
Belum sempat Kayla melihat kamar itu ia sudah terkejut saat Alvin yang kini membuka lebar kamar nya dengan tatapan tak kalah kaget nya dengan Kayla.
''Emm maaf.'' Ucap Kayla dengan kikuk nya.
''Jangan biasakan dirimu mencampuri urusan pribadiku.'' Tegas Alvin yang langsung saja melengos dari hadapan Kayla membuat Kayla hanya bisa menarik napasnya panjang.
Kayla kembali beralih ke kamar nya dan melanjutkan apa yang akan ia lakukan.
...
Malam telah datang hanya kesepian yang kini Kayla rasakan ia sangat kesepian dengan rasa jenuh yang sejak tadi ia rasakan.
Rasa lapar kini mulai menyerang kembali entah mengapa di hari ini ia terus saja merasa sangat lapar membuat dirinya mau tak mau harus keluar dari kamar nya.
Dengan langkah malas nya ia mulai berjalan ke arah dapur namun kini ia kembali menciut saat mendapati Alvin yang sedang memasak.
Rasa lapar yang terus ia rasakan mau tak mau ia melangkah kan kakinya meski ada rasa takut di hatinya karena sikap Alvin yang sangat dingin dan menakutkan menurut Kayla.
Ia mulai membuka pintu lemari es dan mengambil buah-buahan dan mulai mencucinya.
''Makanlah, simpan buah mu kamu butuh asupan gizi yang seimbang.'' Tutur Alvin yang menyajikan dua piring nasi goreng buatan nya.
Alvin sangat tahu jika seharian ini Kayla belum makan nasi karena ia tidak mendapati nasi dan hanya melihat wajan-wajan yang terlihat kotor karena ulah Kayla.
Ia tahu jika Kayla berusaha masak membuat Alvin berinisiatif untuk memasak untuk nya dan juga untuk Kayla.
''Aku enggak lapar.'' Ucap Kayla pelan namun ia tidak berhenti makan buah di tangannya itu.
''Simpanlah dan ayo makan.'' Ucap Alvin bersikap tegas membuat Kayla lagi-lagi tak bisa menolak. Ia pun akhirnya memutuskan untuk makan bersama Alvin meski hanya diam.
Kini mereka makan bersama meski tak ada obrolan setidaknya Alvin bisa bernapas lega karena Kayla mau makan nasi goreng buatan dirinya.
Alvin membuka suara dengan perasaan yang sedikit canggung ia mulai berkata.
__ADS_1
''Besok kita akan ke rumah mu, untuk membawa baju dan kebutuhanmu yang lain nya.''
''Apa kita akan tinggal disini?'' tanya Kayla yang sedikit kaget. Pasalnya tempat tinggal nya sekarang sangat jauh dari kediaman orang tuanya dan ia tidak mengetahui lingkungan sekitar apalagi jarak antara tempat tinggal nya dengan rumah sakit terbilang jauh.
''Kamu istri aku sekarang, jadi aku harap kamu sudah tahu itu.''
''Tapi mas.'' Kayla hendak protes namun belum juga ia menyampaikan unek-unek nya Alvin sudah pergi meninggalkan dirinya membuat Kayla lagi-lagi menarik napas lesu.
''Maaf kan aku Kay, tapi ini adalah pilihan yang terbaik untuk kita.'' Lirih Alvin dengan perasaan bersalah nya.
Ia tak ingin terlalu lama dengan Kayla hingga membuat perasaan nya semakin tega Alvin memutuskan untuk memilih keluar rumah ia ingin mencari udara segar untuk menenangkan pikiran nya.
...
Pagi-pagi sekali Alvin sudah bangun bahkan di saat subuh ia sudah bangun dan melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang muslim namun entahlah dengan Kayla, Alvin merasa heran karena wanita itu belum juga keluar dari kamar nya membuat rasa penasaran tubuh dalam benak nya.
Alvin akhirnya memutuskan untuk mengetuk pintu kamar Kayla bagaimana pun dia adalah istrinya sekarang.
''Kay!'' tok... tok... tok... Alvin memanggil Kayla dengan ketukan pintu di kamar nya. Namun beberapa detik kemudian tak ada jawaban sama sekali membuat Alvin sedikit mengeraskan ketukan di kamar nya.
''Kayla kamu masih tidur?'' tanya Alvin dari balik pintu kamar.
Kayla yang masih ingin tidur kini ia terperanjat bangun dengan rasa kaget yang mendominasi ia segera bangun dan mendekati arah pintu kamar nya.
''Maaf ada apa?'' ucap Kayla dengan penampilan yang masih acak-acakan.
''Kamu baru bangun? sudah shalat belum?'' tanya Alvin yang masih memperhatikan istrinya.
Kayla hanya tersenyum masam ia sangat malu dengan pertanyaan Alvin. Kayla hanya menggelengkan kepalanya pelan dengan senyum malunya membuat Alvin bernapas berat.
''Shalat dulu sana! aku akan tunggu kamu di bawah.''
Alvin langsung berjalan meninggalkan Kayla yang masih diam mematung.
__ADS_1
''Hilang satu tumbuh satu.'' Gumam Kayla pelan sambil menggaruk kepalanya.
Bagaimana tidak kebiasaan dirinya belum juga hilang ia masih sangat malas untuk shalat subuh karena rasa kantuk yang selalu bersarang pada dirinya.
Kayla berjalan ke kamar mandi dengan sedikit cepat ia mulai membasuh wajahnya dan segera berwudhu.
Hanya beberapa menit saja kini ia telah selesai melaksanakan shalat. Kayla kembali merapikan alat shalat nya dan segera keluar dari kamar nya dan berjalan menuju dapur karena ia merasa sangat haus.
Aroma semerbak masakan yang kini mulai tercium ke indra penciuman nya membuat ia merasa sangat lapar. Kayla melangkah kan kaki nya ke dapur dan mendapati Alvin yang sedang sibuk dengan alat masak di tangan nya.
''Kamu sudah shalat?'' tanya Alvin yang menyadari jika Kayla sudah berada di dapur.
''Sudah.'' Jawab santai Kayla ia menarik lemari es dan mulai mengambil buah-buahan segar hingga melupakan haus nya karena merasa sangat gugup.
Terlihat Alvin yang selesai masak dan menyajikan makanan di piring nya untuk mereka sarapan.
''Makan dulu, kamu pasti lapar.'' Ucap Alvin tanpa sedikitpun menoleh ke arah Kayla.
Sementara Kayla ia memilih memakan buah dengan santai nya padahal hatinya sangat gugup karena sikap Alvin yang tak sedingin kemarin.
Alvin mulai menyendok kan makanan ke dalam mulut nya meski tatapan nya kini tertuju pada Kayla.
''Kenapa?'' tanya Kayla merasa heran karena sejak tadi rasanya Alvin memperhatikan dirinya.
'''Aku ingin berbicara sama kamu.'' Ucap Alvin dengan memasang wajah serius nya membuat Kayla pun tak kalah serius nya dengan Alvin.
''Aku tahu kamu tak pernah mencintai aku dan sampai saat ini, jadi aku harap kamu buang perasaan rasa yang mungkin akan tumbuh diantara kita. Pernikahan ini tak seharusnya terjadi, kami tak usah khawatir aku akan mencari cara untuk kita bisa kembali seperti dulu.'' Ucap Alvin dengan yakin.
Kayla hanya diam ia tidak menyangka jika Alvin akan mengatakan hal seperti itu.
''Sudahlah ayo makan, siang ini kita pergi ke rumah mu dan aku mau kita bersikap layaknya sepasang suami istri aku tak ingin menyakiti orang tua kita dengan keadaan kita seperti ini.''
Alvin kembali melanjutkan makan nya. Keputusan nya sudah bulat ia akan menceraikan Kayla karena memang kebahagian Kayla bukan dengan nya melainkan dengan Rayhan dan hanya Rayhan lah yang layak untuk Kayla.
__ADS_1
......................