dulu yah.'' Ucap Rayhan beralih pada pak Arif dan langsung pergi setelah pak Arif mengangguk kan kepalanya.


Pak Arif membaringkan tubuhnya di kasur ia sedikit lelah padahal perjalanan dari rumah sakit menuju rumahnya terbilang dekat namun karena kondisi nya yg tidak stabil membuat tubuhnya sering merasa lelah.


Ia hanya berharap di sisa umurnya ia ia akan melihat kebahagiaan dari anaknya itu. Pak Arif yakin jika Rayhan memang sosok lelaki yg baik untuk Nasya.


Nasya tidak banyak berbicara ia kembali diam dan mengeluarkan segala perlengkapan ayahnya.


''Ayah Nasya ke dapur dulu biar Nasya siapkan makanan buat ayah.''


Nasya segera pergi dari kamar ayah nya dan beralih keluar.


Ia merasakan sesak di dadanya ia kembali teringat sosok lelaki yg begitu ia cintai. Andai saja dirinya bisa memilih ia ingin sekali bersuamikan Alvin namun apa daya apa yg ia harapkan seakan tak akan pernah ia dapatkan ia sadar jika tak mungkin baginya mengulang cerita lama tak mungkin ia menyakiti ayah nya di saat hanya ayahnya saja yg benar-benar ia miliki sekarang.


Nasya menghapus jejak air mata yg baru saja jatuh ia harus kuat bahkan ia tidak boleh menangis lagi karena lelaki itu dirinya saja begitu mudahnya beralih mencintai wanita lain padahal sudah jelas saat itu mereka masih saling memiliki hubungan.


...


''Kenapa? apa ada sesuatu yg kamu pikirkan?'' tanya Alvin saat melihat Kayla hanya diam meski kini ia sudah tidak menangis lagi.

__ADS_1


''Mas apa ibuku akan sembuh?'' tanya Kayla mendongak menatap wajah Alvin.


Kayla tahu jika ia baru saja bertemu dengan ibunya namun saat melihat ibunya seperti itu sungguh hati kecilnya merasa tidak tega. Ia merasa sangat bersalah karena ia baru tahu jika ibu itu adalah ibu kandung nya bahkan tak pernah sama sekali ia bayangkan jika ia memiliki seorang ibu dengan gangguan jiwa.


''Insyaallah, kita akan berusaha mengobati ibumu,''


Alvin duduk di samping Kayla dan kini tatapan nya lurus ke depan.


''Kay, aku berjanji aku akan berusaha mengobati ibumu karena di bukan ibumu saja melainkan dia adalah ibuku juga separuh hidupku yg patut aku perjuangkan. Aku akan mencari dokter terbaik untuk merawat nya dan satu lagi kamu harus kuat kamu harus selalu dekat bersamanya aku yakin jika kamu kuat apalagi dengan doa mu InsyaAllah semuanya akan mudah.'' Ucap Alvin beralih menatap Kayla.


''Makasih mas.'' Kayla langsung berhambur memeluk Alvin.


Sungguh ia merasa sangat beruntung bersuamikan Alvin yg selalu ada di saat dirinya membutuhkan.


Alvin mengulas senyum entah perasaan apa yg saat ini ia rasakan sungguh ia merasa senang saat Kayla memeluk dirinya kini satu tangan Alvin pun meraih tubuhnya dan saling memeluk dan saling menguatkan.


Semoga saja ini semua adalah awal yg baik untuk mereka hanya itu yg selalu menjadi ucapan dan doa Alvin saat ia mendapati sosok Kayla yg sudah lama tak ia dapati.


Kayla kembali sadar ia melepas pelukan itu dengan perasaan canggung.


''Maaf mas aku, aku sungguh tidak bermaksud.'' Ucap Kayla tampak ragu.


Alvin hanya bisa tertawa kecil bagaimana bisa seorang istri memeluk suaminya dan lalu meminta maaf sungguh ia merasa semua itu seperti konyol.


''Gak apa-apa lagian kamu tak perlu minta maaf, aku adalah suami kamu dan kamu memiliki hak atas semuanya.'' Ucap Alvin yakin.


Mendengar semua itu Kayla kini malah bersemu merah sungguh ia merasa jadi orang paling bodoh di dunia itu bahkan rasanya ingin sekali ia menghilang dari hadapan Alvin yg membuat dirinya merasa sangat malu.


Alvin kembali tertawa ia merasa sangat gemas dengan tingkah Kayla hingga ia pun mengusap puncak kepala Kayla dengan gas nya.


''Mas,'' gerutu Kayla kesal karena kini rambutnya menjadi berantakan karena ulah suaminya namun di detik berikutnya mereka kini tertawa.


Alvin kembali menarik Kayla hingga kini tangan nya memeluk wanita itu. Sudah sangat lama ia menginginkan hal seperti ini ia dan kini seolah keinginan nya terbayar dengan lunas.


''Diam lah bersama aku kay, aku ingin kita akan selalu bersama saling menguatkan dan tetaplah berada di samping aku dalam keadaan apapun.'' Ucap Alvin dengan tulus.


Kayla hanya mengangguk pelan ia pun membalas pelukan suaminya sebelum akhirnya mereka sama-sama saling mencurahkan segala perasaan yg ada.


......................

__ADS_1


__ADS_2