Antara Cinta Dan Rasa

Antara Cinta Dan Rasa
Bab 45


__ADS_3

Pukul sepuluh malam. Kayla belum juga bisa tidur ia bahkan masih memikirkan Alvin yg terlihat murung saat di luar namun saat di dalam rumah ia kembali bersikap biasa.


Kayla kembali memainkan ponselnya karena sejak tadi ia mencoba memejamkan matanya, matanya seolah tidak bisa di ajak kompromi hingga akhirnya ponsel nya lah yg menjadi sasaran nya.


Ia melihat akun media sosialnya bahkan ia melihat-lihat akun Alvin yg sejak tadi membuatnya memiliki rasa penasaran tinggi terhadap suaminya.


''Apa mas Alvin menyesal ya menikah dengan aku?'' gumam Kayla pelan karena ia mengingat foto wanita yg berada di kamarnya terlebih sikap Alvin yg membuatnya memiliki setumpuk pertanyaan terhadap dirinya.


Hingga beberapa saat Kayla melihat sebuah foto kebersamaan Alvin dengan seorang wanita yg menampilkan punggung mereka dan juga tangan mereka yg kini saling memperlihatkan cincin.


Dengan rasa penasaran itu bahkan dadanya yg kini terasa sesak Kayla mencari kebenaran siapa wanita itu namun sepertinya tak ada jawaban lagi, hanya dua foto yg ia temukan dan itupun tidak memperlihatkan siapa wanita itu sebenarnya.


Hingga malam semakin larut Kayla belum juga bisa tertidur pikirannya melayang di udara memikirkan siapa wanita itu bahkan dirinya tidak bisa tidur mengingat kebersamaan Alvin dengan wanita itu.


''Kenapa aku malam memikirkan Alvin sih.'' Gumam Kayla yang langsung mematikan ponselnya lagi dan beralih menarik selimut tebalnya dengan sekuat tenaga ia memejamkan matanya.


...


Malam telah berlalu Alvin sudah bangun di sepertiga malam ia bangun dengan langkah beratnya ia mulai berjalan ke kamar mandi dan segera membasuh wajahnya untuk segera mengambil wudhu.


Alvin tidak melupakan ajaran dari sang ibunya. Alvin bahkan selalu mengingat semuanya apa saja yg telah ibunya ajarkan Alvin selalu mengamalkan nya meski terkadang Alvin merasa malas namun di saat itu ia selalu berusaha mengingat sang ibu agar semakin kuat rasa iman nya seperti apa yg ibunya ajarkan.


Hingga beberapa menit telah berlalu ia sudah selesai dengan aktifitas nya kini ia segera melaksanakan shalat dan memohon ampun pada sang Khalik atas perbuatannya tidak lupa ia meminta kebaikan atas pernikahan dirinya.


Alvin yg sudah selesai ia menatap sekitar kamarnya hingga kini tatapan matanya tertuju pada sebuah foto yg mengingatkan dirinya dengan masa lalunya.


Nasya, ya Nasya lah wanita yg berada di dalam foto itu.


Alvin jelas sangat mencintai wanita itu bahkan ia merasa sedih mengingat dirinya lah yg membuat wanita itu berhenti mencintai dirinya bahkan Nasya sendiri yang meminta agar dirinya menjadi suami yg baik untuk Kayla.


Bagaimana ia bisa dengan mudahnya melupakan Nasya begitu saja saat dirinya sudah memberikan cincin tanda keseriusan dirinya bahkan rencananya untuk melamar secara resmi pada keluarga Nasya harus ia batalkan karena dirinya sudah dah menjadi suami Kayla.


''Maafkan aku Nasy, maaf karena telah melukai kamu.'' Ucap Alvin lirih.


Alvin mengambil bingkai foto itu dan mengeluarkan fotonya.


Ia tidak ingin jika suatu waktu Kayla akan melihatnya dan ia akan terluka karena dengan begitu ia akan berpikir jika Alvin tidak serius dalam menjalani pernikahan mereka.


Tentunya Alvin tidak ingin itu terjadi bagaimana pun ia menghargai Kayla dan akan berusaha mengikhlaskan Nasya.


Alvin segera memasukan foto itu ke dalam kantong kresek dan memasukan nya pada tong sampah yg berada di kamarnya. Dengan napas panjang nya ia kembali duduk perasaan nya merasakan ada sesuatu yg sangat sulit ia artikan. Alvin menatap jam yg menempel di dinding kamarnya hingga kini ia teringat jika ia belum membangunkan Kayla.

__ADS_1


Alvin pun bangun dari duduknya dan berjalan keluar kamarnya menuju kamar Kayla yg berada di depan kamar miliknya.


Tok...tok...tok...


''Kay? kamu sudah bangun?'' tanya Alvin di balik pintu kamar Kayla.


Hingga beberapa detik berlalu belum ada jawaban membuat Alvin kembali mengetuk pintu kamar Kayla.


Tok...tok...tok...


''Kay?'' Alvin mengetuk pintu sedikit keras bahkan sedikit menaikan suaranya karena ia mengira jika Kayla masih tidur.


Kayla yg merasa tidurnya terganggu mau tak mau ia pun akhirnya menyimbak kan selimutnya dan berjalan ke arah pintu tanpa berniat menjawab suara Alvin sedikitpun.


Tangannya kini meraih gagang pintu kamar dan melihat sosok Alvin yg berdiri di hadapannya.


''Berisik mas, aku masih ngantuk!'' Ucap Kayla kesal bahkan ia langsung menutup kembali pintu kamarnya membuat Alvin sedikit geram.


''Kayla shalat dulu ini sudah subuh.'' Ucap Alvin lagi namun kini dengan nada dinginnya.


Alvin sadar jika dengan sikap kerasnya Kayla tidak akan menuruti dirinya bahkan mungkin saja Kayla akan menganggap dirinya sebagai pemaksa lagi pula Kayla sudah dewasa.


Kayla hanya bisa mengendus kesal. Bukannya ia tidak tahu tapi ia sedikit malas karena belum lama ia baru saja tidur setelah melewati malam yg panjang yg ia habiskan dengan memikirkan sosok wanita yg entah siapa itu yg berada di dalam foto kamar Alvin.


Kayla membulatkan matanya saat melihat Alvin yg kini berdiri di kamarnya.


''Aku masih ngantuk mas.'' Kesal Kayla sambil menutup wajahnya dengan selimut.


Namun bukan Alvin namanya ia malah berjalan mendekati Kayla dan menarik selimut itu hingga kini terlepas dari tubuh Kayla.


''Kamu itu wanita dewasa Kay! bahkan kamu sudah menjadi seorang istri tapi sikap kamu malah seperti anak kecil sana shalat.'' Tegas Alvin yg kini duduk di sofa kamar Kayla.


Kayla menatap tajam Alvin ia mulai bangun dari tidurnya dan melangkahkan kaki beratnya menuju kamar mandi.


''Siapa suruh mau nikah sama aku, bukannya nikah aja sama wanita yg kamu cintai.'' Kesal Kayla bahkan ucapannya kini menarik Alvin yg sejak tadi diam setelah marah padanya.


''Aku sudah melakukan nya jadi cepat ambil wudhu bukannya malah mengoceh tidak jelas.'' Tegas Alvin lagi membuat Kayla semakin kesal pada dirinya.


Beberapa menit telah berlalu, Kayla sudah selesai mengambil wudhu ia berjalan ke arah kamarnya lagi namun betapa terkejutnya dia saat melihat Alvin yg masih berada di kamarnya.


Kayla mengira jika Alvin akan keluar dari kamarnya setelah ia ke kamar mandi namun dugaannya salah ia malah Melihat Alvin yg kini santai di kursi dengan tatapan nya mengarah ke arah dirinya.

__ADS_1


''Aku mau shalat mas,'' Kayla melirik ke arah Alvin yg masih diam di tempat yg sama.


''Shalat lah aku mau melihat apa shalat mu benar apa tidak.'' Ucap Alvin lagi tidak ingin di bantah.


Alvin sengaja ingin melihat shalat istrinya bagaimana pun Kayla kini adalah istrinya dan sangat besar tanggung jawab dirinya atas Kayla.


Kayla hanya bisa pasrah ia pun akhirnya memilih segera shalat agar Alvin segera keluar dari kamarnya.


''Laki-laki itu dia seperti seorang guru saja,'' gumam Kayla dan langsung melaksanakan shalat nya.


Hingga kini Kayla telah selsai shalat Alvin masih diam di kamarnya. Namun terlihat Alvin yg kini tersenyum ke arah dirinya.


''Aku tunggu di dapur biar aku masakan sesuatu karena pagi ini aku mau mengajakmu pergi ke suatu tempat.'' Ucap Alvin lagi dan berlalu dari hadapan Kayla.


...


Pagi-pagi sekali kini mereka sedang berada di dapur.


Kayla tidak memasak ia hanya memperhatikan Alvin yg sedang membuat sebuah sarapan untuk mereka berdua sedangkan bi Ida ia hanya membantu membereskan rumah dan mencuci sedangkan memasak Alvin memilih untuk melakukan nya sendiri.


Kayla yg sejak tadi sibuk dengan buah di tangannya ia sama sekali tidak tertarik untuk membantu suaminya ia masih saja bersikap seperti itu. Bahan seperti di rumahnya.


Namun Alvin tidak memusingkan hal itu karena percuma saja Kayla membantu dirinya jika ia memang tidak berniat membantunya.


''Mas nanti kita ke supermarket ya, buah di kulkas sudah pada habis sekalian aku juga mau beli stok cemilan'' Kayla mengungkapkan keinginan nya.


Alvin hanya mengangguk menanggapi permintaan Kayla.


''Oh ya mas, apa mbak Susi sudah pulang?'' tanya Kayla lagi.


Kayla kini banyak berbicara seolah tadi subuh tidak apa masalah dengan Alvin padahal tadi saat subuh ia banyak mengungkapkan kekesalan nya pada Alvin dengan sikap bahkan suaranya yg tidak bersahabat..


udah kemarin mbak Susi sudah aku ijinkan pulang, apa kamu mau ke rumah? aku dengar mbak Susi akan tinggal di rumah mamah.'' Tutur Alvin panjang lebar.


Kayla hanya mengangguk dan berusaha menelan sisa buah di dalam mulutnya.


''Boleh aku mau banget Mas'' Kayla menjawab dengan antusias ia juga berniat untuk membawa mobilnya karena sangat susah sekali dirinya pergi kemana-mana jika ia harus mengandalkan Alvin.


Alvin menyajikan makanan nya ke meja makan ia membuat Oatmeal dengan Buah-Buahan juga sandwich roti gandum untuk mereka berdua tidak lupa telur rebus kesukaan Alvin yg sengaja ia buat karena memang telur rebus adalah makanan favorit nya di saat pagi.


Kayla sendiri ia sangat senang dengan apa yg Alvin buat. Tentu saja makanan seperti inilah yg selalu ia harapkan saat ia lapar karena dengan begitu ia tidak akan terlalu membatasi dirinya untuk makan sesuatu karena tidak terlalu berat.

__ADS_1


Alvin tersenyum tipis saat melihat Kayla yg menikmati menu sarapannya Ia tidak tahu saja jika rencana nya setelah ini yg akan membuat dirinya mau tak mau akan makan besar.


......................


__ADS_2