
Alisa sendiri ia merasa sangat sedih melihat putrinya menangis seperti ini di hadapan nya padahal Kayla adalah anak yg sangat ceria ia bahkan tak pernah memperlihatkan kesedihan nya seperti ini membuat Alisa semakin merasa bersalah.
''Kay,'' Alisa mengulurkan tangan nya pada Kayla dan menyentuh tangan nya dengan sedikit gemetar hingga akhirnya Kayla langsung memeluk mamahnya dengan erat.
Ia mencurahkan rasa sedihnya entah mengapa memeluk mamahnya Kayla dapat merasa sedikit tenang padahal sejak tadi ia sangat kecewa terhadap mamah nya namun tetap saja hati kecilnya berbicara tidak ia bahkan ingin memeluk sejak tadi hanya saja keadaan yg membuat dirinya tidak berdaya.
''Mah, Kay takut kay takut jika mamah akan meninggalkan Kayla.'' Ucap Kayla dengan linang air mata.
Di hati kecilnya tetap sama Kayla ingin tetap jadi gadis kecil mamah nya ia sangat takut jika suatu saat mereka akan berpisah hal itu sangat membuat Kayla takut.
''Seharusnya mamah yg berbicara seperti itu Kay, mamah sangat takut jika setelah kamu mengetahui semuanya kamu akan benci sama mamah dan ayah kamu, bahkan kami sangat takut jika suatu saat kamu akan meninggalkan kami.'' Lirih Alisa dalam hatinya.
Dan entah mengapa sakit di dadanya semakin menyeruak. Rasa penyesalan yg semakin dalam dengan ingatan-ingatan masa lalu kian menghampiri Alisa.
.
Flashback.
Reza mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi ia segera memacu kendaraan itu dan mulai menerobos hujan yg sangat lebat.
Saat itu mereka sedang dalam perjalanan untuk pulang dari luar kota karena pekerjaan sehingga Reza dan Alisa harus meninggalkan anak mereka saat dalam masa kerja mereka namun karena berita dari asisten rumah tangga jika Bima sedang sakit akhirnya mereka memutuskan untuk langsung pulang tanpa menunda lagi kepulangan mereka.
''Hati-hati mas,'' Alisa mengingatkan Reza yg terus saja memacu mobilnya dengan cepat.
Namun saat di persimpangan jalan satu mobil hitam itu langsung saja melaju begitu saja hingga akhirnya kecelakaan tak bisa lagi di hindari.
Namun naas mobil yg di kendarai tadi malah kembali tertabrak oleh mobil lain dari jalur lain.
Alisa tidak dapat mengingat jelas kejadian itu karena tak berselang lama ia jatuh pingsan namun ia sadar kembali saat ia dan korban lain nya sedang di bawa ke rumah sakit yg sama.
Ia melihat suaminya yg terbaring dengan langsung di bawa oleh suster di ikuti oleh dirinya namun betapa terkejutnya ia ternyata kejadian itu melibatkan dua orang yg mereka kenal. Seorang wanita yg sedang tengah akan melahirkan segera di larikan ke ruangan lain sedangkan suaminya ia memasuki ruangan yg sama dengan mereka.
Hingga beberapa waktu telah berlalu Alisa sudah sedikit membaik ia bangun dari atas blankar nya ia menghampiri suami nya yg masih terbaring namun ia sudah sadarkan diri.
''Mas,'' Alisa menangis namun bibirnya kelu untuk mengatakan semuanya hingga akhirnya mereka saling memeluk satu sama lain.
''Aku baik-baik saja jangan menangis lagi.'' Ucap Reza dengan menahan sakit yg ia rasakan.
__ADS_1
Tanpa berbicara Alisa membawa Reza yg sudah cukup membaik ke ruangan teman nya yg sudah lebih dulu ia ketahui. Reza yg sempat bertanya-tanya kini dengan cepat ia mendekati sahabat baiknya yg kini tengah tersenyum ke arah dirinya.
''Rus,'' Reza menangis seketika ia bahkan tak percaya dengan apa yg ia lihat saat ini.
Rusdi sahabat baik nya hanya tersenyum dengan alat medis yg tertancap di tubuhnya. Rusdi mengalami luka yg sangat parah andaikan dia masih ada pun kecil kemungkinan dia akan sembuh normal seperti sedia kala.
''Za, aku minta maaf, aku titip Aira dan anak ku sama kamu tolong jaga mereka aku mohon.'' Ucap Rudi dengan suara yg terbata-bata.
Reza tak sanggup lagi melihat keadaan sahabat baik nya itu ia hanya menangis dengan air mata yg terus saja jatuh dari kedua kelopak matanya.
''Aku minta maaf sama kamu rus, kamu harus sembuh rus kamu harus kuat.''
Namun Rusdi sahabat hanya mengedipkan matanya dalam ia seakan berkata jika dirinya sudah tak akan bisa lama lagi di dunia ini.
''Aku mohon berjanjilah untuk ku jaga anak dan istriku aku za.'' Ucap Rusdi lagi.
''Aku janji Rus, aku akan menjaga anak dan istri mu.'' Reza berkata dengan yakin.
Namun tak berselang lama Rusdi menghembuskan napas terakhirnya membuat Reza dan Alisa hanya bisa menangis di dekat Rusdi yg sudah tidak bernyawa lagi.
Hanya satu penyesalan yg dapat Reza rasakan ia sangat menyesal karena telah membuat sahabat baiknya meninggal meski para posisi sudah menyatakan jika kasus itu bukan kesalahan mereka.
Dan di saat Aira mengetahui kematian suaminya ia mengalami goncangan dalam jiwanya hingga akhirnya ia harus di bawa ke rumah sakit jiwa dan sejak saat itu Kayla di bawa oleh Reza dan Alisa.
Flashback on.
.
Menit demi menit telah berlalu Kayla dan Alisa sudah sedikit tenang. Bahkan mereka sudah saling melepas pelukan mereka.
Kayla masih sembab bahkan matanya semakin membengkak karena ia terus saja menangis.
Kayla menarik napasnya panjang ia beralih menatap wajah teduh sang mamah. Ia sendiri dapat merasakan jika mamah nya memang tulus menyayangi dirinya.
''Mah,'' Kayla kembali berkata.
Alisa menatap ke arah Kayla dengan senyum yg ia coba paksakan.
__ADS_1
''Mah Kay hanya ingin jika kali ini mamah jujur sama Kayla, Kayla ingin tahu siapa orang tua Kayla sebenarnya dan dimana mereka berada.'' Ucap Kayla dengan hati-hati.
Kayla sudah berusaha yakin jika siapapun orang tuanya ia akan berusaha menerima siapa pun itu dan akan mencoba memaafkan mereka seperti apa yg telah Alvin katakan jika seandainya ia di tinggalkan orang tuanya ia akan sangat menyesal dan Kayla tidak ingin itu terjadi pada dirinya. Meski begitu ia akan mencoba ikhlas dan menerima takdir nya dengan ikhlas.
Mamah Alisa menarik napasnya dalam-dalam ia berusaha bersikap tenang.
''Kay mamah hanya ingin kamu tahu jika mamah dan ayah memang sangat menyayangi kamu mamah hanya harap jika kamu mengetahui semua kenyataan ini mamah harap kamu tidak akan meninggalkan kami kay.'' Tutur mamah Alisa dengan berurai air mata.
''Ibu mu masih ada ia ada di rumah sakit jiwa dan, ayah mu ia sudah tiada Kay.'' Mamah Alisa menangis kembali ia sungguh tidak sanggup melihat ekspresi Kayla yg hanya diam mematung tak percaya dengan apa yg di ucapkan dirinya.
''Tidak mungkin mah, tidak mungkin.'' Kayla membenamkan wajahnya ia sangat tidak sanggup dengan kenyataan pahit itu.
Bagaimana mungkin ibunya berada di rumah sakit dan ayahnya.... Ayahnya sudah lebih dulu meninggal kan dirinya.
Tanpa ia sadari air matanya berjatuhan begitu saja ia menangis dalam diam sungguh kenyataan pahit yg kini harus ia terima.
''Maafkan mamah dan ayah mu kay, maaf mamah cukup takut jika kamu meninggalkan mamah.'' Alisa kembali berkata.
Kayla hanya diam ia sama sekali tidak merespon seolah ia syok dengan semua itu hingga akhirnya ia terjatuh pingsan di hadapan sang mamah.
''Kayla.... Ayah.... Alvin tolong! ''
Teriak mamah Alisa yg setengah mati panik. Bagaimana bisa ia bisa menyakiti perasaan anaknya sendiri setelah ia sudah menyakitinya.
Semua orang yg mendengar teriakan dari kamar Kayla mereka dengan cepat segera berlari menghampiri kamar itu ia melihat mamah Alisa yg menahan tubuh Kayla yg hampir terjatuh ke lantai.
Alvin dan Bima dengan cepat mereka membangunkan Kayla dan menidurkan nya ke tempat tidur sedangkan Reza ia menarik mamah Alisa dan memeluk wanita yg sangat ia cintai.
''Kayla yah, Kayla.'' Ucap mamah Alisa dengan terisak.
''Sudah mah, Kayla akan baik-baik saja.'' Reza memeluk mamah Alisa berusaha menenangkan dirinya.
Suasana seakan kalang kabut semua orang begitu sedih melihat orang yg mereka sayangi menangis bersamaan.
Reza membawa mamah Alisa ke ruang tengah dengan Bima yg membantu mbak Susi turun lagi sementara Alvin ia menunggu Kayla di kamar nya sendirian.
Alvin masih setia menanti Kayla tersadar ia sendiri sudah mendengar semua nya dari ayah mertuanya dan ia sendiri sedikit syok dengan semua itu namun ia janji akan selalu berada di samping istrinya untuk menguatkan dirinya.
__ADS_1
''Kay, kamu harus kuat sayang kamu harus kuat untuk mamah dan ibumu.'' Alvin berkata dengan perasaan yg sangat sakit di dadanya ia sangat mencintai Kayla dan melihat Kayla seperti ini sungguh ia sangat tidak sanggup.
......................