Antara Cinta Dan Rasa

Antara Cinta Dan Rasa
Bab 17 Ketakutan Kayla


__ADS_3

Mobil telah melaju dengan cepat meninggalkan pekarangan kediaman permana dengan cepat kini melaju di jalanan berbaur dengan kendaraan lain dan saling berpacu ke tempat mereka akan yang akan tuju.


Kayla menarik napasnya panjang. Meski Kayla adalah anak dari pemilik rumah sakit itu Kayla merasa tidak enak jika kedatangan nya kini bersama ayah nya ia tidak ingin membuat orang yang mengenal ayahnya menjadi hormat kepada Kayla karena seperti itulah jika mereka sudah mengenal ayahnya hal yang selalu membuat Kayla merasa tidak nyaman.


Kini mereka telah sampai Kayla segera turun dari mobil ayah nya namun langkahnya terhenti saat Reza lebih cepat berjalan di samping nya.


''Yah Kayla duluan aja ya.'' Pinta Kayla karena ia akan langsung masuk ke ruangan nya saja.


''Kita bareng saja ayah juga mau menemui Alvin biar kita bersama dan setelah itu kamu boleh pergi.'' Reza menatap Kayla dengan senyum dan kini mereka berjalan beriringan.


Kayla hanya bisa pasrah dan benar sekali dugaan nya siapapun yang mengenal ayahnya kini memandang hormat kepada dirinya juga. Kayla hanya melempar senyum seperti biasa yang ia lakukan.


''Pagi tuan Nona.'' Ucap seorang penjaga rumah sakit dengan hormat membuat Kayla kembali melempar senyum.


Kayla dan Reza kini berjalan bersama keruangan ayah nya setelah Reza meminta seseorang untuk memanggil Alvin.


''Kenapa aku harus ikut juga yah?'' Kayla bertanya karena ia pikir ia tidak perlu ikut dalam obrolan ayah nya.


''Ini menyangkut kamu kay.'' Ucap Reza dengan santai.


Namun perkataan Reza membuat Kayla sedikit terkejut bahkan ia sedikit memikirkan apa yang di ucapkan mbak nya.


Reza hanya tersenyum memperhatikan Kayla yang kini duduk bersama nya.


Suara ketukan pintu dari arah luar membuat Kayla menatap ke arah pintu dan ia yakin jika itu adalah Alvin dan benar saja kini Alvin masuk setelah ayah nya menyuruhnya masuk.


"Duduklah." pinta Reza menatap ke arah Alvin.


Alvin segera duduk bersama Kayla dan menghadap Reza yang berada di tengah mereka.


"Om hanya ingin tahu bagaimana perkembangan Kayla?"

__ADS_1


Alvin tersenyum ia menjelaskan bagaimana Kayla di sana bahkan menurut Alvin Kayla sudah bisa sendiri namun Alvin masih ingin mendampingi dirinya selama seminggu lamanya karena Alvin tahu jika Kayla masih sedikit belum bisa mengatasi ketakutan nya hanya itu saja yang membuat dirinya berpikir untuk menemani Kayla agar Kayla bisa mengatasi rasa takut nya bahkan Alvin juga menjelaskan pada Reza jika Kayla sudah menangani pasien sendiri selama ia di rumah sakit.


Reza tersenyum ke arah Kayla ia merasa bangga apa yang ia harapkan pada Kayla kini sudah tercapai.


"Ya sudah kalian boleh pergi." Reza mempersilahkan Kayla dan Alvin untuk kembali bekerja.


Kayla keluar dengan perasaan lega karena apa yang ia dengar dari ayah nya tidak sesuai dengan apa yang ia pikirkan.


"Kay!" Panggil Alvin karena kini Kayla hendak membuka pintu ruangan nya.


"Kay aku mau bicara sesuatu." Ucap Alvin dengan menatap Kayla.


Kayla menatap Alvin dengan sabar ia menunggu lelaki itu untuk bicara.


"Kak Ray." Panggil Kayla saat ia melihat sosok lelaki yang sela ia rindukan bagaimana tidak Rayhan adalah lelaki yang selalu membuat dirinya nyaman apalagi banyak kesukaan mereka yang sama namun sudah beberapa tahun lamanya ia tidak bertemu dengan kak Rayhan tapi kini ia sangat bersyukur Kayla bisa bertemu lagi dengan sosok Rayhan.


Alvin mengikuti arah pandang Kayla dan melihat Rayhan yang berjalan menghampiri dirinya.


"Kak ray kerja disini? kenapa gak bilang sih apa kabar kak?" tanya Kayla dengan perasaan senang nya ia bahkan sangat senang.


Alvin dengan Kayla membuat Rayhan mengurungkan niatnya.


"Jadi kalian sudah saling kenal?" tanya Alvin melihat Kayla terlihat sudah sangat akrab dengan Rayhan.


"Iya dok jadi kak Rayhan ini senior aku waktu di kampus dan karena kak ray juga aku mau menuntaskan kuliah aku." Ucap Kayla menjelaskan.


Namun semua perkataan Kayla membuat Alvin merasa tidak nyaman.


"Oh ya kay. Aku harus segera kembali karena ada pasien yang menunggu. Kita lanjutkan nanti mengobrol nya ya." Rayhan segera pergi kembali dengan hati sedikit senang karena ternyata dugaan nya salah Alvin sepertinya hanya rekan kerja dari Kayla.


"Kay kita ada beberapa pasien yang juga menunggu apa kamu masih ingin melihat dia." Ketua Alvin merasa tidak suka padahal dirinya tadi hendak mengatakan jika dirinya menyukai Kayla bahkan karena kedatangan Rayhan membuat Alvin harus menunda ungkapan rasanya membuat Alvin merasa sedikit kesal.

__ADS_1


Kayla hanya mengangguk ia tahu pekerjaan nya lebih penting sekarang.


Kayla segera masuk ke dalam ruangan nya untuk menyimpan tas nya terlebih dahulu karena ia akan memeriksa beberapa pasien yang sudah menunggu dirinya.


Kayla bekerja seperti biasa namun kali ini ia lebih sering melakukan nya sendiri hanya sesekali saja Alvin akan membantu dirinya.


Apalagi di hari ini banyak sekali pasien membuat Alvin dan Kayla kadang bekerja sendiri tanpa saling membantu.


Hingga waktu istirahat sudah tiba. Kayla berjalan ke arah ruangan nya kembali ia membuka tas nya yang berisi makanan yang tadi mamah nya siapkan untuk nya.


Tok... tok... tok....


Suara ketukan pintu membuat Kayla menghentikan aktivitas nya. Ia segera menghampiri pintu.


"Dokter Alvin." Kayla berkata pelan karena kini ia melihat Alvin sedang tersenyum ke arah dirinya.


"Kamu belum makan kan? kita makan di luar yuk!'' ajak Alvin pada Kayla.


" Sebenarnya aku mau makan sih. Tapi ya sudah tunggu sebentar." Kayla kembali ke meja kerjanya dan menaruh kembali kotak makan nya ke dalam tas miliknya dan berjalan ke arah Alvin yang setia menunggu dirinya.


Kayla berjalan beriringan dengan Alvin sesekali mereka tertawa bersama salin menceritakan kesibukan nya hari ini.


"Baguslah kalau begitu berarti kamu sudah mampu." Alvin tersenyum bahkan tatapan nya itu mampu membuat sosok lelaki yang jauh dari mereka menatap dengan perasaan sakit.


Kayla dan Alvin kini sudah berada di salah satu tempat makan yang sudah sangat sering Alvin kunjungi saat istirahat.


"Enak kan?" tanya Alvin menatap Kayla dengan senang karena Kayla mau menemani dirinya makan siang.


"Iya enak dok." Ucap Kayla dengan lahap memakan makanan nya bahkan biasanya Kayla akan makan dengan pelan namun kali ini karena rasa lapar ia makan dengan sangat lahap bahkan di hadapan lelaki yang belum lama ia kenal Kayla merasa tidak malu.


"Pelan-pelan kay.'' Alvin mengusap sudut bibir Kayla yang terkena makanan dengan tisu membuat Kayla sontak berhenti dan menatap Alvin yang kini sedang tersenyum ke arah nya.

__ADS_1


Kayla merasa ada hal aneh dengan perlakukan manis yang Alvin berikan meski ia tidak menyukai Alvin ia tetap saja merasa canggung di perlakukan manis seperti itu oleh Alvin.


...............


__ADS_2