
Tiga hari sudah berlalu sejak kejadian itu Rayhan semakin jauh lagi dengan Nasya bahkan hubungan mereka sudah tak ada lagi harapan membuat pak Arif semakin yakin apapun yg akan Rayhan putuskan ia akan mendukung nya.
Baginya bersama atau tidak dengan Rayhan anaknya yg terpenting baginya adalah kewarasan bagi mereka berdua.
Rayhan hanya bisa menatap berkas dalam genggaman tangan nya. Ia merasa sedikit sakit tapi apa daya mungkin memang ini adalah jalan yg terbaik bagi mereka berdua.
Rayhan pun bangun dari duduknya dan beranjak pergi keluar ruangan nya segala cara sudah ia lakukan kali ini sudah yakin.
Satu tangan nya kini ia gerakan ia memulai mendorong pintu kamar mereka yg sudah sejak tiga hari terakhir ia tinggalkan bahkan perpisahan kamar mereka sudah di ketahui oleh pak Arif.
Seketika bola mata Nasya membulat ia menatap wajah suaminya dengan tatapan heran.
''Hmm bagaimana?'' decak Nasya dengan tatapan yg seolah kembali menatap kesal pada suaminya.
Rayhan menyodorkan sebuah map bersampul merah dengan tatapan yg terus tertuju pada Nasya yg kini sedang menatap nya dengan senyum sinis nya.
''Baguslah.'' Sahut Nasya dengan cepat langsung merampas kertas dari tangan Rayhan.
Dengan perasaan senang nya Nasya langsung membuka kertas map di tangan nya dan langsung membaca nya.
Bibirnya terus tersenyum hatinya begitu senang teryata begitu mudahnya bagi dirinya untuk lepas dari Rayhan.
"Oke makasih suamiku sayang aku setuju." Ucap Nasya dan langsung membubuhkan tanda tangan nya pada kertas yg saat ini ia pegang.
.
.
"Mas nanti siang aku mau ke mamah boleh ya," pinta Kayla pada Alvin.
Sudah sebulan berlalu namun ia belum juga mengunjungi ibunya.
Ia begitu senang saat mendapat sebuah pesan dari Malik jika saat ini banyak perkembangan dari ibunya bahkan kini ibunya sudah sangat jauh lebih baik.
Kayla terus saja berbalas pesan dengan Malik dan ia pun segera mengakhiri chat nya dan berbalik menatap kembali suaminya.
"Boleh ya mas," sahut Kayla lagi.
__ADS_1
Kayla menyandarkan kepalanya pada bahu Alvin sementara Alvin masih sibuk dengan laptop nya.
Alvin mengusap lembut kepala Kayla yg saat ini menyandarkan pada bahunya bahkan langsung mencium kening sang istri.
"Boleh sayang, nanti aku temani." Balas Alvin dengan senyum nya.
Mendengar itu Kayla merasa sangat bahagia ia langsung memeluk Alvin dengan perasaan senang nya. "Makasih sayang,"
"Sama-sama sayang," balas Alvin lagi dan menciumi kemari lentik sang istri membuat Kayla terkekeh dengan sikap manis Alvin.
Pemandangan sepasang suami istri itu tak luput dari pandangan bi Ida.
Ia begitu bahagia melihat kemesraan anak dari majikan nya itu kini dapat bahagia dengan istri yg begitu sempurna seperti Kayla.
Meski awal pernikahan mereka membuat bi Ida merasa heran tapi akhirnya kini mereka dapat saling mencintai membuat bi Ida ikut senang.
''Ya sudah aku siap-siap dulu ya sayang,'' tutur Kayla dan langsung beranjak pergi.
Namun sebelum pergi ia mencium pipi Alvin dan langsung meninggalkan Alvin yg menatap dirinya dengan senyum lebarnya.
Kayla segera berjalan menaiki satu persatu anak tangga ia begitu bersemangat karena hari ini ia akan menemui ibunya sungguh ia sudah sangat rindu ia selalu berharap jika ibunya akan segera sembuh dari penyakit nya.
Kayla segera masuk ke dalam kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya hanya butuh tiga puluh menit ia sudah selesai dan segera berganti pakaian.
Ia menatap sekitar sepertinya Alvin masih belum juga selesai membuat Kayla mempercepat aktivitasnya ia sudah sangat tidak sabar.
Kali ini Kayla mengunakan pakaian yg sedikit tertutup ia pun hanya memoleskan make up natural pada wajahnya terkesan lebih fress dari sebelumnya karena memang semenjak kehamilan nya Kayla sedikit enggan berdandan terlebih ia sering mual membuat ia lebih sering mencuci wajahnya.
''Ko belum juga naik ya,'' gumam Kayla pelan.
Ia bahkan sudah selesai dengan aktivitas nya tapi Alvin masih belum muncul untuk hanya sekedar berganti pakaian.
''Kayaknya aku turun aja ya, mungkin mas Alvin memang masih belum beres dengan pekerjaan nya.'' Ucap Kayla lagi.
Ia pun segera beranjak pergi ke luar kamar nya dengan penampilan yg sudah rapih bahkan tas nya saja sudah ia bawa.
''Mas, kamu masih belum selesai?'' tanya Kayla dari arah tangga.
__ADS_1
Ia menatap ruang keluarga yg kosong bahkan suaminya sepertinya tidak ada di sekitar sana.
Kayla mengerutkan kening nya ia pun terus melangkah turun untuk memastikan jika suaminya dimana.
''Yasudah satu jam dari sekarang nanti aku temui kamu di tempat biasa ya.'' Tutur Alvin.
''Ya aku janji, ya sudah bye,,,.'' Tutup Alvin dan langsung menutup panggilan nya.
''Mas?''
Alvin langsung menoleh ke arah Kayla yg sedang mendekati dirinya.
Alvin merasa gugup sungguh ia sangat takut jika Kayla akan salah paham dengan percakapan yg baru saja ia katakan di balik telepon dengan lawan bicaranya.
''Aku kira kamu masih kerja.'' Sahut Kayla dan meraih tangan Alvin.
Alvin merasa lega ternyata dugaan nya salah ternyata Kayla sepertinya sama sekali tidak mendengar percakapan dirinya.
''Emmm iya by, udah beres kok kamu udah siap? kalau gitu aku siap-siap dulu ya.'' Cetus Alvin dengan nada yg masih gugup.
Alvin memang tidak pandai dalam menyembunyikan sesuatu tapi sepertinya Kayla seolah acuh.
Mereka pun saling bergandengan menuju ke dalam rumah kembali.
''Ya udah kamu siap-siap sana biar aku saja yg beresin ini biar cepat.'' Usul Kayla.
Alvin mengangguk ia tersenyum dengan langsung mengacak-acak rambut Kayla karena gemas.
''Ih mas, udah rapih tahu.'' Kesal Kayla karena kini rambutnya berantakan karena ulah suaminya yg suka jahil itu.
Alvin hanya tertawa kecil ia malah mencium gemas Kayla dan langsung berlari ke arah tangga meninggalkan Kayla yg masih memasang raut wajahnya yg kesal.
''Tolong beresin ya by,'' teriak Alvin.
Kayla hanya mengerucutkan bibirnya tapi ia kembali tersenyum.
''Ada-ada saja kebiasaan mas Alvin udah tahu aku udah siap.'' Omel Kayla tapi tangan nya terus saja membereskan berkas-berkas suaminya yg masih berserakan di atas meja ruang keluarga.
__ADS_1
Sudah kebiasaan Kayla dan Alvin mereka sudah terbiasa dengan saling membantu dalam hal apapun meski terkadang tak sedikit juga mereka bertengkar kecil karena hal sepele yg sering Kayla lakukan karena mencampur berkas satu dengan yg lain membuat Alvin harus sabar lagi memilah berkas yg sudah tercampur.
...****************...