
Malam semakin larut makan malam pun telah selesai Aleta bahkan sudah tertidur di pangkuan sang ayah nya.
''Kamu tidur ya yang udah malam kasian juga Aleta.'' Ucap Bima sambil menggendong Aleta di tangan nya bang Bima berdiri di ikuti mbak Susi yang sepertinya memang sedikit lelah.
''Mah Susi duluan ya.'' Ucap mbak Susi langsung dapat anggukan dari mamah.
Kini hanya tinggal Kayla mbak Diana dan juga kedua orang tuanya yang masih menikmati kebersamaan nya. Karena Lusi adik bungsunya sudah lebih dulu tidur.
''Yah aku besok jadi ya ikut praktek di rumah sakit.'' Pinta Kayla pada ayah nya, meski Kayla anak dari pemilik dari rumah sakit tapi ia akan mematuhi proses nya seperti dokter lain.
''Ya sayang ayah sudah hubungi kepala dokter di sana biar bisa bimbing kamu,'' Ucap Reza dengan senyum nya.
''Benarkah?'' Kayla merasa tidak percaya ia juga ingin segera menjalankan tugasnya karena Kayla rasa ilmu dan pengetahuan nya sudah memadai.
''Ya sayang nanti selama kamu di sana kamu akan di temani oleh dokter Alvin.'' Ucap ayah sambil memakan cemilan yang telah mamah buat.
''Alvin?'' mamah sedikit terkejut ketika mendengar kata dokter Alvin.
''Iya mamah masih ingat kan Alvin itu loh anaknya Dimas dan Citra sahabat ayah dulu, nah ternyata Alvin juga seorang dokter. Hebat dia mah mamah pasti pangling jika ketemu dia apalagi sekarang dia itu sudah menjadi kepala dokter di rumah sakit mah.'' Ayah cukup banyak bercerita tentang Alvin dengan perasaan senang nya karena ia mengetahui jika Alvin adalah anak dari sahabat nya dulu waktu di kampung.
Aleta dan Diana sendiri mereka tidak mengenal nama yang ayah nya sebut bahkan mereka merasa baru mendengar nya.
''Jangan-jangan ayah mau jodohkan kamu sama dia kay.'' Bisik Diana di telinga Kayla membuat Kayla sontak kaget.
''Ih mbak.'' Ucap Kayla pelan namun membuat mbak Diana tertawa dengan bebas nya.
''Ada apa sih Di,'' mamah merasa heran karena kedua anak nya seolah sedang membicarakan sesuatu.
Diana hendak berkata namun mulutnya kini di tutup dengan lengan Kayla karena Kayla tahu sifat jahil kakak nya.
''Enggak ko mah biasa mbak Diana.'' Kayla dengan perasaan gugup nya ia takut apa yang di katakan Diana akan terjadi jika mbak nya mengatakan hal itu.
__ADS_1
Ayah dan mamah hanya menarik napasnya panjang mereka memang sudah biasa melihat kelakuan anak perempuan mereka.
Sering ponsel Diana membuat Diana segera mengambil ponsel yang sengaja ia taruh sembarang.
''Mah, aku ke kamar duluan ya.'' Ucap mbak Diana dengan senyum lebar nya.
Mbak Diana terlihat sangat antusias mengangkat telepon.
''Duluan ya.'' Ucap Diana sambil mencubit pipi Kayla dengan cepat berlari sebelum sang pemilik nya kesal padanya.
''Ih mbak,'' teriak Kayla karena kebiasaan kakak nya yang suka pegang-pegang pipi padahal Kayla kurang suka di pegang pipi karena ia sangat takut jika tangan nya kotor nanti dia malah berjerawat.
Mamah dan ayah hanya terkekeh karena rumah mereka akan selalu ramai dengan canda tawa yang terkadang terdapat adu mulut hanya karena hal-hal sepele tapi justru dengan semua itu membuat ayah dan ibu senang karena jika mereka telah kembali ke rumah masing-masing rumah yang berukuran besar ini akan sepi.
Hanya Kayla dan Lusi saja yang akan menemani mamah nya karena suaminya sendiri selalu sibuk atau terkadang suaminya akan ke luar kota.
Lusi yang memiliki sifat sedikit pendiam membuat rumah ini terasa sangat sepi karena Lusi hanya akan berkata sangat irit entah kenapa anak bungsunya itu sangat berbeda dari ke tiga kakak nya yang banyak bicara.
''Ya udah kay tidur dulu ya mah, yah.'' Ucap Kayla dengan mencium kedua pipi kedua orang tuanya.
Sifat Kayla dan Diana tidak jauh berbeda mereka selalu dekat dengan kedua orang tuanya membuat Kayla atau Diana selalu banyak bercerita dengan kehidupan nya.
Mamah hanya tersenyum menatap kepergian anak nya yang kini telah menaiki anak tangga.
Dengan langkah yang sedikit lemah kini Kayla menghampiri kasur nya ia merebahkan badan nya dan menatap langit-langit kamar nya.
Hari ini banyak sekali pembicaraan keluarganya yang membuat Kayla merasa kepikiran meski ia sangat senang dengan kehadiran dari kakak-kakak nya.
Kini pikiran nya kembali teringat akan perkataan mbak Diana yang mengatakan jika ayah nya akan menjodohkan dia dengan anak dari sahabatnya.
''Ih gak mungkin gak mungkin lah ayah akan menjodohkan aku, lagian aku sendiri belum ingin menikah. Ya gak mungkin.'' Ucap Kayla dengan menggelengkan kepalanya bahkan ia menutup wajah nya dengan tangan nya karena merasa hal itu tidak mungkin akan terjadi pada hidupnya.
__ADS_1
Kayla mengambil ponsel nya yang ia taruh di nakas. Ia memainkan ponsel nya membuka beberapa akun medsos nya yang ia punya untuk mengalihkan dirinya dari semua perkataan yang belum la aja dengar.
Tring.
Sebuah notifikasi masuk ke dalam akun WhatsApp nya. Kayla segera membuka nya ternyata Ana yang mengirimkan nya sebuah pesan.
''Kay besok kita ketemu yuk, aku udah ajak Rara dan dia setuju.
Besok kita ketemu sore yah di tempat biasa.''
Kayla kembali senang bahkan mood nya kembali membaik.
''Oke An.'' Jawab Kayla mengirimkan pesan nya ia kembali menaruh ponsel nya di atas nakas kembali ia sadar jika ia belum shalat isya.
Kayla menatap jam dinding yang tertempel di dinding kamar nya. Jam kini sudah menunjukan pukul sembilan lebih lima belas menit.
''Pantas aja aku udah ngantuk.'' Ucap Kayla sambil menutup mulutnya karena ia beberapa kali menguap.
Kayla segera menghampiri lemari nya ia mengambil sajadah nya dan segera menggelar nya untuk shalat.
Ia berjalan kembali ke arah kamar mandi untuk berwudhu.
Seperti biasa Kayla selalu merawat wajahnya ia membasuh wajah nya dan mulai melakukan perawatan sebelum berwudhu hingga beberapa menit telah berlalu kini ia membasuh lagi wajah nya dengan air dan segera berwudhu.
Semua nya telah selesai ia kembali dengan kantuk yang sudah hilang dan segera melaksanakan shalat sebelum benar-benar matanya mengajak untuk tidur.
Kayla melaksanakan shalat dan berzikir sebentar sebelum ia berdoa dan kini ia telah selesai Kayla segera membereskan kembali alat shalat nya dan menaruhnya kembali ke tempat semula.
Kantuk yang sejak tadi menyerang seolah hilang lagi seketika karena tadi ia berdoa agar ayah nya tidak menjodohkan dirinya karena jika itu terjadi ia tidak akan bisa menolak karena ia sendiri tidak memiliki alasan untuk menolak nya.
''Semoga saja ayah tidak melakukan nya ya Tuhan.'' Gumam Kayla dalam hatinya terus saja berdoa.
__ADS_1
......................