Antara Cinta Dan Rasa

Antara Cinta Dan Rasa
Bab 44 Sisi yg berbeda


__ADS_3

Malam telah tiba Kayla kini sudah melaksanakan shalat isya di awal waktu bahkan sejak magrib berlalu ia berdiam di kamarnya apalagi mengingat Alvin yang sangat ketat pada shalat awal waktu membuat dirinya enggan untuk hanya sekedar keluar kamarnya ia sengaja melakukan itu hingga saatnya tiba adzan isya ia akan langsung shalat meski dia hanya memainkan ponselnya di kamar dan tidak melakukan hal yang lainnya.


Kayla yang sudah selesai ia pun turun dari kamar nya menuju lantai bawah. Awalnya ia ingin langsung tidur namun karena bosan akhirnya ia pun memutuskan untuk turun ke lantai bawah apalagi ia merasa sedikit lapar.


Kayla yang sudah berjalan setengah tangga ia melihat Alvin yang sedang menonton sebuah acara debat yang kini mengingatkan dirinya akan sosok ayahnya yang memiliki hobi yang sama.


Kayla semakin mempercepat langkahnya hingga kini ia berada di hadapan Alvin hendak duduk bersama suaminya.


''Tumben baru turun.'' Alvin menaik turunkan alisnya seolah merasa heran.


Kayla hanya tersenyum kikuk ia memilih duduk di samping Alvin yang masih terlihat fokus pada tontonan nya.


''Dimana bi Ida?'' tanya Kayla karena rumah seakan terasa sepi jika bi Ida tidak ada.


''Ada mungkin bi Ida sedang di belakang.'' Jawab Alvin seolah tidak ingin di ganggu.


''Bibi!'' teriak Kayla membuat Alvin seketika menoleh ke arah Kayla.


''Pelan-pelan, kasihan bi Ida jika di teriaki seperti itu kay,'' Protes Alvin karena Kayla bersuara dengan suara full nya.


Kayla tertawa kecil dan menampilkan deretan gigi putihnya saat mendengar Alvin yg memprotes dirinya.


Dengan cepat bi Ida segera menghampiri Kayla.


''Iya mbak?'' tanya bi Ida karena dirinya mendengar panggilan Kayla yang begitu mengagetkan dirinya.


Padahal bi Ida barusan baru saja hendak tidur namun belum juga sempat ia menutup matanya suara Kayla menggema hingga mau tak mau akhirnya ia harus kembali menghampiri Kayla.


''Bibi duduk di sini temani aku.'' Kayla menepuk kursi di sebelahnya.


Bi Ida merasa tidak nyaman apalagi kini ia harus duduk di samping Kayla terlebih ada Alvin juga yang kini bersama Kayla.


''Ayo.'' Ucap Kayla lagi membuat mau tak mau bi Ida pun menuruti kemauan nya.


Bi Ida pun hanya bisa pasrah ia pun duduk di samping Kayla meski sebenarnya bi Ida ingin sekali tidur karena ia merasa sedikit bosan terlebih rasa lelah yg ia rasakan.

__ADS_1


''Ada apa mbak?'' tanya bi Ida lagi karena setelah bi Ida duduk Kayla tidak berucap lagi.


Kayla meraih remote di hadapannya ia memindahkan acara TV nya pada acara film yang kini sedang populer dan menatap bi Ida dengan senyum tipisnya.


''Temani aku nonton bi.'' Kekeh Kayla pelan karena menyadari jika saat ini Alvin menatap dirinya dengan tatapan kesal.


Alvin hanya bisa menarik napasnya panjang ia hanya bisa pasrah dengan tingkah Kayla.


''Hiburan mas,'' Kekeh Kayla yang kini menatap suaminya bahkan mereka saling menatap.


Bi Ida yang kini menyaksikan kedua insan itu ia hanya tertawa kecil bagaimana tidak Alvin yang tak pernah di ganggu bahkan terkesan dingin kini berhadapan dengan wanita yang membuat dirinya tidak bisa berkutik.


Kayla kini menikmati tontonan nya tanpa sedikit terganggu dengan Alvin yang beralih keluar.


Ia bahkan menikmati cemilan yg sengaja bi Ida taruh di meja untuk Alvin.


Bahkan karena rasa lapar yang menyerang Kayla tidak memperdulikan makanan apa yg kini ia masukan. Padahal sebelumnya Kayla akan selalu mengontrol apa saja yang boleh dan tidak boleh ia makan di saat malam. Entahlah mungkin karena sejak kemarin ia sakit dirinya melupakan hal itu.


''Mbak Kayla kenapa gak larang mas Alvin ke luar kasihan loh.'' Bi Ida berkata dengan sedikit pelan takut saja jika Kayla salah paham padanya.


Kayla hanya menoleh sekilas dan asik kembali dengan cemilannya.


Bi Ida hanya bisa pasrah ia sangat tahu jika Alvin sudah keluar di saat malam, Alvin tak akan cepat-cepat kembali masuk ia selalu merasa nyaman jika berasa di luar saat malam dan hal yang selalu membuat bi Ida heran Alvin yang seolah menjadi murung, terlihat jelas jika majikannya itu seperti menyimpan sebuah beban yang sangat besar dari tatapan nya.


...


Alvin menarik napasnya panjang ia menikmati secangkir kopi di tengah suasana malam.


Ia menatap halaman nya yg kini terlihat sedikit remang karena cahaya lampu di tengah gelapnya malam.


Ia menengadahkan pandangannya ke langit dan menikmati malam yang seolah menemani dirinya dengan hembusan angin yg menyentuh lembut pada kulitnya.


Alvin memang selalu melakukan hal seperti ini namun jika berada di rumah orang tuanya ia tidak bisa melakukannya karena ia akan menghabiskan waktunya di kamarnya tanpa berniat bergabung dengan keluarganya.


Alvin memiliki ruang hati yang kosong ia selalu merindukan sosok ibu kandung nya yang sudah lama meninggalkan dirinya. Meski mami nya sangat baik seperti ibu kandung nya sendiri namun tetap saja jika saat malam seolah terasa sangat nyata ia kehilangan ibunya. Ibu yg selalu ia rindukan dimana ia tak akan pernah bisa lagi menyapanya hanya doa saja yg selalu ia kirimkan sebagai salam rindunya.

__ADS_1


Sejak awal pernikahan mami nya dengan papahnya Alvin adalah anak yg pertama menentang pernikahan itu bahkan sejak saat itu ayahnya tidak terlalu dekat dengan Alvin meski kini hubungan mereka seperti membaik kembali. Namun tetap saja Alvin menyadari seolah ada tembok besar yg menghalangi dirinya dengan sang papah membuat Alvin sering menyendiri di rumah ini.


Malam kini semakin larut namun Alvin tak sedikitpun beralih dari tempat duduknya ia masih setia menikmati suasana malam yang membuatnya merasa tenang.


Merasakan hembusan angin yg berhembus pelan menyapa kulitnya.


Kayla yang menyadari hal itu ia segera menghampiri pintu dan benar saja ia melihat Alvin yang sedang bersantai di depan rumah.


Kayla pun berjalan ke luar dengan langkah sedikit pelan namun ia terus saja melangkah hingga kini ia berada di belakang Alvin.


''Mas,'' Kayla memegang pundak Alvin yang kini berada di hadapannya.


Alvin tersentak kaget ia pun membalikan tubuhnya menatap Kayla yang kini berdiri di belakang dirinya.


''Sudah malam ayo masuk.'' Ucap Kayla lagi.


Namun bukannya memberikan jawaban Alvin malah menarik lengan Kayla hingga kini Kayla merasakan lengannya di pegang erat oleh Alvin.


''Kenapa?'' tanya Kayla lagi karena Alvin tetap diam saja.


''Temani aku kay,'' pinta Alvin pada Kayla.


Kayla mengangguk dan mendudukkan dirinya di samping Alvin.


''Mas?'' kayla memanggil Alvin lagi membuat Alvin kembali menoleh dirinya.


''Apa ada sesuatu?'' tanya Kayla karena sejak tadi Alvin hanya diam benar saja apa yang bi Ida katakan padanya jika Alvin akan terlihat tidak baik-baik saja jika berada di luar saat malam.


''Enggak ko, aku hanya ingin diam di sini sebentar.'' Alvin menyungingkan senyumnya menatap Kayla.


''Ini sudah malam mas, tidak baik sebaiknya kita istirahat nanti mas malah sakit.'' Ucap Kayla yg langsung bangun kembali dari duduknya.


Ada rasa heran yg kini tumbuh di diri Kayla ia tidak mengerti apa yg membuat Alvin seperti murung.


Alvin yg mendengar ucapan Kayla ia sedikit kaget pasalnya ia menjadi teringat jika Kayla baru saja sembuh.

__ADS_1


''Ya udah ayo kita masuk, nanti kamu juga malah masuk angin.'' Alvin menarik tangan Kayla dan segera masuk ke dalam rumah.


......................


__ADS_2