Antara Cinta Dan Rasa

Antara Cinta Dan Rasa
Bab 49


__ADS_3

Terlihat tawa Kayla yg sejak tadi terukir dengan indah.


Kayla sangat menikmati kebersamaan mereka apalagi di saat ia menggendong Aksa membuat dirinya sangat senang karena Aleta sendiri tak jarang membuat Kayla ikut tertawa karena tingkah gemasnya saat Aleta mengajak main bayi kecil yg berada dalam pangkuan sang istri.


''Aleta, kita makan dulu ya.'' Mbak Susi mengajak Aleta agar makan.


Namun Aleta tidak bergeming ia masih saja betah mengajak adik kecilnya bermain.


Kayla hanya bisa mengulas senyum karena tingkah Aleta seolah tidak mendengar perintah sang mami.


''Aleta makan dulu ya kasihan nanti perutnya sakit kalau Aleta mau makan nanti Aleta kuat ayo,'' Kayla berusaha membujuk Aleta dengan kata-kata yg lembut.


''Gak mau, adik Aksa aja gak makan aunty,'' rengek Aleta membuat mbak Susi geleng-geleng kepala.


Sementara Kayla dan mamahnya hanya tertawa kecil karena pintar nya Aleta menjawab semua perkataan dari orang tuanya.


...


Di depan rumah Kayla terdengar tawa yg berasal dari para lelaki mereka.


Ya mas Bima dan juga ayah Reza tidak lupa Alvin di sana. Entah apa yg sedang mereka bicarakan namun ada suara yg kini semakin Aleta kenal.


Aleta yg sejak tadi di bujuk oleh mbak Susi kini ia malah berlari keluar saat suara perempuan yg selalu ia rindukan kini masuk dalam pendengaran nya.


Siapa lagi kalau mbak Diana. Mbak Diana memang selalu Aleta rindukan membuat mbak Susi geleng-geleng kepala.


''Biarin saja mbak bentar lagi Aleta bakal makan.'' Ucap Kayla yg tahu kemana arah pikiran dari kakak ipar.


''Ya kay, benar sih tapi kadang mbak heran sebenarnya ibunya Aleta itu mbak atau Diana sih.'' Ucap mbak Susi lagi namun malam membuat Kayla dan mamah Alisa tertawa lebar melihat ekspresi lucu dari mbak Susi.

__ADS_1


''Hay.... Assalamu'alaikum.'' Salam mbak Diana yg mulai masuk ke dalam rumah.


Kayla dan yg lainnya pun dengan serempak menjawab salam dari wanita yg selalu membuat mereka senang.


''Waalaikum salam.''


''Hmm pantas aja lari ternyata ada bunda kamu sayang,'' ucap mbak Susi merasa heran dengan tingkah anaknya yg sangat nempel pada adik iparnya itu. Bahkan bukan hanya nempel anaknya itu memang sangat memiliki kesamaan dalam hal apapun termasuk mimik wajahnya saja mirip dengan Diana membuat mbak Susi sendiri merasa heran.


Aleta hanya menampilkan senyum nya dengan tangan yg masing menempel pada tangan mbak Diana.


''Ada apa sih,'' mbak Diana kembali bersuara namun kini ia mengambil posisi duduk di samping Kayla yg masih asik menggendong Aksa dalam pangkuannya. Padahal kini Aksa sudah terlelap.


''Ini tuh mbak Aleta mau di kasih makan malah susah eh pas dengar suara mbak ya gitu lari aja.'' Jelas Kayla dengan mencubit gemas Aleta.


Dengan cepat mbak Diana menyingkirkan tangan Kayla meski Kayla sudah lebih dulu mencubit gemas pipi ponakan nya.


''Kebiasaan dek, kasihan.'' Protes mbak Diana.


''Sini biar aku aja mbak.'' Tawar mbak Diana dengan cepat mengulurkan tangannya untuk mengambil mangkuk berisi sayur dan nasi itu.


Lama mereka bercerita tentang berbagai hal, termasuk keinginan mbak Diana untuk mengadopsi seorang anak karena menurut orang tua dahulu jika wanita yg susah hamil dan mengasuh seorang anak kecil biasanya ia akan lebih cepat hamil. Entahlah Kayla sendiri hanya bisa mendukung keinginan mbak nya itu. Padahal Kayla sendiri juga yg memeriksa jika sebenarnya mbak Diana itu rahimnya baik-baik saja tidak ada hal apapun mungkin saja Allah belum berkehendak.


Sementara mamah Alisa ia merasa sedikit keberatan dengan keinginan sang anak, menurutnya mengadopsi seorang anak itu bukanlah hal yg mudah apalagi mengingat pernikahan mbak Diana belum terlalu lama karena bisa di bilang itu adalah hal wajar bahkan banyak juga pasangan yg sudah menikah bertahun tahun lamanya namun belum juga di berikan kepercayaan karena semua itu hanyalah karena waktu dan takdir.


''Tapi mah, aku sudah sangat ingin mempunyai anak mamah sendiri seorang ibu tentu mamah tahu perasaan aku.'' Ucap mbak Diana dengan nada yg mulai bergetar karena ia menahan tangisnya.


Aleta yg sudah selesai makan nya bahkan sudah bermain kembali ia pun menghampiri bundanya lagi.


''Bunda kenapa?'' tanya Aleta melihat wajah sedih yg mbak Diana tampilkan.

__ADS_1


''Enggak sayang, Aleta main dulu ya sama aunty Lusi di kamar.'' Mbak Diana menyarankan.


Dengan cepat Aleta menuruti perintah bundanya dan berlari ke kamar Lusi.


Terlihat mamah Alisa menarik napasnya berat bukan karena apa karena jika mengadopsi anak orang itu jelas bukan perkara mudah terlebih kita itu tidak tahu anak siapa itu dan terlahir dari keluarga seperti apa.


''Mamah hanya---'' Ucapan mamah Alisa seketika terhenti saat mbak Diana mulai menangis dengan derai air mata yg semakin menjadi.


Kayla dan mbak Susi hanya bisa menghela napas berat. Kayla sangat tahu kekhawatiran seorang mamah nya itu namun tidak ada salahnya juga jika mbak Diana mengadopsi anak.


''Mah, jika saja tidak ada yg menawari aku anak itu mah, aku mungkin tidak akan memikirkan hal seperti itu mah, anak itu sangat kasihan ibu dan ayahnya sudah meninggal dan ia di asuh oleh tante dari ibunya karena hanya tantenya saja kerabat terdekat dari anak itu mah,'' Ucap Mbak Diana lagi meski ucapannya sangat sulit di mengerti karena ia sambil menangis.


''Terus kenapa gak di kasih sama nenek nya Di, kenapa malah di tawarkan sama kamu? anak itu bukan barang di, bukan hal yg sangat mudah di berikan begitu saja.'' Ucap mamah Alisa merasa ada hal yg ganjal.


Mbak Diana hanya diam seketika ia tak mampu berbicara lagi hanya air mata yg terus saja jatuh membasahi pipinya.


Kayla sendiri ia begitu sakit melihat keadaan kakak nya bagaimana pun ia sangat tahu jika memang mbak Diana tidak diam saja ia bahkan mengikuti program hamil dengan segala upaya ia mengusahakan untuk segera hamil namun takdir bekum berpihak kepadanya membuat Kayla hanya bisa menenangkan mbak Diana.


''Mbak,'' Tangan Kayla meraih pundak mbak Diana perlahan mencoba menenangkan hati sang kakak.


''Diam kay, disini tak ada sedikitpun orang yg peduli pada perasaan aku, betapa sakitnya hati ini aku sakit sekali mah.'' Ucap mbak Diana sambil menunduk kan pandangannya ke bawah.


Terdengar suara ribut yg kini mengundang perhatian semua laki-laki yg berada di luar membuat Putra segera masuk ke dalam rumah dengan di ikuti oleh anggota keluarga lainnya.


''Sayang.'' Ucap putra merasa sedih melihat istrinya yg menangis diiringi isak tangis yg begitu jelas terdengar di telinga nya.


''Ada apa ini mah?'' tanya Reza yg merasa heran melihat putri nya menangis di hadapan semua orang.


Diana adalah sosok wanita yg terbilang sangat kuat ia bahkan jarang menampilkan kesedihannya di hadapan orang banyak berbeda sekali dengan apa yg ia lihat hari ini ia sangat terlihat sangat bersedih.

__ADS_1


''Diana ingin mengadopsi seorang anak yah.'' ucap Mamah Alisa dengan sedih nya.


......................


__ADS_2