Antara Cinta Dan Rasa

Antara Cinta Dan Rasa
Bab 53


__ADS_3

Kayla tak mampu berkata-kata lagi hanya air mata yg terus saja jatuh.


Dirinya memang sangat rapuh bagaimana bisa dengan mudahnya ia menerima kenyataan itu meski memang adanya seperti itu.


''Jangan menangis lagi, kita bisa melewatinya bersama.'' Alvin berkata lagi dengan lembut tangan nya mengusap punggung Kayla agar ia merasa sedikit tenang.


Setidaknya hanya itu yg bisa ia lakukan untuk saat ini meski ia tahu jika Kayla akan kembali terpuruk namun dengan itu mungkin ia akan sedikit melupakan sejenak beban yg begitu berat dalam hidupnya.


Alvin sendiri akan berbicara pada


Bima, karena hanya Bima yg mungkin dapat ia percaya ia ingin sekali tahu alasan apa yg sebenarnya tersembunyi dari semua ini.


...


Malam semakin larut kini Kayla dan Alvin sudah kembali pada kamar masing-masing.


Kayla sendiri ia sedikit lebih tenang karena adanya Alvin di sisinya. Entahlah jika tidak ada Alvin dirinya akan seperti apa setidaknya dengan kehadiran Alvin Kayla merasa jika kini dirinya tidak sendirian.


Ada rasa syukur yg kini muncul dalam hatinya ia sangat bersyukur karena Alvin selalu ada di sisi nya meski memang awal pernikahan mereka tidak baik-baik saja bahkan Alvin sendiri bersikap tak menerima kehadiran Kayla namun kini Alvin kembali seperti dulu suatu yg patut di syukuri oleh Kayla.


Suara ponsel Kayla kini kembali terdengar di telinga Kayla. Ia mulai meraih ponsel yg ia taruh sembarangan.


Entah ke berapa kali panggilan telepon itu Kayla hiraukan. Kayla masih butuh waktu untuk sediri dirinya belum sepenuhnya baik ia masih sangat terpuruk.


Matanya kini menatap layar ponsel nya yg tertera jika mbak Diana yg kini tengah menelpon dirinya.


Kayla hanya bisa menangis kali bagaimana bisa seorang kakak yg selama ini Kayla percaya sampai hati membohongi dirinya bahkan mas Bima yg selalu Kayla hormati seperti kedua orang tuanya sendiri sama saja.


Entahlah Kayla tak butuh penjelasan untuk saat ini yg ia rasakan hanya kecewa yg sangat dalam hingga ia memutuskan untuk memastikan ponsel nya.


Kayla menarik napasnya panjang berulang kali ia menormalkan dirinya berharap secercah tenang dalam hatinya akan muncul namun begitu sangat sulit.


Dengan mata yg sudah membengkak dan tubuh nya mulai melemah ia kini memaksakan dirinya untuk tidur ia berharap jika dirinya akan lebih baik ketika ia terbangun.

__ADS_1


...


Alvin belum bisa juga tidur pikirannya terus saja memikirkan Kayla entah harus bagaimana dirinya menghadapi Kayla.


Hingga kini satu panggilan itu kembali masuk membuat Alvin segera meraih ponsel yg sejak tadi ia abaikan karena ponsel yg dari tadi ia tinggalkan di kamarnya.


Bukan apa dirinya saja merasa tak mampu berkata apa-apa Alvin merasa sangat sedih melihat Kayla seperti orang yg tidak waras terkadang ia menangis terkadang ia berbicara sendiri bahkan kondisinya sangat membuatnya khawatir.


''Assalamu'alaikum.'' Salam Alvin saat mengangkat panggilan telepon dari mas Bima.


''Kamu kemana aja sih al, gue sejak tadi telepon gak lo gak angkat terus.'' Bima sedikit menaikan suaranya pada Alvin.


Alvin hanya bisa pasrah dengan omelan sang kakak iparnya itu ia menerima nya karena memang dirinya juga bersalah karena membuat kakak iparnya menjadi khawatir.


''Bagaimana dengan kondisi adik gue al?'' tanya Bima langsung pada pokok pertanyaan nya.


''Dia baik, aku mohon mas beri Kayla sedikit dulu ruang. Aku tahu kalian sangat khawatir tapi sedikit saja beri Kayla ruang ia sangat terguncang dengan semua kenyataan ini.'' Jelas Alvin pada Bima.


Terdengar suara mas Bima yg menarik napasnya panjang.


''Ya tentu mas, kalian tidak udah khawatir aku hanya menunggu penjelasan kalian kasihan juga Kayla.'' Ucap Alvin yg langsung menutup kembali panggilannya setelah mengucap salam pada kakak iparnya itu.


Alvin sendiri ia sangat penasaran apa sebab utama mereka menyembunyikan identitas Kayla apalagi setelah sekian lama ini.


Entahlah Alvin tak ingin lagi membuat Kayla semakin terpuruk ia hanya yakin jika ada sesuatu yg sangat besar dari balik semua ini.


Ia mulai merebahkan tubuhnya pada kasur ia mengingat kembali kejadian tadi siang yg membuat dirinya merasa senang.


Ya sudah sangat lama ia tidak melihat tawa lepas dari Kayla begitu baru saja ia melihat tawa dari wanita itu ia langsung melihat kesedihan yg sangat mendalam membuat Alvin sangat sedih.


''Aku yakin kamu wanita yg sangat kuat kay, aku yakin ada suatu di balik semua ini.'' Gumam Alvin pelan.


Alvin yg mulai merasa mengantuk tanpa ia sadari matanya kini mulai memejamkan matanya dengan rasa lelah bercampur dengan semua pikiran yg bersarang dalam benaknya membuat Alvin langsung tertidur setelah seharian ini dirinya menguras semua tenaga dan pikiran nya.

__ADS_1


...


Pagi sekali pukul tiga dini hari.


Alvin yg sudah terbiasa terbangun di saat dini hari ia mulai bangun dan menatap jam di dinding yg menunjukan pukul tiga dini hari.


Ia berjalan dengan langkah beratnya menuju kamar mandi untuk segera membasuh wajahnya dan mengambil wudhu untuk melaksanakan shalat tahajud.


Beberapa menit telah berlalu ia sudah selesai dengan semua aktifitas nya. Ia mulai menghamparkan sajadah nya dan mulai melaksanakan shalat.


Hingga kini tiba di rakaat terakhir ia pun mengakhiri dengan salam dan berdoa.


Ia menatap langit-langit kamarnya dan merenungi setiap langkah kehidupannya sendiri.


Alvin yg sudah menikah ia memiliki istri yg sangat ia cintai bahkan tak pernah ia bayangkan jika dirinya akan bersanding dengan wanita yg ia cintai itu namun takdir belum juga berpihak kepada dirinya. Setelah pernikahan yg ia dapatkan namun tetap saja ia masih belum juga dapat bersama hanya bersama dalam satu atap tanpa menghabiskan waktu bersama cita-cita yg selalu ia impikan dapat shalat tahajud bersama seakan sulit ia lakukan meski terkadang mereka melakukan shalat wajib bersama namun tetap saja Alvin berharap jika setiap waktu akan seperti itu.


Mungkin dirinya masih jauh dari sang Maha pencipta mungkin dirinya masih berharap pada mahluk nya hingga dirinya merasa sedih di saat apa yg ia inginkan belum juga dapat terkabul.


Pikirannya kini kembali sadar ia mengingat Kayla yg sedang bersedih dengan kehidupan nya.


''Astagfirullah.'' Gumam Alvin menyadari jika ada sesuatu yg lebih penting dari sekedar harapan dan angannya saja.


Alvin segera bangun dari duduknya setelah ia memohon ampun pada sang Maha pencipta dan berdoa untuk kebaikan pernikahan dirinya.


Ia mulai berjalan ke arah pintu dan segera berjalan ke arah kamar Kayla dan mengetuk kamar istrinya itu.


Tok...tok... tok....


''Kay?'' Alvin memanggil Kayla.


Namun beberapa menit telah berlalu belum juga ada sahutan dari Kayla hingga rasa khawatir itu muncul kembali dengan seketika.


''Kay? sudah waktunya shalat kamu sudah bangun?'' Alvin berteriak dari luar lagi namun dengan suara yg lebih kencang tapi tetap saja Kayla tidak membuka kan pintu kamarnya bahkan ia tidak menjawab sahutan Alvin membuat Alvin semakin khawatir.

__ADS_1


......................


__ADS_2