
Kayla sedikit menggeliat ia merasa terganggu dalam tidurnya hingga ia bergerak dan membuka matanya perlahan.
Matanya seketika membulat saat mendapati ternyata wajah suaminya yg pertama kali ia lihat.
"Mas,'' pekik Kayla merasa kaget karena ia sedang dalam gendongan Alvin.
Alvin mengulas senyum senang karena Kayla tidak protes karena ia masih dalam gendongan nya.
" Kenapa gak bangunin aku sih mas, aku turun aja.'' Pinta Kayla merasa malu karena ia di gendong Alvin.
Alvin seolah tak menghiraukan apa yg Kayla minta ia malah terus saja menggendong istrinya hingga kini mereka telah sampai di kamar miliknya.
Alvin menurunkan Kayla perlahan dengan senyuman simpulnya ia mengusap lembut puncak kepala sang istri.
"Makasih sayang,'' Alvin berkata tulus.
Kayla sendiri ia hanya tersenyum ia seolah tak bisa menolak setiap perlakuan yg Alvin berikan padanya.
" Ya sudah kita shalat dulu ya,'' ajak Alvin seraya bangun dari duduknya.
Kayla mengangguk ia pun membenarkan posisi duduknya sebelum akhirnya ia bangun dan beranjak pergi ke kamar mandi.
....
''Assalamualaikum warahmatullah.'' Salam Alvin menyudahi aktivitas shalatnya.
Ia menengadahkan tangan nya ke atas dan memohon ampun atas segala apa yg ia perbuat. Alvin juga tidak lupa bersyukur dan meminta kebaikan dalam rumah tangga yg kini sedang ia bangun bersama Kayla.
Kayla meraih tangan Alvin ia pun mendaratkan kecupan di lengan suami nya. Tak pernah Kayla membayangkan nya jika ia dan Alvin akan menjadi seperti sekarang.
"Oh ya apa kado dari mami masih mas simpan kan?" tanya Kayla pada Alvin.
Ia menjadi mengingat apa yg telah mami pesanan pasalnya ia sendiri lupa soal kado itu karena Alvin sudah memindahkan semua barang miliknya ke kamar itu.
"Astagfirullah hampir saja aku lupa." Sahut Alvin dengan tawa kecilnya.
ia pun segera bangun dari duduknya dan mengambil kado pemberian maminya yg sempat ia simpan di dalam laci nakas.
__ADS_1
Kayla hanya tersenyum melihat Alvin berjalan dengan masih mengenakan sarung dan juga baju koko di tambah peci hitam yg masih bertengker di atas kepalanya sungguh membuat Kayla merasa jatuh hati. Entah kenapa melihat lelaki di hadapan itu seolah mampu menggetarkan hatinya.
"Apa aku benar mencintai mas Alvin?" tanya Kayla pada dirinya sendiri sungguh ia merasa seolah terhipnotis oleh ketampanan yg Alvin miliki.
Tangan kekarnya ia arahkan pada sebuah laci dan diambilnya sebuah kado berukuran kecil berwarna biru.
Ia pun memutar kembali langkahnya menghampiri Kayla yg masih memperhatikan dirinya.
"Kamu buka sendiri ya, " suruh Alvin dengan menyodorkan kado pemberian maminya itu.
"Ko aku degdegan sih mas,'' jujur Kayla merasa gemetar saat hendak membuka kado pernikahan nya itu seolah ia baru pertama kali mendapat sebuah kado.
Alvin tertawa ia sangat gemas l
melihat istrinya seperti itu.
" Ayo.'' Sahut Alvin pada Kayla lagi.
Dengan sedikit gugup ia menarik sebuah pita yg menempel di kado itu dan membukanya.
Matanya seketika berbinar saat melihat apa yg tak pernah ia pikirkan sekalipun.
" Ya ampun mami,'' Alvin pun mengulas senyum ia pun meraih kado pernikahan dari tangan istrinya namun ia terkekeh saat melihat bungkusan biru yg begitu ia kenal.
''Kenapa mas?'' tanya Kayla dengan heran karena suaminya malah tertawa saat melihat kado di tangan nya.
''Lihat.'' Alvi menunjukan apa yg ia lihat.
Seketika Kayla menggelengkan kepala bagaimana bisa mami menghadiahkan sebuah tespec pada anak nya sendiri.
"Ya ampun mami.'' Kekeh Kayla dengan mengambil bungkusan tespec dari tangan Alvin.
Ia merasa malu sekali seolah iq harus segera memberikan cucu pada mami.
" Itu berati kita harus segera memberi mami balasan kado ini sayang,'' sahut Alvin menggoda istrinya.
Kayla bersemu merah ia bahkan merasakan pipinya begitu panas saat mendengar godaan dari suaminya.
__ADS_1
....
Adzan pagi sudah berkumandang kali ini Alvin terbangun setelah adzan sudah menandakan masuk subuh.
Ia sedikit menggeliat tubuhnya terasa pegal karena satu tangan nya kini ia jadikan bantalan bagi istrinya.
Kayla masih terlelap dalam tidurnya hingga Alvin merasa tidak tega untuk membangunkan wanita di samping nya itu.
Ia mulai menarik tangan nya dan melepas nya dengan perlahan karena ia tidak ingin membuat tidur Kayla terganggu setidaknya sampai ia sudah siap shalat baru ia akan membangunkan Kayla.
Saat tangan nya baru saja terlepas Kayla merasa sedikit terganggu bahkan ia melahirkan memeluk tubuh Alvin hingga Alvin tak bisa lagi menggerakan tubuh nya.
Alvin tersenyum simpul sungguh istrinya itu begitu menggemaskan andai saja adzan belum berkumandang ingin sekali ia terlelap kembali bersama istrinya namun apa daya ia harus segera bangun dan shalat.
Alvin pun mengusap pipi Kayla dengan lembut ia melihat Kayla masih betah memeluk nya dengan memejamkan mata indahnya.
"Sayang kita shalat dulu ya, udah masuk waktu subuh.'' Sahut Alvin berusaha membangunkan Kayla.
Kayla masih saja diam bahkan dirinya tidak sedikitpun bereaksi membuat Alvin bingung harus berbuat apa.
Membangunkan dengan cara seperti dulu ia membangunkan Kayla sungguh tak mungkin ia lakukan ia pun terus akhirnya hanya bisa sedikit bersabar.
Alvin kembali mencium puncak kepala sang istri dan kini ia malah beralih membisikan sesuatu pada telinganya.
"Kamu masih nyaman di pelukan aku sayang padahal dulu kamu begitu benci sama aku.'' Sahut Alvin dengan suara beratnya.
Kayla membuka matanya ia kesal sekali mendengar ucapan Alvin seperti itu bahkan tanpa ragu ia langsung mencubit perut Alvin dengan gemas.
''Enak saja, siapa juga yg membenci kamu.'' Protes Kayla tidak terima dengan tuduhan Alvin.
Alvin melonjak kaget ia tidak menyangka jika istrinya ternyata mendengar apa yg barusan ia katakan.
"Jadi kamu dengar?'' tanya Alvin seolah tidak percaya dengan apa yg barusan ia dengar.
Kayla mengerucutkan bibirnya. Ia begitu kesal pada suaminya padahal dirinya sudah bangun sejak tadi Alvin berusaha melepas lengan nya. Hanya saja Kayla begitu malas ia bahkan merasa nyaman berada di dalam pelukan Alvin hingga mau tak mau ia harus berpura-pura seolah tidak terganggu dengan setiap pergerakan sang suami karena ia cukup malu jika harus jujur kalau dirinya begitu nyaman saat berada dalam pelukan Alvin.
''Nakal ya.'' Alvin menggelitik tubuh Kayla hingga kini Kayla tertawa karena merasa geli di tubuh nya. Kayla pun segera menghalangi dirinya dengan selimut tebal agar Alvin tidak bisa menggelitik dirinya lagi.
__ADS_1
''Mas lepasin geli! '' pinta Kayla seraya tak bisa menahan tawanya hingga akhirnya selimut tebal itu terlepas dan Alvin kembali meraih tubuh Kayla dan memeluknya begitu erat.
......................