Antara Cinta Dan Rasa

Antara Cinta Dan Rasa
Bab 47


__ADS_3

Kayla yg sudah berada di kamarnya ia segera beranjak pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya karena sementara lagi ia akan mengunjungi keluarga suaminya.


Ada rasa hati yg kini berbeda yg ia rasakan seolah dirinya akan mengunjungi keluarga barunya. Entahlah apa dirinya sudah merasa sebagai istri beneran atau apa itu yg jelas saat ini ia merasakan detak jantung yg berbeda ia sedikit gugup padahal ia sendiri sudah pernah bertemu dengan keluarga Alvin saat di acara pesta pernikahan dirinya waktu itu.


Kayla membasuh seluruh tubuhnya dengan air hingga beberapa saat akhirnya ia telah selesai dengan aktifitas mandinya.


Kayla beranjak keluar dari kamar mandi menuju lemari dan mencari pakaian yg akan ia kenakan.


Kini tangan lentik nya mulai menelisik satu persatu pakaian yg akan ia kenakan namun sudah beberapa baju yg telah ia tarik keluar nyatanya belum juga ia dapatkan yg menurutnya belum ia rasa cocok.


Bahkan entah ke berapa baju yg ia tarik keluar ia masih belum menemukan yg menurutnya pantas.


''Aduh sepertinya aku harus beli lagi baju.'' Gumam Kayla karena ia merasa baju pilihannya belum tepat.


Hingga kini tangan lentik itu kembali meraih baju lagi dan menarik sebuah dress berwarna putih dengan panjang setengah kakinya dan lengan yg hanya seperempat itu.


Kayla mulai mengenakan nya dan kini ia berputar di depan cermin yg memperlihatkan tubuh nya dengan balutan dress itu.


''Lumayan.'' Kayla tersenyum lebar ia pun beralih ke meja riasnya dan mulai memoleskan make up pada wajahnya.


Ia hanya memoleskan riasan tipis saja yg menampilkan wajah naturalnya dengan tampilan natural saja sudah cukup membuat dirinya terlihat sangat cantik. Hingga kini ia sudah terlihat siap.


Kayla meraih jam tangan nya dan segera mengenakan nya tidak lupa tas yang kini menyempurnakan penampilan nya.


Dengan langkah sedikit cepat Kayla beranjak pergi dari kamar nya menuju lantai dasar dimana Alvin sudah menunggu dirinya.


Satu persatu anak tangga sudah ia turunin dengan kaki jenjang nya. Hingga Kayla sudah berada di lantai bawah. Namun entah dimana sosok lelaki itu tak ia lihat.


''Bibi, mas Alvin sudah turun?'' tanya Kayla yg kini memasuki dapur dan mulai duduk di kursi.


''Sepertinya mas Alvin masih di atas mbak.''


Baru saja bi Ida berucap kini suara langkah kaki itu kini terdengar di pendengaran Kayla hingga Kayla pun membalikan tubuh nya.


Alvin yg sedang merapikan pakaian nya ia nampak kagum saat matanya melihat wanita di hadapan nya sedang melihat dirinya.


''Sudah siap?'' tanya Alvin sedikit gugup.

__ADS_1


Terlihat Kayla yg langsung tersenyum lebar membuat Alvin seketika membalas senyum itu.


''Kita makan dulu,'' Alvin langsung duduk dan mengambil sendok yg berada di piring.


Bi Ida sudah menyajikan makanan pagi mereka karena sebelumnya Kayla meminta agar di sajikan makanan yg enak katanya. Padahal sebelumnya bi Ida sudah tahu kalau majikan nya itu sudah sarapan roti tapi tak banyak berbicara bi Ida sangat senang saat membuatkan makanan sesuai permintaan tuannya.


''Bibi sudah makan?'' tanya Kayla karena bi Ida malah hendak meninggalkan mereka berdua.


''Bibi nanti saja mbak.'' Ucap bi Ida diiringi senyum lebarnya.


''Ayo makan bersama bi.'' Kayla menyuruh bi Ida akan makan bersama.


Namun tingkah Kayla kini menjadi perhatian Alvin. Bagaimana tidak seorang asisten rumah tangga ikut makan bersama bukanlah hal yang sangat tidak wajar menurut Alvin dalam hatinya.


''Ayo bi.'' Perintah Kayla lagi.


Bi Ida mau tak mau ia pun duduk bersama. Meski sedikit canggung namun Kayla memang sangat baik membuat bi Ida tak enak juga menolak permintaan nya.


Mereka makan dalam diam hanya suara sendok dan piring yg saling memantulkan suara sampai kini mereka telah selesai makan.


''Aku tunggu di luar.'' Ucap Alvin yg langsung berlalu keluar dari dapur meninggal kan Kayla yg masih ingin menghabiskan minumnya.


Terlihat Alvin yg sudah menunggu dirinya di dalam mobil dengan langkah cepat Kayla segera masuk ke dalam mobil.


''Kamu sangat cantik.'' Ucap Alvin pelan.


Kayla yg mendengar apa yg Alvin ucapkan ia menganga tidak percaya. ''Apa?''


''Oh tidak, sudah siap?'' tanya Alvin sedikit gugup pasalnya ia tidak sengaja mengatakan hal yg sejak tadi berada dalam benaknya.


Alvin menggaruk tengkuknya yg tidak gatal saat melihat Kayla yg tertawa di hadapan nya.


''Hayo,'' goda Kayla meski dirinya sendiri merasa sangat malu atas pujian dari Alvin.


Bahkan setelah sekian lama mengenal Alvin ia baru mendengar ucapan seperti itu membuat dirinya ingin sekali tertawa.


Alvin pun menghidupkan mesin mobilnya dan mulai menjalankan mobilnya meninggalkan kediaman Alvin.

__ADS_1


Selama perjalanan Kayla dan Alvin banyak bercerita banyak entah itu soal apa namun semua itu tak lepas dari perasaan bahagia mereka.


''Benar mas, bahkan aku baru tahu ada perumahan di sekitar sini, sangat suka lumayan asri sih.'' ucap Kayla lagi membuat Alvin bergumam.


''Kay kita gak lama yah di rumah mami,'' Alvin berkata lagi namun ia tetap fokus pada jalanan.


Sementara itu Kayla mengernyit bingung pasalnya biasanya pasangan nya yg tak akan mau lama-lama di keluarga barunya nah ini malah keluarga aslinya.


''Kenapa?''


''Enggak biar gak ke sorean aja lagian kita mau ke rumah mamah kan.'' Ingat Alvin lagi membuat Kayla hanya menganggukkan kepalanya.


Satu jam telah berlalu kini mereka telah sampai di kediaman mami. Rumah yg begitu megah itu terlihat dari kejauhan hingga mobil yg mereka tumpangi sudah berhenti tepat di hadapan rumah megah keluarga mami Citra.


Alvin pun segera turun dari dalam mobil di ikuti oleh Kayla yg menyusul.


Kayla melangkahkan kakinya mendekati Alvin yg kini menatap senyum ke arah dirinya.


''Kita masuk yuk.'' Ajak Alvin meminta persetujuan karena ia melihat wajah gugup dari Kayla.


Kayla mengulas senyum dan mengangguk sebagai tanda ia siap masuk ke dalam rumah sang mertua.


Dengan langkah saling beriringan tidak lupa lengan Kayla yg menggenggam erat lengan Alvin mereka bersama berjalan masuk ke dalam rumah.


''Assalamu'alaikum.'' Salam mereka berdua.


''Waalaikum salam, Alvin, Kayla.'' Ucap mami Citra yg segera menghampiri anak dan menantunya.


''Kalian baru kesini, padahal mami sudah sangat menunggu kedatangan kalian.'' Ucap sang mami yg langsung memeluk Kayla setelah Kayla meraih tangan sang mertua.


Alvin memperhatikan sekeliling ia tidak melihat keberadaan sang ayah nya atau adiknya juga.


''Papah kemana mam?'' tanya Alvin kemudian.


''Itulah papah mu, dia sudah berangkat ke kota x untuk memastikan perusahaan yg seharusnya menjadi tanggung jawab kamu al, mami udah bilang kan jika saja kamu mau mungkin papah kamu tak perlu harus bolak balik ke kantor.'' Ucap sang mami karena suaminya menjadi melepas karirnya sebagai dokter yg sangat ia cintai dan memilih beralih kembali pada usaha keluarga karena bagaimana pun karena pekerjaan itulah suaminya dapat menjadi seorang dokter begitu juga dengan Alvin yg sama memilih untuk menjadi dokter.


Alvin menarik napasnya panjang, bukan dirinya tidak mau meneruskan usaha keluarganya namun dirinya sendiri memiliki cita-cita yg besar seperti sang ayah impikan dulu.

__ADS_1


......................


__ADS_2