Antara Cinta Dan Rasa

Antara Cinta Dan Rasa
Bab 50


__ADS_3

Ayah Reza hanya bisa menghembuskan napas beratnya bahkan terlihat ia sangat tidak menyetujui keinginan dari sang anak.


''Di, semua akan baik-baik saja bukanlah kalian berdua sedang program? semua hanya tinggal waktu kamu hanya perlu bersabar'' ucap Reza pada Diana


Diana masih diam tak berkutik bahkan suaminya sendiri ia hanya diam.


Alvin yg baru pertama kali melihat perdebatan keluarga itu ia merasa sangat prihatin bahkan ia baru saja melihat kesedihan dari Kayla karena ia berpikir Kayla lah yg menangani program dari kakak nya itu.


Jelas sekali Kayla sangat paham dan pasti merasakan sedih karena mbak nya itu.


Alvin pun berjalan menghampiri Kayla yg masih terdiam bahkan tatapan Kayla terus tertuju pada kakak nya.


''Aku sudah program yah, tapi belum juga ada hasil aku merasa putus asa yah.'' Lirih mbak Diana dengan isak tangisnya.


Sulit sekali Diana berbagi perasaan nya itu padahal ia sangat berharap jika niatan nya akan berbuah dukungan namun nyatanya tak sesuai harapan ia lagi-lagi merasa terpukul karena kenyataan sangat pahit.


''Sabar di, mamah yakin suatu saat semuanya akan berjalan sebagaimana mestinya.'' mamah Alisa mencoba menenangkan Diana.


''Tapi aku mau bayi itu yah,'' Ucap mbak Diana lagi dengan nada memohon pada kedua orang tuanya.


Terlihat kak putra menggenggam lengan kakak nya itu bahkan ia sendiri terlihat sangat sedih. Mungkin bukan hanya kak putra dan mbak Diana saja yg merasa sedih bahkan seluruh anggota keluarga ikut merasakan kesedihan yg mbak Diana rasakan.


Mamah Alisa kini hanya bisa menatap sendu pada putrinya ia sangat sedih melihat putrinya menangis seperti itu, bagaimana bisa ia mengijinkan hal yg menurutnya sangat sulit bahkan ia sendiri sangat takut dengan kenyataan yg sangat pahit itu.


''Kenapa, kenapa semua orang tak ada yg peduli sama aku, kenapa apa salahnya jika aku mengadopsi seorang anak mah, yah kalian semua egois kalian tidak peduli dengan perasaan aku.'' Mbak Diana berkata dengan mata yg mulai memerah dengan tatapan tajamnya karena memendam amarah sekaligus rasa kecewanya pada kedua orangtuanya.


''Di, mamah hanya takut---''


Ucapan Alisa terhenti saat Diana memajukan sebelah tangan nya agar mamahnya berhenti bicara. Mbak Diana adalah sosok wanita yg baik dan penurut maka saat mbak Diana seperti itu kini membuat mamah Alisa sangat sedih.

__ADS_1


''Berhenti mah, aku tahu apa yg terbaik untuk aku, aku hanya ingin mamah menyetujui keinginan aku hanya ingin itu mah tidak lebih.''


''Diana hentikan bicara mu. Sekali tidak tetap tidak ayah tak ingin kamu sedih saat membesarkan anak mu seperti mamah mu membesarkan Kayla yg malah mendapat tuduhan tidak benar.'' Reza berkata tanpa sadar bahkan ia tidak menyadari perkataannya itu cukup melukai Kayla bahkan ia merasa kaget dengan apa yg ayahnya katakan pada mbak nya itu.


''Apa, apa sebenarnya yg terjadi mah, yah?'' Kayla bertanya dengan bulir bening yg mulai jatuh seketika.


Kayla yg sejak tadi menundukkan kepalanya kini ia menatap wajah mamah dan ayahnya bergantian.


Kayla sendiri ia tidak tuli ia mendengar dengan jelas apa yg di katakan ayahnya nya itu.


Kali ini air mata Kayla tumpah seketika ia tak bisa menutupi perasaan yg sangat sulit ia artikan.


Bulir bening itu terus saja jatuh dengan sesak yg sangat menyesakan dadanya bahkan ia seolah tak bisa lagi menahan rasa sesak itu diiringi setumpuk pertanyaan yg kini berada dalam benaknya.


''Apa maksud perkataan ayah mah?'' tanya Kayla dengan lirih nya.


Mamah Alisa hanya menggeleng dengan air mata yg sama terus jatuh dari sudut matanya.


Bukan mereka egois hanya saja mereka sangat takut jika Kayla akan membenci mereka dan pergi meninggalkan mereka atau hal buruk apapun yg sangat mereka takutkan.


Kayla melirik ke arah ayahnya yg kini hanya tertunduk ia bahkan menangis tanpa sepatah katapun.


Kayla pun berdiri dan menatap sedih ke arah mamah dan ayahnya bergantian sementara mbak Diana ia terlihat menatap sendu ke arah Kayla.


Dengan langkah cepat Kayla segera berjalan keluar dengan sedikit berlari ia sangat tidak menyangka perdebatan tadi menyeret namanya dengan segala kenyataan yg sulit ia cerna.


Alvin sendiri ia segera berlari mengejar Kayla. Ia sendiri kaget dengan perkataan yg keluar dari mulut sang ayah mertua nya itu.


''Kay,'' Teriak Alvin sambil berlari menghampiri istrinya yg masih saja berlari.

__ADS_1


Dengan cepat Alvin segera menarik tubuh Kayla hingga kini ia berhenti dan segera mendekap wanita itu dengan rasa yg sangat sakit.


Kayla hanya menangis di pelukan Alvin entah kenapa rasa sakit itu terasa sangat dalam bahkan Alvin sendiri merasakan sakit yg sama dengan apa yg Kayla rasakan.


''Kita pulang ya,'' Alvin meminta persetujuan Kayla.


Kayla hanya mengangguk dan mengikuti Alvin yg langsung membuka pintu mobil untuknya.


Kayla hanya bisa diam ia masih saja menangis bahkan ia sama sekali tak mengingat apa saja yg di katakan oleh kedua orang tuanya ia hanya mengingat apa yg ayahnya katakan padanya jika identitas dirinya di tutup rapat oleh kedua orang tuanya dan itu adalah kenyataan yg sangat pahit.


Apa benar dirinya bukan anak dari ayah dan mamah nya apa semua itu mungkin apa benar semua pertanyaan itu seolah berputar di atas kepalanya membuat Kayla sangat terpuruk ia bahkan sangat rapuh.


Alvin segera menjalankan mobilnya meninggalkan kediaman ayah mertuanya.


Baru sebentar saja ia melihat tawa manis dari kekasih hatinya kini ia harus melihat betapa rapuhnya wanita yg sangat ia cintai bahkan dirinya sendiri merasa sangat sakit melihat Kayla menangis seperti itu.


Ia sangat tahu bagaimana perasaan Kayla saat ini. Ia hanya bisa berdoa agar Kayla dapat seperti dulu lagi. Meski dirinya sendiri merasa tidak menyangka dengan apa yg di katakan ayah mertua nya tadi di hadapannya Kayla sendiri.


...


Selama perjalanan Kayla hanga memalingkan pandangan nya ke jalanan ia sama sekali tak mengeluarkan sepatah katapun hanya terlihat sesekali ia menyeka air matanya yg sudah sejak tadi terus saja mengalir dengan bebasnya.


Hingga sudah satu jam lamanya mereka di jalan dan kini mereka sudah sampai di kediaman Alvin.


Alvin pun memarkirkan mobilnya di depan rumah miliknya dan beralih ke pintu di mana Kayla berada.


''Tak usah,'' ucap Kayla yg langsung keluar dari dalam mobil itu dan berjalan masuk ke dalam rumah milik suaminya itu.


Rasa sedih kecewa hampa semua bercampur menjadi satu hanya satu yg saat ini benar-benar ia miliki ia hanya memiliki dirinya sendiri tak lebih dari apapun. Entahlah pernikahan yg semula berasal karena perjodohan ini tak bisa membuat Kayla merasa jika ada seseorang yg dapat ia percaya atau ia miliki lagi terlebih saat mendengar apa yg ayahnya ucapkan dirinya tak lebih dari anak yg mungkin sama tak pernah di harapkan atau entahlah dirinya sendiri belum bisa memahami semua kata-kata itu yg jelas dari kata itu hanya satu yg bisa ia tarik jika dirinya bukan anak dari kedua orang tuanya.

__ADS_1


......................


__ADS_2