Antara Cinta Dan Rasa

Antara Cinta Dan Rasa
Bab 34 kebenaran yg Bima ketahui


__ADS_3

Nasya harusnya sadar diri sejak kemarin seharusnya ia sudah sadar jika ia memutuskan hubungan nya dengan Alvin, Alvin tak sedikitpun mengejarnya bahkan mengubungi nya saja tidak ada.


''Kamu bodoh Nasya, kamu bodoh telah mencintai Alvin.'' Ucap Nasya merutuki dirinya dengan penuh luka.


Nasya menenggelamkan wajahnya dalam ia menyembunyikan wajah dengan telapak tangan nya dengan linang air mata yang tak bisa ia tahan hingga beberapa menit berlalu akhirnya ia bangun dan kembali menatap stir mobilnya namun betapa terkejutnya saat ia melihat Alvin di samping mobilnya yang mungkin dia melihat kesedihan nya.


''Nasy buka sebentar nasy,'' Lirih Alvin berusaha mengetuk kaca mobil Nasya berharap wanita itu akan membuka nya.


Namun Nasya tak bergeming ia malah memacu kembali mobilnya dan meninggalkan Alvin yang terlihat kecewa pada dirinya.


''Maafkan aku Al,'' Nasya pergi dengan sakit hati yang amat dalam.


Wanita mana yang akan sanggup melihat kebersamaan lelaki yang ia cintai dengan wanita lain meski awalnya Nasya sanggup bertahan hingga Alvin akan kembali padanya namun sayang ternyata ia tak sekuat itu melihat perhatian yang Alvin berikan pada istrinya cukup membuatnya sadar diri.


...


''Dek kamu masih pusing?'' tanya mbak Diana saat melihat kedatangan Kayla di ruangan mbak Susi.


''Udah enggak ko kak,'' Ucap Kayla tenang karena memang ia sendiri sudah tak pusing seperti tadi apalagi saat melihat Alvin yang terang-terangan marah padanya seolah rasa pusing itu hilang seketika.


''Kemana Alvin?'' tanya mbak Susi karena sejak tadi hanya suster saja yang memantau keadaan dirinya.


Kayla melirik ke arah mbak Susi dan mbak Diana bergantian ia seolah mencari tahu apa sebenarnya mbak nya yakin menanyakan suaminya atau yang lain nya.


''Mas Alvin ke luar sebentar mbak.''Jawab Kayla asal.


Sebenarnya Kayla sendiri tidak tahu kemana suaminya pergi karena sejak saat Alvin terus terang marah padanya sejak itulah ia tidak melihat keberadaan Alvin lagi.


''Hey sayang, kamu ganteng banget kayak ayah kamu.'' Kekeh Kayla yang kini beralih menggendong anak dari mbak Susi, Kayla berusaha mengalihkan perhatian dari sang kakak agar tidak terus menanyakan keberadaan suaminya yang pergi entah kemana.


Mbak Susi tersenyum dengan wajah sedikit pucat nya.


''Iya dong aunty, kan ayah aku.'' Ucap mbak Susi menirukan suara anak kecil yang kini membuat mereka tertawa bersama.


''Oh ya dek, apa kamu mau pulang? lagian kasihan juga suami kamu mungkin ia ingin istirahat.'' Mbak Diana berkata dengan lembut.

__ADS_1


Kayla sedikit kikuk meski begitu ia berusaha bersikap biasa.


''Iya juga sih, lagian aku juga mau istirahat, kalau gitu Kay pulang dulu ya kak.'' Kayla mencium gemas pipi sang bayi.


''Ya sudah sana cepat cari suami mu mungkin dia tidak enak mengajak mu pulang.'' Kekeh mbak Susi membuat Kayla tersenyum samar.


Kayla berjalan ke arah pintu dan keluar ia merogoh ponsel nya dan berusaha mencari no suaminya untuk ia hubungi.


''Kay kamu mau kemana?'' tanya mamah Alisa yang baru datang dengan mas Bima dan juga Aleta.


''Mmm Kay mau pulang mah.'' Ucap Kayla jujur dan menyelami lengan sang ibu.


''Sendirian? mana suami kamu?'' tanya mamah Alisa karena ia tidak melihat keberadaan sang menantu.


''Ada mah, yah sudah kay duluan ya.'' Kayla kembali berjalan namun berbeda dengan mas Bima ia malah mengikuti langkah kaki sang adik.


''Kamu bohong kan?'' selidik sang kakak pada Kayla.


''Apa nya yg bohong sih kak?''


''Dimana suami kamu?'' tanya mas Bima langsung pada intinya.


''Biar aku antar pulang ayo.'' Bima menarik lengan Kayla dengan paksa membuat Kayla sedikit meringis kesakitan namun ia tetap mengikuti kemana mas nya mengajaknya pergi dan memasukan dirinya ke dalam mobil.


''Dimana kamu tinggal biar mas antar.'' Ucap Bima dengan serius membuat Kayla merasa heran dengan sikap yang kini berubah pada sang kakak.


Kayla memberitahu dimana tempat tinggal nya, namun sebelum itu ia meminta untuk di antar ke rumah ayahnya terlebih dahulu untuk membawa beberapa pakaian ganti di rumah nya.


Sebenarnya Bima tahu dimana adik ipar nya berada karena sebelum ia ke rumah sakit ia melihat Alvin di sebuah restoran dengan seorang wanita.


Bima yang memiliki sebuah pertemuan dengan klien penting nya membuat ia tidak bisa membatalkan pertemuan hingga akhirnya ia memutuskan untuk bertemu di sebuah restoran terdekat saja, namun betapa terkejutnya ia saat melihat sang adik ipar bertemu dengan wanita bahkan ia melihat perdebatan diantara mereka membuat Bima yakin ada yang tidak beres dengan pernikahan sang adik.


...


Satu jam perjalanan telah berlalu meski tak ada obrolan seperti biasanya Bima pun tak memusingkan itu ia hanya akan menindak tegas jika memang Alvin menyakiti adiknya.

__ADS_1


Mobil hitam itu kini telah berhenti di depan rumah yang Kayla dan Alvin tempati dengan perlahan Bima memarkirkan mobilnya.


''Makasih ya mas, mas masuk dulu ya.'' Pinta Kayla pada Bima.


''Kapan-kapan aja dek, mas rasa mungkin mbak mu lebih membutuhkan mas.'' Kekeh Bima berusaha mencairkan suasana.


''Ya sudah sana masuk!'' Bima kembali menyalakan mobilnya tanpa masuk ke rumah yang kini adiknya tempati.


''Hati-hati mas,'' Kayla melambaikan tangan nya dan mulai masuk ke dalam rumah setelah mobil mas Bima telah menghilang dari pandangan nya.


Kayla sedikit heran ia masih bingung kemana suaminya pergi karena sampai saat ini suaminya belum pulang.


Kayla menyeret kopernya kedalam kamarnya untuk segera istirahat apalagi ia sedikit lelah.


Beberapa menit telah berlalu ia sudah selesai mandi dan berganti pakaian Kayla pun segera melaksanakan shalat ashar di kamarnya hingga kini jam sudah menunjukan pukul lima lebih namun sepertinya suaminya belum juga pulang.


Kayla berjalan keluar kamarnya dan segera turun menuruni tangga untuk mencari sesuatu makanan karena ia merasa sedikit lapar.


Belum juga ia sampai ke lantai dasar ia melihat Alvin yang masuk ke dalam rumah dengan wajah yang sama saling menatap.


''Kamu baru pulang mas,'' Ucap Kayla berusaha bersikap lembut.


Namun Alvin tak sedikitpun menjawab nya ia lebih memilih beralih ke dapur membuat Kayla hanya bisa menarik napasnya lesu.


Kayla yang memang lapar mau tak mau ia pun mengikuti langkah kaki Alvin menuju dapur. Ia melihat Alvin yang kini sedang menegak air di hadapan nya namun berbeda dengan tatapan nya ia seakan selalu menghindari kontak mata dengan Kayla.


''Mas.'' Kayla kembali bersuara membuat Alvin seketika menoleh.


''Mas masih marah sama aku? jika ya aku minta maaf aku tidak bermaksud seperti itu.'' Lirih Kayla pelan meski sebenarnya ia merasa jika dirinya tidak salah.


Alvin menatap Kayla lekat-lekat ia mulai berjalan mendekati Kayla dengan tatapan yang membuat Kayla sedikit takut.


''Kamu tahu kay, berapa lama aku berusaha memendam perasaan ini bersusah payahnya aku agar perasaan itu hilang seketika dari hidupku hingga kita malah bersama dan kau ambil semua harapan ku. Aku tahu kamu tidak sedikitpun mencintai aku, aku tahu kamu masih mencintai lelaki itu. Tapi bisakah setidaknya kamu hargai aku sebagai suami kamu!'' Alvin menaikan suaranya.


berat hatinya ia menahan rasa cemburu meski ia sadar jika hatinya tidak sepenuhnya untuk Kayla.

__ADS_1


Namun justru karena Kayla sendiri ia memilih jalan itu karena Kayla yang sangat ia cintai.


......................


__ADS_2