Antara Cinta Dan Rasa

Antara Cinta Dan Rasa
Bab 81 kebahagian


__ADS_3

''Kenapa aku deg-degan sekali.'' Gumam Kayla dengan pelan ia bahkan mengigit jari nya karena perasaan yg sungguh sulit ia artikan.


Dengan perlahan ia melihat benda kecil yg sudah beberapa menit lalu ia coba lihat namun belum juga ia mendapat keberanian.


Bukan karena ia tidak ingin tapi hanya saja ia cukup gugup jika memang ia tidak hamil dan ia takut akan membuat Alvin kecewa itulah yg kini berada dalam benaknya.


Perlahan ia melihat dan seketika itu ia membulatkan matanya Kayla seolah tidak percaya dengan apa yg ia lihat ternyata apa yg bi Ida katakan memang benar jika dirinya sedang hamil.


''Oh ya Tuhan Terima kasih.'' Ucap Kayla dengan bahagia ia bahkan tak bisa menyembunyikan rasa bahagia yg sulit ia artikan hatinya begitu senang namun air matanya seketika jatuh karena rasa haru seolah diri nya masih tidak percaya dengan apa yg ia rasakan.


''Kamu baik-baik di sana ya.'' Sahut Kayla dengan suara kecilnya. Ia mengusap perut ratanya dan segera menghapus jejak air matanya berusaha agar dirinya tidak terlihat habis menangis.


''Sayang? by kamu gak apa-apa?'' teriak Alvin dari balik kamar mandi.


Alvin bahkan mondar mandir seperti setrikaan yg sudah kepanasan membuat bi Ida yg sama ingin tahunya membuat ia sedikit pusing.


Cklek, Seketika pintu terbuka lebar dengan wajah sendunya Kayla keluar dari kamar mandi. Ia melirik ke arah Alvin dan bi Ida bergantian. Matanya dapat melihat jika kini suaminya sedang menanti kabar bahagia darinya.


''Mas,'' kata Kayla dan ia pun menyodorkan sebuah tespec pada Alvin.


Ia terlihat seolah dirinya sangat menyesal karena tidak bisa memberikan kabar baik bagi suaminya.


Perlahan Kayla maju dan mendekati bi Ida ia bahkan menangis di pelukan bi Ida.


Perlahan Alvin melihat tespec yg di berikan oleh istrinya dengan raut wajah kecewanya ia melihat ke arah Kayla yg kini berada dalam pelukan bi Ida.


Bi Ida hanya mengusap Kayla berusaha menguatkan majikan nya ia tahu ini sedikit perlu kesabaran bagi mereka berdua.


"Tidak apa-apa by, lagian kita masih punya banyak waktu kan,'' celetuk Alvin merasa dirinya bersalah karena telah berharap jauh.


Namun Kayla sedikit menyungungkan senyum nya dan mengeluarkan tespec lain dari tangan nya dengan senyum nya memberikan tespec itu pada bi Ida.

__ADS_1


Bi Ida langsung menutup mulutnya ia kembali memeluk Kayla dengan bahagia.


Alvin ia langsung meraih benda kecil itu dari tangan bi Ida dan seketika air matanya jatuh. Sungguh ia sangat terharu karena kini ia akan menjadi seorang ayah. Ayah dari bayi yg berada dalam kandungan wanita yg sangat ia cintai.


Kayla melepaskan pelukan nya dari bi Ida dan beralih memeluk Alvin yg masih saja menangis haru.


''Ko sedih sih mas.'' Kekeh Kayla dan perlahan ia mengusap buliran bening dari pipi sang suami.


Alvin dan bi Ida tak dapat menyembunyikan kebahagian mereka bahkan mereka berdua menitikan air mata bahagia dengan tawa hau mereka.


''Sepertinya bibi mau keluar ya mbak, mas.'' Kekeh bi Ida namun tangan nya mengusap bulir bening dari pelupuk matanya.


Bagaimana tidak terharu Alvin adalah anak dari majikan nya dan sudah sangat lama ia menjaga dirinya sampai di saat ibunya meninggal bi Ida lah yg selalu merawat Alvin bahkan sampai saat ini ia tinggal di sana.


''Udah ko malah nangis sih mas.'' Ucap Kayla lembut.


Bahkan ia sendiri malah ikut menangis namun hatinya sungguh senang.


''Makasih by, makasih.'' Hanya itu yg keluar dari mulut Alvin ia begitu sangat bersyukur atas anugrah terindah yg Allah berikan pada keluarga kecil mereka.


Sungguh tak dapat ia gambarkan kebahagiaan yg kini Alvin rasakan.


.


.


Malam telah begitu larut Alvin dan Kayla masih belum tidur sesaat ia sudah makan malam Alvin mengajak Kayla agar ia ikut shalat sunah dulu sebelum akhirnya mereka akan tidur.


''Mas makasih ya.'' Ucap tulus Kayla dan ia mengusap lengan kekar milik suaminya.


Alvin tersenyum tipis ia meraih tangan Kayla dan balik menghadiahi tangan Kayla dengan sebuah kecupan manis.

__ADS_1


''Aku yg harusnya berterima kasih sama kamu by, makasih karena kamu sudah menjadi istri yg begitu sempurna buat aku, dan makasih juga atas semua nya termasuk kado yg begitu special ini.'' Ungkap Alvin dengan wajah yg begitu sangat tampan di mata Kayla.


Setiap ungkapan yg Alvin katakan seolah seperti sebuah nyanyian yg teramat merdu di telinga Kayla bahkan ia begitu mengingat setiap perkataan yg keluar dari mulut suaminya itu.


Kayla hanya tersenyum sungguh hatinya begitu senang tak dapat di pungkiri jika saat ini dirinya seolah terbang melayang mengudara karena setiap ungkapan suaminya itu.


Kayla pun menyandarkan kepalanya ke pundak Alvin namun jemari mereka saling menggenggam satu sama lain.


''Mas,'' sahut Kayla dengan lembut.


Alvin tersenyum mendengar panggilan mas dari mulut sang istri yg terdengar seakan panggilan yg begitu romantis di pendengaran nya. ''hmmm.'' Balas Alvin menanggapi panggilan dari Kayla.


''Mas, dulu aku itu gak pernah bayangin akan hidup menjalani hidup sebahagia ini, entah hanya membayangkan memikirkan pun rasanya aku gak pernah.'' Ungkap Kayla dengan perasaan menerawang jauh ke masa lalu dirinya.


Alvin mengeryit namun bibirnya tersenyum kembali. ''Kenapa? apa karena kamu tidak mencintai aku jadi kamu berpikir gak akan bahagia sama aku?'' tebak Alvin dengan spontan.


Kayla hanya diam matanya lurus ke arah depan. ''Hmmmm bisa jadi, tapi tepatnya ya aku gak yakin aja kamu sendiri tahu kan awal kita menikah aja mas itu dingin sama aku mas itu berapa kali menyakiti aku ya mana bisa aku berpikir kalau pernikahan kita akan berjalan seperti sebagaimana mestinya.''


Alvin mendekap tubuh Kayla ia menjadi teringat dirinya yg dulu yg selalu menyakiti hati Kayla karena ia begitu sakit hati namun pada akhirnya ia berniat agar Kayla lah yg akan melepas dirinya karena dia tahu jika bahagia Kayla bukan bersama dirinya.


''Aku minta maaf sayang, tapi setelah semua ini lalu apa kamu menyesal?'' tanya Alvin lagi.


Sungguh dirinya kini begitu deg-degan dengan jawaban yg akan istrinya katakan meski ia merasa jika kini Kayla bahagia bersama dirinya.


Kayla tersenyum lebar ia melepas pelukan Alvin dan beralih menatap wajah Alvin yg begitu terlihat sangat mempesona di matanya. Tak ada celah kekurangan dalam dirinya ia begitu romantis dan begitu peduli terhadap dirinya bahkan ia memperhatikan kesembuhan dari ibunya sendiri membuat Kayla tak bisa menolak Alvin lagi hatinya sungguh sudah jatuh se jatuh jatuhnya pada lelaki nak malaikat untuk dirinya.


''Aku menyesal mas, menyesal karena telah membuat kamu juga terluka tapi aku janji setelah semua ini dan seterusnya aku akan selalu mencintai kamu Mas, I love you so much hubby.'' Kata Kayla dengan tulus dan langsung mencium pipi Alvin dan memeluknya kembali.


''I love you more than myself.'' Balas Alvin dan menciumi puncak kepala Kayla dengan perasaan harunya.


Sungguh kebahagian yg tak berhenti begitu saja mereka begitu larut dalam perasaan dalam mereka hanya mereka dan Tuhan yg tahu betapa mereka begitu bersyukur atas apa yg kini mereka rasakan.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2