
Malam kini telah menyapa Kayla yang merasa tubuhnya terasa sangat lengket ia memutuskan akan membersihan dirinya sebelum shalat magrib.
Kumandang adzan yang terdengar di setiap penjuru kota menandakan waktunya shalat telah tiba.
Kayla mengambil handuk nya dan bergegas ke kamar mandi hingga kini ia telah selesai.
Kayla keluar dari kamar mandi dengan rambut yang tergerai namun acak-acakan dengan rambut yang masih terlihat sedikit masih basah Kayla menghampiri meja rias nya dan segera menyisir rambut yang tak ia keringkan dulu mengingat ia sendiri belum shalat magrib.
Hanya sebentar saja rambutnya kini telah rapih kembali. Ia menghampiri lemari pakaian yang berada di samping nya dengan bantuan jemari lentik nya Kayla mulai memilih pakaian santai dengan cepat ia mengganti pakaian dan mengambil alat shalat yang berada di bawah nakas nya.
Beberapa menit telah berlalu ia kini telah selesai dengan shalat nya. Kayla kembali membereskan alat shalat dan segera turun dari kamar nya untuk bergabung dengan keluarganya.
Terlihat mbak Susi dan juga mamah yang sedang mengobrol di ruang keluarga sementara mbak Diana ia sedang mengajak keponakan nya bermain.
Aleta memang akan selalu menempel pada mbak Diana dibandingkan dengan mbak Susi mami nya sendiri mungkin karena mbak Diana orang nya sangat asik di ajak main atau karena memang mereka jarang bertemu membuat Aleta sangat menempel bahkan jika seperti sekarang ini Aleta enggan tidur bersama mami nya ia bahkan akan ikut tidur bersama mbak Diana dan juga kak Putra jika ada.
Hal seperti itulah yang membuat bang Bima merasa aneh padahal Aleta adalah anaknya tapi Aleta akan menempel pada Diana seperti pada mami nya sendiri.
Kayla menghampiri Aleta yang sedang asik main boneka bersama mbak Diana.
''Wah asik sekali.'' Ucap Kayla sambil mengambil posisi duduk di sebelah mbak Diana.
''Aunty bagus kan.'' Tanya Aleta karena ia baru mendapat hadiah dari mbak Diana.
__ADS_1
''Bagus. Aleta beli lagi yah?'' tanya Kayla karena ia sudah tahu Aleta akan selalu merengek minta mainan pada ayah dan juga mami nya jika sudah melihat mainan sudah pasti Aleta akan mendapat kan nya wajar saja sih karena Aleta anak pertama mereka bukan hal yang susah juga bagi Aleta mendapatkan barang keinginan nya.
''Enggak aunty ini kado dari bunda.'' Ucap Aleta dengan senyum gemas nya.
Aleta memang memangil mbak Diana dengan sebutan bunda karena memang mbak Diana sendiri yang menginginkan nya dan juga dengan senang hati mbak Susi membolehkan nya masi mbak Susi tidak masalah dengan soal panggilan selama itu membuat mereka nyaman.
''Oh dari bunda, memang nya Aleta ulang tahun yah?'' tanya Kayla kembali karena sangat menyenangkan mengajak anak kecil mengobrol dengan suara menggemaskan kan nya membuat Kayla merasa sangat senang.
''Enggak kan Aleta udah janji ya bunda ya, Aleta gak akan beli banyak mainan lagi.'' Ucap Aleta jujur karena Diana sendiri meminta agar Aleta tidak selalu membeli mainan karena tidak baik dan ternyata Aleta menurut dengan kata-kata bunda nya yang akhirnya membuat Diana memberikan sebuah hadiah karena Aleta dapat menepati janjinya.
Diana tertawa mendengar perkataan jujur Aleta membuat Diana semakin gemas.
Sini kita bermain lagi.'' Ucap Diana mengajak Aleta kembali bermain.
''Kay kamu kapan bawa pacar kamu ke rumah. Biar nanti lebih asik lagi kalau kamu sudah nikah kan kita jadi bertambah personil.'' Ucap mbak Susi karena ia sangat penasaran dengan adik ipar nya. Ia bahkan tak pernah melihat Kayla membawa lelaki atau hanya sekedar berbagi cerita tentang hubungan percintaan nya.
Mbak Susi berpikir bagaimana mungkin Kayla tidak mempunyai kekasih apalagi Kayla adalah sosok wanita yang menurut Susi sempurna.
''Gak ah kak kalau aku pacaran yang ada nanti aku makan hati.'' Kayla menjawab dengan santai mungkin hanya sekali ia pernah menjalin hubungan percintaan saat dirinya sedang duduk di bangku SMA dan sejak saat itu ia tidak ingin menjalin hubungan lagi karena menurut Kayla laki-laki hanya akan menyakiti hatinya saja.
''Ya kan makanya cari yang baik kay, kamu kan sudah dewasa masa kamu gak mau nikah apa.'' Ucap mbak Susi menimpali.
''Iya kay benar apa yang di katakan mbak mu, lagian sekarang kamu sudah dewasa kamu harus memikirkan masa depan kamu, kuliah kan udah beres,'' Ucap mamah menambahkan membuat Kayla tak bisa menjawab apa-apa.
__ADS_1
Kayla sendiri sadar jika seharusnya ia sudah memikirkan hal itu bahkan disaat teman-teman nya sudah banyak yang menikah tapi Kayla masih saja sendiri seolah memikirkan nya saja ia tidak berniat.
Kayla terdiam pikiran nya kini mengingat semua perkataan dari mbak Susi dan juga dari mamah nya.
Merek pun banyak mengobrol tentang semua hal hanya Kayla saja yang tidak terlalu ikut campur ia bermain dengan Aleta padahal pikiran nya sedang tidak baik karena perkataan itu seolah selalu terngiang di daun telinga nya.
''Kita makan yu, kay bantu mamah yuk.'' Ajak mamah karena kini sudah jam delapan malam dan seperti biasa mereka akan makan malam bersama.
Kayla mengikuti langkah kaki sang mamah berjalan ke arah dapur ia membuka kulkas yang penuh dengan persediaan makanan. Kayla memilih bahan-bahan yang akan ia masak sedang kan mamah hanya menghangatkan berbagai makanan yang tadi sore ia buat bersama Diana.
''Kamu mau buat apa kay?'' tanya mbak Diana karena ia melihat adiknya sedang mengupas berbagai buah.
Kayla tersenyum kecil ke arah mbak Diana ketika ia melihat ternyata kakak nya kini sedang memperhatikan dia.
''Mau buat salad buah kak, lagian makan malam banyak karbo kan kurang baik.'' Tutur Kayla dengan tangan masih mengupas berbagai jenis buah.
Kayla memang selalu memperhatikan pola makan nya ia sadar karena kesehatan juga penting untuk tubuh nya selain itu juga ia mendapat nilai plus karena dengan begitu ia tidak usah diet.
Tubuh Kayla memang sudah sangat ideal di tambah pola makan nya yang ia jaga makan membuat dirinya semakin terlihat bagus dan ia juga jarang sakit.
''Kali-kali lah kay makan banyak karbo juga gak apa-apa kali. lagian tubuh kamu itu kecil bagus juga kalau kamu gemuk kan kay nanti kamu lebih sexy.'' Ucap Diana sambil mencubit pinggang sang adik membuat mereka tertawa bersama.
''Enggak ah kak aku udah bagus tau udah kayak model kan.'' Kekeh Kayla dengan pede nya membuat Diana geleng-geleng kepala.
__ADS_1
......................