
Alvin yang sudah siap ia kembali turun ke lantai bawah namun ia menghentikan langkahnya saat melihat senyum lebar dari wanita yang kini menunggu dirinya di bawah.
Alvin merasa sedikit gugup entah kenapa ia merasa sangat canggung dengan keadaan seperti ini.
''Mas mau berangkat sekarang?'' tanya Kayla yang kini berjalan menghampiri dirinya.
Alvin menganggukkan kepalanya tanpa sedikitpun berniat menjawab pertanyaan sang istri.
''Apa ada sesuatu?'' tanya Alvin sedikit heran.
Kayla hanya menggeleng membuat Alvin tertawa kecil.
''Ya sudah aku berangkat dulu ya, aku akan memanggil seseorang yang akan menjaga mu nanti dia akan kesini ko jadi kamu gak akan sendirian di rumah.'' Ucap Alvin seketika membuat Kayla tersenyum lebar.
''Makasih mas,'' Ucap Kayla tulus.
Kini Kayla pun berjalan dengan Alvin beriringan ke arah pintu. Bahkan dengan senang hati Kayla mengantar Alvin seolah ia sedang menirukan kebiasaan sang mamah nya.
Kayla hanya sedikit tersenyum kecil ia sendiri merasa gugup dengan keadaan ini namun tingkah Kayla tentunya tidak hilang dari pengawasan Alvin.
Alvin membalikan tubuhnya hingga kini ia mengulas senyum saat melihat kini Kayla tepat berada di belakang dirinya.
Kayla mengulurkan tangannya ke hadapan Alvin dengan senyum yang menghiasi wajahnya ia memandangi Alvin yang seperti terpesona karenanya.
''Tangan nya,'' pinta Kayla dengan senyum yang tetap menghiasi wajahnya.
Alvin menatap uluran tangan yang Kayla berikan padanya. Dengan sedikit gugup ia pun memberikan tangan nya pada Kayla hingga kini tangan nya saling bersentuhan bahkan Kayla meraih nya dan mulai mengecup nya dengan singkat membuat Alvin tersenyum lebar.
''Hati-hati ya mas,'' pesan Kayla yang sudah selesai dengan aktivitas nya.
Alvin hanya mengulas senyum dan mengangguk. ''Kamu juga hati-hati ya, kabari aku jika orang suruhan aku sudah tiba namanya bi Ida.'' Papar Alvin memberitahu.
__ADS_1
Alvin pun kembali berjalan menghampiri mobilnya setelah Kayla mengangguk. Alvin menutup kembali mobilnya dengan binar bahagia nya saat mendapati Kayla yang masih setia menunggu kepergian nya.
Hingga saatnya mobil yang Alvin kendarai ki ini telah berjalan meninggalkan kediaman mereka.
Alvin sangat tidak menyangka jika Kayla akan berubah bahkan menerima kehadiran dirinya secepat ini.
Bagaimana ia tidak menyangka karena baru saja kemarin ia melihat Kayla dengan Rayhan membuat Alvin seketika di buat cemburu lagi bahkan dirinya seakan tidak akan sanggup jika bersama dengan Kayla lebih lama lagi.
Sepanjang perjalanan Alvin tak bisa lepas dari ingatan nya pada Kayla bahkan senyum Kayla yang terus saja terbayang membuat dirinya seakan lupa pada kejadian kemarin dimana dirinya telah berpisah dengan wanita yang pernah merebut hatinya. Entahlah Alvin mencintai dirinya atau hanya sekedar suka karena ia kini sama sekali tidak memikirkan wanita itu.
Satu jam kini telah berlalu Alvin sudah sampai di depan rumah sakit ia memarkirkan mobilnya di parkiran tempat dimana pada dokter memarkirkan kendaraan nya.
Alvin segera keluar dari dalam mobilnya. Namun baru saja ia keluar dari dalam mobilnya kini ia melihat sosok wanita yang pernah ia cintai baru juga keluar dari dalam mobil nya.
Wanita itu kini menatap dirinya bahkan tatapan nya kini seakan dalam menatap Alvin.
Alvin segera menutup mobilnya dan menormalkan perasannya.
Kini wanita itu berjalan ke arah depan dan terus melangkahkan kakinya ke dalam bangunan rumah sakit dengan wajah yang dapat di pastikan jika dirinya sudah menangis.
Alvin mengusap wajahnya kasar entah kenapa ia merasa sangat bingung dengan perasaannya. Ia tahu jika Nasya hanya masa lalunya dan kini ada Kayla yang menjadi masa depan nya.
Tak mungkin jika dirinya melepas Kayla setelah apa yang ia inginkan terbalaskan. Alvin memang egois bisa dibilang seperti itu karena ia mencintai dua wanita bersamaan meski begitu tak sedikit pun niatan dirinya untuk berselingkuh dari Kayla meski awal pernikahan ia menjalin hubungan dengan Nasya tak pernah ia berniat menyakiti wanita itu hanya saja ia menjadikan Nasya sebagai penguat hatinya agar tidak mencintai lebih dalam wanita itu karena ia akan sadar ada wanita yang sedang menantinya. Namun semua sudah pupus Nasya sendiri yang bahkan memutuskan dirinya dengan alasan ia tidak ingin menjadi perusak hubungan orang padahal jika di benarkan Kayla lah yang justru memisahkan dirinya dengan Nasya.
Tapi takdir adalah takdir mungkin memang Nasya bukan untuk nya bahkan di saat Nasya memutuskan dirinya Kayla malah berbalik menerima dirinya.
Alvin menarik napasnya panjang ia pun melangkahkan kakinya menuju dalam rumah sakit namun baru saja satu langkah kini ponselnya berdering membuat langkahnya seketika terhenti.
''Ya Assalamu'alaikum kay?'' ucap Alvin mengangkat panggilan telepon dari Kayla.
''Waalaikumsalam mas, mas kamu sudah sampai? oh ya aku mau kasih tahu kamu kalau bi ida sudah sampai.'' Kayla memberitahu Alvin sesuai yang ia minta.
__ADS_1
''Alhamdulillah sudah, ya syukurlah kalau begitu, jika kamu membutuhkan sesuatu bilang saja sama bi ida jangan sungkan dan satu lagi kamu jangan pergi kemana-mana istirahat lah jangan terlalu capek jangan beres-beres biar bisa ida saja yang melakukan tugas rumah oke.'' Tegas Alvin membuat Kayla seketika tertawa.
Alvin yang mendengar tawa ringan Kayla seketika ia mengerutkan keningnya karena ia tidak mengerti kenapa Kayla malah tertawa.
''Kenapa apa ada yang lucu?'' tanya Alvin dengan nada seriusnya.
Sementara Kayla yang sejak tadi tertawa kini ia terdiam dan berusaha berkata.
''Ya kamu juga sih sudah kayak mamah aku mas, aku gak nyangka kamu seperhatian itu sama aku mas.'' Kekeh Kayla kembali.
Kayla memang sangat tidak menyangka pada sosok Alvin suaminya. Ternyata Alvin sosok laki-laki yang sangat peduli bahkan bisa dibilang ya dia adalah sosok lelaki idaman. Kayla tidak memungkiri jika Alvin memang sosok yang sangat sempurna maka pantas saja jika ayahnya bersikeras memaksa dirinya untuk menikah dengan Alvin ternyata mungkin itu salah satu alasannya.
Alvin mengerutkan keningnya ternyata Kayla sepolos itu bahkan bisa dibilang jika ucapan nya tak di saring dulu.
''Ya jelas mulai sekarang aku akan bersikap seperti itu kamu istri aku kay.'' Alvin berkata dengan lembut.
Seketika Kayla terdiam namun dapat di pastikan ia tersipu malu.
''Ya sudah aku masuk dulu ya kay, jangan lupa makan dan makan juga obat nya ya assalamualaikum.'' Tutup Alvin.
''Waalaikumsalam mas,'' Jawab Kayla.
Alvin menutup kembali panggilannya dan berjalan kembali ke dalam rumah sakit namun satu yang kini berbeda dari dirinya. Ia merasa sangat senang bahkan berkali-kali ia mengulas senyumnya.
...
Di balik pintu itu ternyata seseorang mengusap air matanya ia kembali merasa sesak di dadanya entah kenapa sakit yang dulu ia rasakan kini terasa kembali.
Nasya semakin yakin jika keputusannya untuk menerima permintaan sang ayah adalah keputusan yang benar.
......................
__ADS_1