
Kayla tak ikut mengantri ia lebih memilih untuk menunggu Alvin di dalam mobil tubuhnya terasa lelah apalagi seharian ini ia habiskan di rumah sakit dan mengunjungi ibunya cukup membuat dirinya letih.
Kayla menarik napasnya panjang ia mencoba menenangkan dirinya.
Baru juga ia menyandarkan punggung nya sosok suaminya telah keluar dari supermarket dengan membawa banyak belanjaan di tangan nya.
Seutas senyum terukir dari sudut bibir Kayla ia kembali mengagumi sosok suaminya yg begitu sempurna hingga tanpa ia sadari Alvin sudah berada di samping nya.
''Aku tahu aku tampan jadi gak usah berlebihan seperti itu." Kekeh Alvin yg menyadari tatapan sang istri.
Kayla mengerucutkan bibir nya kesal. "Siapa juga yg liatin kamu pede banget sih,"
Alvin kembali tertawa kecil sungguh ia sangat gemas melihat tingkah istrinya hingga kini satu tangan nya dengan lembut mengusap puncak kepala Kayla.
Seketika tubuh kayla terasa panas dingin ia merasa ada desiran aneh ketika tangan Alvin menyentuh dirinya.
"Aduh kenapa dengan diri gue," batin Kayla merasa heran.
Entahlah perubahan dirinya saat dekat dengan Alvin selalu ia rasakan dan terkadang ia sendiri merasa heran apa dia mulai merasa nyaman atau malah ia mulai cinta entahlah memikirkan semua itu membuat Kayla merasa malu sendiri meski begitu ia masih sedikit takut jika benar ia mencintai Alvin ia akan kembali kecewa.
....
Mobil melaju dengan sedang dan kembali pada tujuan mereka.
Suasana sore yg hangat dengan langit yg mulai berubah dengan warna jingga membuat suasana terasa indah.
Kedua insan itu masih menikmati suasana sore dengan saling berdiam tak ada yg berani memulai obrolan mereka masih seperti orang yg baru saling mengenal.
Kayla sendiri menatap jalan ia memperhatikan banyak pengguna jalan yg hilir mudik di jalan bahkan tak sedikit orang yg menghabiskan waktu di taman kota menghabiskan hari sabtu sore dengan keluarga atau bahkan dengan pasangan mereka.
Kayla merasa iri di saat ia melihat tawa kecil dari sudut bibir anak-anak yg bermain dengan kedua orang tuanya.
Tak hanya itu ia juga melihat kebersamaan orang-orang yg terlihat menikmati waktu kebersamaan mereka.
Waktu berjalan begitu cepat hanya beberapa menit saja mereka sudah sampai di kediaman Alvin.
Alvin memarkirkan mobilnya dengan rapih di depan rumah nya setelah pintu gerbang di buka oleh bi ida.
__ADS_1
Kayla melepas seat belt nya dan segera turun dari dalam mobil. Ia pun beralih ke arah belakang mobil dan membantu bi ida membawa beberapa kantong belanjaan mereka.
''Gak apa-apa mbak Kayla biar bi ida saja yg bawa.'' Bi ida merasa tidak enak.
''Gak apa-apa bi biar sekalian Kayla masuk.'' Kayla langsung mengambil kantong belanjaan dan berjalan ke arah pintu utama.
Alvin kembali mengulas senyum ia merasa sangat beruntung memiliki istri Kayla, wanita yg ia kira sosok wanita yg angkuh ternyata ia sangat baik bahkan terhadap art saja ia bersikap sangat baik mungkin sikap Kayla yg sedikit manja membuat Alvin berpikir seperti itu terlebih sikap malas nya untuk bangun di pagi hari sungguh membuat ia geleng-geleng kepala.
Kayla segera merapikan belanjaan nya pada lemari es dan merapikan makanan yg tadi sempat ia beli.
Tak lupa Ia menata berbagai makanan untuk dirinya dan juga Alvin yg sejak tadi siang mereka belum sempat makan karena kesibukan mereka.
Dengan cekatan ia merapikan dan tersenyum lebar saat ia sudah selesai.
Bi Ida tersenyum simpul baru kali ini ia melihat kembali senyum Kayla padahal sudah hampir dua minggu ini ia tak pernah melihat senyum bahagia nona mudanya itu.
''Kayla ke atas dulu ya bi, kalau mas Alvin tanya bilang aja aku mau istirahat.''
Kayla segera berlalu setelah ia selesai.
Bi Ida hanya mengangguk ia tertawa kecil saat Kayla sudah beranjak pergi.
...
Ia ingin segera mandi tubuhnya terasa sangat lengket apalagi kini perutnya terasa sedikit lapar.
Dengan langkah pelan ia mulai masuk ke dalam kamar nya namun baru juga pintu terbuka ia sedikit terkejut pasalnya semua barang-barang nya tak ada di kamar.
Kamar itu seolah berubah kembali seperti semula ia datang.
Ia segera masuk dan meyakinkan apa yg barusan ia lihat namun betapa heran nya Kayla jika memang barang-barang milik nya sudah tidak ada sama sekali.
Tanpa menunggu lama ia segera kembali ke luar kamar nya untuk mencari bi Ida.
Mungkin dia akan tahu kemana seluruh barang milik nya.
Baru saja ia keluar dari kamar Kayla melihat Alvin tersenyum ke arah dirinya dan berjalan mendekati Kayla yg diam di ambang pintu.
__ADS_1
''Mas barang-barang aku ko gak ada di kamar.'' Adu Kayla pada Alvin.
''Aku lupa tidak memberitahu kamu soal barang-barang milikmu, aku sengaja suruh bi Ida untuk pindahin barang-barang kamu.'' Jelas Alvin namun tentunya membuat Kayla sedikit kesal.
''Kenapa gak bilang dulu, itu semua barang aku, kamu seenaknya aja sih sama aku. Lalu kemana kamu pindah kan semua barang aku?'' tanya Kayla lagi.
''Kesini,''
Alvin mengisyaratkan sorot matanya pada kamar milik nya.
Ia mengulas senyum dan menatap wajah kesal Kayla.
''Mas.''
''Kamu ini istri aku kay, dan sudah seharusnya seperti itu.'' Alvin mencubit gemas hidung Kayla dan segera pergi dari hadapan nya.
Kayla segera beranjak pergi dan masuk ke dalam kamar Alvin. Ia sungguh sangat kesal sekali namun dengan terpaksa ia menerima semua itu.
Ia melihat kamar yg sudah di sulap berbeda dari kamar Alvin yg dulu. Ia melihat beberapa barang milik nya tersimpan rapuh di kamar suaminya.
Langkahnya terus melangkah pergi dan menghampiri bingkai Foto yg kini telah berubah. Ia melihat foto pernikahan mereka yg kini terpasang di atas nakas.
Ingatan nya kini kembali berkelana kini ia ingat biasanya di saat pernikahan seorang mempelai wanita akan berada di samping calon suaminya namun berbeda dengan dirinya ia jelas ingat sekali saat itu ia berada di kamar mungkin itu rencana kedua orang tuanya untuk menyembunyikan siapa wali nikah dirinya.
Kayla menarik napasnya panjang ia mulai duduk di atas kasur suaminya mengingat semua itu sungguh ia merasa hidupnya amatlah rumit.
Jemari lentiknya menarik bingkai foto dan menatap lekat-lekat suaminya ia kembali sadar jika semua itu tak perlu ia sesali ia akan memulai semua dari awal lagi akan berusaha menjadi istri yg baik untuk suaminya.
''Maafkan aku mas, maaf karena aku masih belajar mencintai kamu.'' Ucap Kayla pelan.
Ia sadar mencintai Alvin adalah keputusan yg terbaik untuknya sekarang.
Kayla kembali menaruh bingkai foto itu dan bangun dari duduk nya. Ia berjalan menghampiri lemari pakaian di hadapan nya untuk mengambil pakaian ganti untuk segera mandi.
Kayla memilih baju berwarna putih dengan lengan panjang pemberian dari Alvin. Senyumnya mulai mengembang saat melihat baju itu di tangan nya.
''Semoga ini yg terbaik.'' Ucap Kayla seraya menyungingkan senyum nya.
__ADS_1
Membayangkan ia menjadi istri dan memulai semuanya dari awal sungguh jantungnya berdegup tidak karuan bahkan ia kembali merasa gugup.
...