
Alvin sedikit gusar saat mendengar penuturan Nasya bagaimana tidak ia seolah sedang melindungi wanita hamil yg tidak lain adalah istri dari mantan kekasih istrinya.
Bagaimana bisa ia melindungi dirinya meski bukan Rayhan dirinya tidak ingin terlihat dalam maslah rumah tangga mantan kekasihnya.
''Setidaknya sampai aku bisa tenang vin, aku tidak mau kalau kehamilan aku ini membuat aku semakin menyakiti dirinya.'' Jelas Nasya dengan tangis nya lagi.
Alvin hanya bisa menghembuskan napas beratnya '' Tapi tidak dengan cara seperti ini Nasy, kamu malah akan lebih melukai perasaan dirinya setidaknya bicarakan terlebih dahulu permasalah kalian baik-baik.'' Saran Alvin.
Nasya menggeleng ia sudah tidak ingin mempertahankan rumah tangga nya. Andai saja ia tidak memberikan nya waktu itu mungkin dirinya tidak akan mengandung anak dari lelaki yg tidak ia cintai.
''Aku tidak bisa Nasy, aku tidak ingin ikut campur dalam masalah kalian.'' Tegas Alvin lagi.
Nasya semakin terisak ia tidak memiliki pilihan lagi jika saja ayahnya tahu tentang kehamilan dirinya tentu dirinya tidak bisa lepas dari lelaki itu bahkan untuk saat ini saja ia sangat sulit meminta cerai pada Rayhan.
Lelaki itu terus saja diam bahkan selalu bersikap baik terhadap dirinya meski Nasya selalu bersikap tidak baik pada dirinya.
''Nasy, setiap kehidupan punya jalan masing-masing dan aku yakin Rayhan adalah lelaki yg terbaik untuk kamu.''
Nasya dengan cepat menggelengkan kepalanya ia menatap wajah Alvin yg terlihat menatap sedih pada dirinya.
''Enggak vin, aku gak bisa aku gak bisa memilih jalan ini aku sudah katakan sejak dulu bahkan sejak pernikahan kamu di mulai kamu sendiri kan yg meminta aku agar setia menunggu kamu tapi apa kamu malah hidup bahagia sama dia aku cinta sama kamu vin bahkan untuk saat ini aku masih cinta.''
__ADS_1
Alvin mengusap wajahnya kasar. Bagaimana bisa Nasya berkata seperti itu setelah sekian lama ia tidak bertemu dengan nya. Bahkan dirinya saja sudah bahagia dengan kehidupannya yg sekarang.
''Aku rasa kamu sedang mengalami tekanan Nasy, sebaiknya kamu istirahat kasihan bayi kamu dia lebih membutuhkan kamu untuk saat ini dan untuk permintaan kamu maaf aku gak bisa.'' Ucap Alvin lagi.
Bagaimana bisa ia menyetujui ide gila dari wanita di hadapan nya itu.
Berpura-pura menjadi ayah dari anak yg tak seharusnya dengan menghancurkan rumah tangga orang lain sungguh dirinya tidak ingin bukan seperti itu dirinya ia cukup waras dengan semua keinginan wanita itu.
Nasya hanya bisa menangis sungguh ia sudah bingung bagaimana cara agar pernikahan nya berhenti sampai disini.
Alvin mengambil sebuah sapu tangan ia memberikan sapu tangan miliknya pada Nasya melihat wanita itu bersedih tentu membuat dirinya tidak tega terlebih sudah begitu banyak Nasya mengambil tisu hingga tak tersisa satupun tisu yg bisa ia pakai lagi.
''Berhentilah menangis Nasy kasihan bayi kamu aku yakin kamu akan mendapatkan kebahagiaan suatu saat nanti.'' Ungkap Alvin seraya menyodorkan sebuah saputangan pada Nasya.
Tak bisa ia tahan lagi Nasya malah langsung berhambur memeluk Alvin seolah dirinya memang membutuhkan seseorang yg mampu menenangkan hatinya.
Nasya kembali menangis dalam pelukan Alvin meski lelaki itu tak sedikitpun membalas pelukan darinya namun Alvin hanya diam ia memilih membiarkan Nasya menangis dalam pelukan nya meski dalam hati kecilnya ia sangat takut jika apa yg Nasya lakukan akan di ketahui oleh orang lain.
''Sudahlah Nasy kasihan bayi mu.'' Kata Alvin lagi karena sudah beberapa menit ia membiarkan Nasya menangis dalam pelukannya ia belum juga melepas Alvin membuat Alvin bingung.
Nasya hanya diam dan membuat Alvin akhirnya mengusap punggung wanita itu.
__ADS_1
''Aku tahu ini semua berat untuk kamu Nasy, tapi ada kalanya kita harus berdamai dengan keadaan aku yakin kamu akan bahagia dan perlu kamu tahu banyak sekali orang yg menyayangimu termasuk bayi yg saat ini berada dalam perutmu ia sangat menyayangi dirimu ia juga sangat membutuhkan dirimu seperti halnya kamu membutuhkan dekapan seperti itu juga bayi mu jadi aku mohon berhentilah menangis itu tidak baik kasihan bayi kamu yg tidak tahu apa-apa.'' Jelas Alvin dengan nada lembut namun tangan nya masih mengusap punggung Nasya.
''Vin boleh aku meminta sesuatu dari kamu?'' tanya Nasya dengan air mata yg masih saja keluar membuat baju yg Alvin kenakan basah.
''Ya jika itu bisa membuat kamu berhenti menangis.'' Sahut Alvin ragu.
Sebenarnya Alvin enggan mengatakan itu tapi apa daya pelukan Nasya belum juga berhenti membuat Alvin tidak memiliki pilihan lain selain mengiyakan keinginan wanita di hadapannya itu.
''Aku mau kamu tidak melarang aku menemui kamu setidaknya hanya kamu yg bisa membuat aku merasa lebih baik.'' Jawab Nasya dengan jujur.
Karena memang untuk saat ini hanya Alvin lah yg dapat membuat dirinya lebih baik setidaknya dengan berbicara dengan Alvin dirinya mampu memikirkan bayi yg kini berada dalam perutnya.
Meski bayi yg saat ini ia kandung tak pernah ia harapkan namun bagi Nasya bayi yg saat ini ia kandung merupakan anugrah yg tak dapat ia pungkiri.
Dirinya sendiri merasa senang dapat merasakan hamil namun disisi lain banyak sedih yg ia rasakan karena bukan Alvin lah ayah dari bayi yg saat ini ia kandung melainkan lelaki yg sangat tak pernah ia cintai lelaki asing yg dengan terpaksa harus menjadi suaminya bahkan tanpa ia harapkan sama sekali karena memang hanya Alvin yg sangat ia cintai.
''Baiklah selama kamu mau menjaga anak kamu aku tidak akan melarang kamu menemui aku.'' Papar Alvin dengan tulus.
Sebenarnya ada rasa takut juga yg kini Alvin rasakan ia takut jika apa yg akan ia ucapkan akan menganggu hubungan rumah tangganya namun setelah ia menimbang ulang akhirnya ia mengiyakan keinginan Nasya karena jika tidak ia juga takut jika Nasya akan melakukan hal buruk terhadap bayi yg tidak berdosa terlebih dirinya sendiri pernah bersalah karena telah menahan Nasya agar tidak pergi saat dirinya sudah menikah padahal disaat itu Nasya sudah ingin pergi si saat dirinya telah resmi menjadi suami dari wanita lain.
Nasya tersenyum ia pun menghapus jejak air mata dan melepas kembali pelukan nya dari lelaki yg sudah sangat lama ia rindukan bahkan ia ingin sekali memeluk Alvin lebih lama lagi tapi ia sadar jika Alvin bukan miliknya lagi ia sadar jika dirinya tidak akan bisa mendapatkan cinta dari Alvin lagi.
__ADS_1
''Makasih vin, makasih karena kamu sudah membuat aku lebih tenang.'' Cetus Nasya dengan senyum yg terlihat mengembang dari sudut bibirnya.
...****************...