Antara Cinta Dan Rasa

Antara Cinta Dan Rasa
Bab 28 Pertemuan


__ADS_3

''Gak Nasy aku gak bisa.'' Alvin melepas tangan Nasya ia sangat kecewa dengan keputusan Nasya yang kini mulai berubah lagi.


''Aku gak mau jadi perusak hubungan kamu dengan wanita itu, meski aku tahu kamu mencintai aku Al, tapi setidak nya aku tidak di cap sebagai perusak hubungan orang mungkin itu lebih baik aku akan menunggu kamu Al, aku mohon jangan buat tertolak di keluarga kamu nanti Al aku mohon.'' Nasya berusaha tegar meski ia tidak yakin apakah Alvin akan benar bersamanya suatu saat nanti atau malah benar menjalani hidupnya.


''Aku pamit, maaf.'' Nasya segera bangun dari duduk nya dan berjalan dengan cepat meninggalkan Alvin yang masih diam mematung.


''Aku minta maaf Nasy, aku minta maaf karena aku membuat kamu seperti ini.'' Alvin menatap punggung Nasya yang sudah menjauh pergi.


Sakit yang dulu ia rasakan karena Kayla terasa lebih sakit karena ia menyakiti wanita yang benar-benar tulus mencinta cintai dirinya. Hanya maaf saja yang terucap ia masih bingung harus bagaimana.


Bagaimana bisa ia memutuskan pernikahan yang baru saja bermuka ini sementara Nasya ia sudah pergi dengan keputusan nya membuat Alvin merasa sangat putus asa.


...


Kayla yang sudah merasa baik ia kembali ke ruangan tengah ia mencari sosok suami nya namun tak kunjung ia temui membuat Kayla berjalan ke luar ia duduk di depan teras rumah nya. Tatapan nya seakan berat karena tangis yang sejak tadi tak kunjung berhenti.


Matanya kini menatap rumput-rumput yang tumbuh lebat di pekarangan rumah itu ia merasa sangat sepi di tambah tak ada satupun orang yang menemani dirinya berbeda dengan tempat tinggalnya saat di kediaman ayah nya.


Perut yang sejak tadi ingin di isi kini semakin berisik membuat Kayla kembali masuk dan menghampiri kulkas yang berada di dapur.


Terlihat banyak bahan makanan yang entah bagaimana ia akan mengolah nya membuat Kayla hanya memilih buah-buahan segar saja untuk mengisi perut yang tengah kelaparan itu.


Ia mencuci berbagai buah dan mulai memakan nya.


''Andai saja aku bisa masak.'' Gumam Kayla pelan sambil memeluk perut nya yang sangat ingin makan nasi.


Ia kembali bangun dan mencari mie instan namun tak ia temui hanya ada telur yang menjadi pilihan untuk ia masak.

__ADS_1


Kayla mulai memanaskan minyak pada wajan dan segera mencuci telur ia yakin jika memasak telur sangat mudah karena melihat mamah nya saja ia sangat ingat bagaimana memasak nya.


Ia mulai memecahkan telur itu di atas wajan yang kini mulai panas.


''Aw! ish gimana ini.'' Kayla mematikan kembali kompor nya karena telur yang ia pecahkan malah ia lempar beserta cangkang nya ke wajan.


''Mamah Kayla lapar.'' Ucap Kayla sambil membuang telur itu.


Ia membuka HP nya dan mulai mencari bagaimana memasak telur tak lama kemudian muncul cara memasak praktis membuat Kayla tersenyum ringan.


Ia mulai mencuci telur lagi dan menyiapkan wajan baru.


Kayla memecahkan telur nya pada mangkuk meski hasilnya tak jauh berbeda dengan tadi setidak nya ia tidak kena cipratan minyak yang membuatnya meringis karena panas nya.


''Selesai.'' Ucap Kayla sambil tersenyum lebar ia menaruh telur hasil buatan nya ke piring yang sudah ia siapkan dengan rasa bangga ia menaruh piring nya di meja makan dan siap untuk segera menyantap telur buatan nya.


Ia kembali berjalan ke arah kitchen set dan mulai mencari garam.


''Ini dia, Alvin benar menyediakan semuanya.'' Gumam Kayla sambil berjalan ke arah meja dan menaburkan garam nya begitu saja.


''Hmmm lumayan.'' Kayla terus saja berkata dan kembali memakan telur buatan nya meski rasanya sangat berbeda dengan buatan sang mamah tapi ia berusaha menghabiskan makan nya yang hanya telur saja.


Kayla merasa sangat bosan bahkan perut nya sejak tadi terus meminta nya untuk di isi membuat Kayla terus saja memakan buah segar. Meski kegemaran nya makan buah tapi jika harus memakan buah di saat rasa lapar melanda ia merasa tidak bersemangat.


Ia kembali ke halaman rumah seingat ia tak ada warung kecil di depan sana membuat ia memutuskan kembali masuk ke dalam.


Pukul tiga sore Alvin belum juga pulang membuat Kayla merasa bingung kemana suaminya pergi bahkan ia tidak mengatakan kemana ia akan pergi.

__ADS_1


''Apa aku hubungi Alvin ya?'' Kayla bertanya pada dirinya sendiri mengingat berbicara dengan Alvin saja ia merasa sangat tidak sanggup karena sikap lelaki itu sangat membuat dirinya sakit hati.


Kayla memutuskan dirinya untuk tiduran saja di sofa dengan mencoba mendengarkan musik agar rasa sepi nya hilang.


...


Beberapa menit telah berlalu Alvin kini sudah pulang kembali ke rumah nya.


Alvin memang lelaki yang mandiri ia sengaja membeli rumah itu dengan hasil usahanya ia selalu menyempatkan dirinya di sana atau sekedar menghilangkan rasa penat nya ia sangat beruntung sekali di saat ia sudah menikah ia dapat langsung membawa wanita yang menjadi istrinya namun harapan nya tak sesuai ekspetasi ia malah menikahi wanita yang kini tak sedikit pun mencintai meski begitu masih ia beruntung dengan begitu segala rencananya tidak di perdebatkan oleh kedua orang tuanya.


Ia mulai berjalan masuk ke dalam rumah. Alvin menatap wajah wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya sedang terlelap dalam tidurnya.


Ia tahu sikap dirinya sangat keterlaluan pada Kayla karena memang bukan keinginan dirinya juga untuk menikah dengan nya namun karena dia juga ia menjadi kehilangan Nasya.


Alvin tak sedikitpun menghiraukan Kayla ia lebih memilih untuk membersihkan badan nya yang mulai terasa lengket dan segera melaksanakan shalat ashar karena sebentar lagi waktu ashar.


Hingga beberapa menit telah berlalu Alvin sudah selesai mandi dan shalat ia lebih memilih untuk tidur di kamar nya.


...


Kayla yang mulai merasa tidak nyaman dengan posisi tidurnya ia menggeliat dan mulai bangun. Ia melihat jam dinding yang mulai menunjukan pukul lima sore ia sadar jika ia tidur sejak tadi siang pantas saja ia merasa sangat pegal.


''Apa dia belum pulang?'' Gumam Kayla kesal bagaimana bisa ia meninggalkan dirinya seorang diri dengan tidak memberitahu apapun.


Kayla memilih kembali ke kamar nya untuk segera shalat ashar.


Ia mulai menaiki satu persatu anak tangga dengan langkah lemah nya ia melihat pintu kamar Alvin yang terlihat sedikit terbuka membuat Kayla merasa penasaran apa dia sudah pulang atau belum.

__ADS_1


......................


__ADS_2