
Pagi ini Kayla terlihat begitu bersemangat entah mengapa dirinya merasa ada semangat baru lagi yg kini muncul dalam dirinya.
Kayla kini ia berada di dapur sendiri karena sejak tadi pagi-pagi sekali bi Ida izin untuk pulang ke rumah nya karena ia mendapat kabar jika anak kedua nya sedang sakit.
Kayla merasa tidak tega dan ia pun mengizinkan bi Ida untuk pulang dan mendapat cuti untuk beberapa hari ke depan.
Kayla mulai berpikir sejenak ia
memikirkan apa yg akan ia masak. Seketika ia mengingat cara masak yg sempat ia lihat di ponsel miliknya saat itu.
Kayla kembali meraih ponselnya dan dengan cekatan ia mengetik sebuah menu masakan yg akan ia masak.
Ia mulai menggulir layar ponselnya dan menemukan menu masakan yg akan ia masak pagi ini.
Seringai senyum tergambar di bibirnya membayangkan masakan nya terhidang dengan rapih di meja makan dengan rasa masakan yg enak di tambah pujian romantis dari suaminya membuat Kayla merasa sangat bersemangat.
Ia pun segera menaruh ponselnya pada lemari di hadapan nya dan beralih membuka lemari es dan memilih beberapa bahan makanan yg akan ia gunakan untuk ia masak sesuai dengan apa saja yg ia butuhkan.
Diambilnya daging sapi beku dan telur tidak lupa bahan pelengkap lainnya untuk ia buat nasi goreng spesial seperti pada ponselnya yg menurutnya cukup mudah ia tiru.
Ia mulai merebus daging sapi beku itu dan memilih mengupas beberapa bawang untuk di jadikan bumbu penyedap.
Bawang sudah terpotong dengan rapih dan juga cabai dan yg lainnya. Ia kembali berpikir sejenak memikirkan apa lagi yg akan ia buat sebagai hidangan penutup.
''Enaknya aku buat apa ya? apa aku buat,'' Kayla kembali berpikir ia berusaha mengingat-ingat apa saja yg suaminya suka.
Ia kembali berjalan ke arah lemari es dan membawa beberapa buah ia mulai menaruh buah pada keranjang kecil untuk ia cuci dan akan ia jadikan salad buah.
Tangan nya mulai beradaptasi dengan lincah mengisi kekosongan dan kini ia sedang menyajikan susu pada sebuah gelas untuk ia isi airnya saat semua masakan sudah siap.
Jari lentiknya kini kembali beralih meraih daging yg sudah ia potong kecil dan segera memasaknya terlebih dahulu.
Suara nyaring dari alat perabotan dapur silih berganti karena memang Kayla belum pandai dalam memasak hingga suara gaduh itu terus silih berganti.
Hingga beberapa menit berlalu ia sudah selesai dengan bumbu halus yg ia buat.
Kayla mulai memanaskan minyak pada wajan dan memasukan bumbu racikan nya pada wajan. Aroma yg tercium wangi mulai menyeruak di sekitar dapur bahkan kini aroma itu menyeruak pada indra penciuman Alvin.
Semua sudah masuk pada wajan tinggal menunggu semua matang dan tinggal ia sajikan.
__ADS_1
Sambil menunggu ia kembali menaruh buah dan mulai mengiris buah itu dan menyimpan nya pada sebuah mangkuk dengan di isi toping susu dan juga keju semua selesai.
...
Alvin menggeliat dalam tidurnya ia masih merasa sangat mengantuk meski begitu perutnya merasa lapar apalagi di saat hidungnya mencium aroma wangi yg tak biasa.
Ia mengedarkan pandangan nya dan mencari keberadaan istrinya yg entah kemana. Padahal seingat dia setelah shalat subuh mereka tidur kembali bersama bahkan ia sudah menjalankan kewajiban nya sebagai pasangan suami istri.
Ia kembali tersenyum sungguh ia tidak menyangka jika dirinya dan Kayla sudah melewati malam pertama yg sudah lama tertunda berganti dengan pagi pertama.
Alvin tersenyum bahagia ia segera bangun dari tidurnya dan beranjak ke kamar mandi untuk membasuh mukanya.
...
''Selesai.'' Tutur Kayla merasa bangga saat ia sudah selesai membuat sarapan pagi untuk suaminya.
Kayla tersenyum lebar ia menghirup aroma hasil masakan nya begitu wangi sekali meski begitu ia belum yakin betul jika hasil masakan nya seenak aroma nya.
''Wangi sekali.'' Alvin mengirup aroma masakan Kayla.
Namun bukannya ia duduk Alvin malah memeluk tubuh Kayla dan merengkuh nya membuat Kayla seketika terkesiap.
Entah mengapa Kayla memiliki keberanian seperti itu padahal sejak kemarin dirinya begitu gugup saat bersamaan dengan Alvin.
Alvin balas mengangguk ia mengulas senyum dan mencolek hidung Kayla dengan gemas.
''Abisnya suara perabotan dapur terdengar nyaring jadi deh aku bangun padahal masih enak mimpi indah,'' goda Alvin dengan senyum jahilnya.
Seketika Kayla melepas pelukan nya ia merasa jika Alvin malah menyalahkan dirinya.
''Ya udah sana tidur lagi.'' Decak Kayla dengan kesal.
Alvin yg melihat kekesalan Kayla ia malah tertawa sungguh istrinya itu sangat mudah baper sekali padahal ia hanya bercanda.
''Bercanda, gitu doang marah nanti kalau kamu marah aku susah mau minta jatahnya.'' Kekeh Alvin. Namun seketika itu Kayla langsung bersemu merah ia bahkan seakan salah tingkah dibuatnya.
Kayla sudah tahu jelas kemana arah pembicaraan suaminya itu sungguh ia sendiri masih sangat malu dengan kenyataan nya jika ia sudah menjadi istri Alvin seutuhnya.
''Udah ah aku mau makan lapar.'' Kesal Kayla yg langsung menarik kursi untuk segera duduk.
__ADS_1
Alvin hanya tersenyum ia pun ikut duduk dan mengambil sendok di hadapannya.
Ia mulai menyendok nasi buatan istri nya itu dan dengan cepat ia mengarahkan sendok itu kepada Kayla.
''Aku suapin ya,'' pinta Alvin sambil tersenyum semanis mungkin.
Kayla tersipu malu ia bahkan seakan membeku kala Alvin hendak menyuapi dirinya.
Ia mengangguk dan membuka mulutnya hendak menerima suapan dari suaminya itu.
''Aaaaa....''
''Aaaaa enak sekali sayang.'' Puji Alvin dengan memasukan suapan itu ke dalam mulutnya sendiri.
Kayla kembali kesal sungguh pagi yg menyebalkan untuknya.
''Nyebelin banget sih jadi orang.'' Kesal Kayla tampa ingin melihat lagi suaminya.
Alvin kembali tertawa sungguh ini adalah kali pertama dirinya mengerjai sang istri setelah sekian lama ia tak melihat istrinya marah.
''Jangan marah dong, aku cuman bercanda ya sudah ulangi lagi ya.'' Pinta Alvin dengan memasang wajah serius.
Kayla malah merajuk ia masih kesal pada suaminya padahal ia sudah susah payah menyiapkan sarapan pagi yg romantis dan menunggu pujian dari sang suami namun nyatanya berbeda terbalik ia malah dibuat kesal oleh suaminya sendiri.
''Ayo dong jangan ngambek.'' Alvin kembali menyodorkan sesendok nasi goreng pada Kayla.
Dengan senyum manis nya Alvin berhasil membuat Kayla membuka mulut dan menerima suapan nya.
''Emmm.'' Kayla mengunyah makanan nya dan menelan nya dengan susah payah.
''Pelan-pelan sayang.''
Kayla menoleh ke arah Alvin namun jantungnya kembali berdebar saat Alvin memanggil dirinya dengan sayang.
Seulas senyum kini mengembang dari bibirnya sungguh ia kembali merasa baik dengan sebutan sayang yg Alvin tujukan pada dirinya.
Entah mengapa Kayla kini sangat senang jika Alvin memanggil dirinya dengan sebutan sayang bahkan ia merasa jika kini Alvin adalah miliknya seutuhnya terlepas dari itu semua ada rasa senang bahkan mungkin cinta yg entah sejak kapan hadir dalam dirinya.
............. ...
__ADS_1