Antara Cinta Dan Rasa

Antara Cinta Dan Rasa
Bab 68


__ADS_3

Alvin ia sudah menutup doa dengan bacaan surah AlFatihah ia pun menabur kan bunga dan juga air yg sengaja mereka bawa.


Kayla sendiri ia pun ikut menabur bunga di pemakaman sang ibu mertua. Ada rasa sesak yg ia rasakan yg tak juga usai hingga ia merasakan sentuhan di puncak kepala nya dari tangan suaminya.


Kayla mendongak ia menyandarkan kepalanya pada dada bidang sang suami. Kini hanya Alvin yg selalu ada di samping nya dan selalu mengerti akan perasaan dirinya.


''Kita pulang ya.'' Sahut Alvin.


Kayla menggelengkan kepalanya ia kembali menatap wajah suaminya yg kini tersenyum pada dirinya.


''Aku mau mengunjungi ibu, boleh ya?'' pinta Kayla pada Alvin.


''Tentu.'' Jawab Alvin sambil tersenyum.


Mereka pun akhirnya berjalan kembali ke mobil.


Alvin tahu kesedihan Kayla ia sendiri sangat bersyukur karena Kayla begitu sabar dalam menghadapi ujian ini.


Bagaimana tidak, menerima seorang ibu yg jelas tak pernah ia bayangkan sama sekali dalam hidupnya pasti sangat berat terlebih dalam kondisi ibunya yg sedang mengalami gangguan jiwa. Itu semua bukanlah hal yg mudah bagi dirinya.


Alvin melirik sekilas pada Kayla. Ia melihat istrinya hanya diam dengan pikiran yg terlihat kosong. ''Apa kamu mau beli sesuatu untuk ibu?'' tanya Alvin berusaha menghilangkan kesedihan sang istri.


Kayla kembali menatap Alvin namun masih dengan tatapan yg sama. ''Tidak mas, kayaknya itu tak perlu ibu selalu menolak apa yg aku bawa aku rasa....''


''Tidak apa semua akan ada waktunya, kita hanya perlu bersabar.'' Alvin meraih tangan Kayla ia sangat tahu jika Kayla merasa sangat sedih atas perlakuan sang ibu.


Jika saja ibunya tidak mengalami gangguan jiwa mungkin Kayla sendiri tak akan pernah di ambil oleh sang mamah mertua namun semua sudah terjadi dan semua itu adalah kehendak Allah Alvin hanya perlu membangun rasa percaya pada Kayla jika suatu saat ia yakin ibu mertuanya akan kembali sembuh meski ia sendiri tidak tahu kapan waktu itu akan datang.


Dering ponsel kini terdengar di sela-sela keheningan kedua insan itu hingga Alvin mau tak mau memberhentikan mobilnya ke tepi jalan.


''Assalamualaikum mami?''


Terdengar suara sang mami yg kini menjadi fokus Alvin.


''Ia sudah nanti Alvin ke sana. ya Waalaikum salam.'' Tutup Alvin kembali menutup panggilan dari maminya.


''Ada apa mas?'' tanya Kayla dengan sedikit penasaran. Ia yakin jika mami mertuanya sudah membicarakan sesuatu yg sangat penting.


''Enggak ko hanya soal biasa saja.'' Balas Alvin beralasan.


Ia tidak ingin apa yg ia katakan justru akan menjadi beban sang istri.


Alvin tersenyum dan kembali mengemudikan mobilnya kembali ia menarik napasnya panjang dan mulai fokus kembali ke jalan lagi.

__ADS_1


Hanya butuh tiga puluh menit kini mereka sudah sampai di depan rumah sakit dimana ibu nya Kayla berada.


Kayla segera turun dari mobil. Ia mencoba agar tetap rileks besar harapan nya jika suatu saat ibunya akan sembuh dan pulang bersama nya. Hanya ibunya lah harapan Kayla saat ini ia ingin sekali hidup bersama ibu dan juga suaminya. Memikirkan hal itu membuat Kayla kembali merasa sesak ingin sekali ia pergi dan berlari jauh meneriakkan segala beban yg sudah ingin meledak sejak pertemuan nya dengan sang ibu.


''Sayang?'' Alvin memanggil Kayla.


Ia meraih tangan sang istri dan tersenyum kecil ke arah nya.


''Kita akan bersama lewati semua ini aku yakin kamu bisa.'' Sahut Alvin penuh semangat berusaha menghilangkan kesedihan sang istri.


Kayla mengangguk dan berusaha tersenyum meski jelas sekali hatinya sedih bahkan senyum yg ia tampilkan membuat Alvin ikut merasakan kesedihan itu.


Alvin dan Kayla pun berjalan masuk ke dalam rumah sakit. Mereka pun segera beralih ke kamar dimana ibunya sedang di rawat.


Kayla menarik napasnya panjang untuk yg ke sekian kalinya ia pun mendorong pintu dengan perasaan yg sulit ia artikan.


''Assalamualaikum bu,'' salam Kayla yg melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar sang ibu.


Terlihat ibunya sedang bersama seorang lelaki yg sangat ia kenal. Malik tersenyum ke arah suami istri itu dan menjawab salam dari wanita yg masih saja membuat ia terlena.


''Waalaikum salam kay, vin.''


Alvin kembali menyadari tatapan yg tak biasa dari Malik. Ia tahu jelas tatapan seperti apa yg di tujukan oleh Malik.


Malik tersenyum simpul ia juga tahu sikap Alvin yg seolah tidak nyaman jika istrinya di sapa oleh dirinya.


Malik berjalan menghampiri Alvin seraya menepuk bahunya dan membiarkan Kayla berjalan mendekati sang ibu.


''Ibu,'' lirih Kayla dengan pelan.


Aira yg sedang asik memainkan boneka nya layaknya seorang anak ia pun balik menatap Kayla yg sedang menatap pada dirinya.


''Kamu.'' Aira berucap dengan tangan yg terangkat menunjuk pada Kayla.


Seketika itu Kayla tidak bergeming ia takut jika ibunya akan mengusir nya lagi apalagi ia tahu jika ibunya selalu mengamuk jika kehadiran nya yg seolah mengusik dirinya.


Aira bangun dari duduk nya ia memeluk erat boneka itu seolah ia takut jika Kayla akan mengambil dirinya.


''Kamu,'' tunjuk Aira pada Kayla.


Alvin dengan sigap ia pun segera meraih Kayla takut jika ibu mertuanya itu akan menyakiti Kayla lagi.


''Ibu ini Kayla.'' Sahut Kayla dengan bergetar.

__ADS_1


Semenjak pertemuan nya dengan sang ibu Kayla tak pernah sekalipun berbicara banyak bahkan tak pernah ia mengatakan hal apapun mengenai dirinya karena ibunya selalu mengusir langsung Kayla seolah Kayla adalah orang yg akan mengambil anaknya.


''Kamu baik, kamu merawat anak aku lihatlah dia sudah sembuh.'' Sahut Aira dengan tertawa cekikikan dan kembali menangis.


''Kamu baik,'' lirih Aira lagi dengan memainkan boneka nya lagi dan kini ia menatap Kayla.


Kayla tak bisa berkata apapun sungguh ia tidak tahu dengan apa yg ia rasakan namun hanya air mata yg terus mengeluarkan cairan bening ia sedikit lega karena ibunya tidak mengusir dirinya lagi.


...


''Alhamdulillah ibu Aira mulai menampakan perkembangan setidaknya ibu Aira tidak takut lagi jika ada orang yg mengunjungi nya, tadi saya sudah memberikan obat dan juga pendekatan khusus semoga saja ibu Aira bisa segera sembuh.'' Imbuh Malik dengan serius.


Kayla hanya bisa mengucap syukur atas apa yg ia dengar.


''Apa ibu saya bisa sembuh kembali?'' tanya Kayla penuh harap pada Malik.


Malik menarik napasnya panjang. '' Sebenarnya itu tentu bisa terjadi hanya saja karena ibu Aira mengalami gangguan jiwa cukup lama mungkin kita perlu banyak waktu. Saya ingin tahu apa sebab ibu Aira mengalami gangguan jiwa jika saja saya lebih tahu detailnya mungkin besar kemungkinan ibu Aira akan segera sembuh meski saya sendiri tidak memastikan kapan itu.'' Jelas Malik lagi.


''Yg sempat saya tahu jika ibu Aira mengalami gangguan jiwa karena ia mendapati suaminya meninggal di saat ibu sudah melahirkan Kayla dan soal yg lainnya saya tidak terlalu tahu.'' Sahut Alvin menjawab pertanyaan Malik.


Malik mengangguk paham ia kini tahu alasan ibu Aira mengalami goncangan jiwa.


''Lalu bagaimana bisa Kayla dibesarkan oleh orang tuanya selama ini?'' tanya Malik lagi.


''Mamah mengambil aku dari ibu dan sebenar nya tidak mengambil begitu saja mamah sudah melihat jika ibu sudah stres berat dan karena ayah sendiri yg memberikan amanat sebelum ia meninggal agar ayah menjaga ibu dan juga anak yg akan terlahir mungkin itu semua karena alasan itu dan mamah dan ayah bukan mengambil begitu saja.''


''Ini semua cukup rumit, kita hanya perlu bersabar dan berdoa semoga saja ibu Aira akan segera sembuh.'' Malik menatap Alvin dan Kayla bergantian.


Mereka berdua kembali ke luar ruangan setelah Malik mengusulkan saran untuk Kayla dan juga Alvin. Ia sadar tak semudah itu menyembuhkan mental seseorang namun ia sangat bersyukur karena ibunya kini sudah bisa menerima nya.


Menerima Kayla di samping ibunya tentu Kayla sangat bersyukur bahkan ia tak pernah membayangkan hal itu akan terjadi.


Kayla kembali masuk ke dalam ruangan sang ibu ia melihat ibunya sedang minum obat dengan di bantu oleh seorang perawat.


''Ibu, Kayla pulang dulu ya, ibu cepat sembuh Kayla akan kembali lagi kapan-kapan.'' Tutur Kayla pada sang ibu.


Aira hanya tersenyum ia kembali mengusap boneka itu dan memberikan nya pada Kayla.


''Dia cantik kan?'' tanya Aira pada Kayla.


Kayla hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan sang ibu.


''Ayo,'' ajak Alvin meraih tangan Kayla. Kayla pun mengangguk pada Alvin yg sudah meraih tangan nya dan mengikuti langkah kaki suaminya yg sudah mengajaknya untuk pulang.

__ADS_1


......................


__ADS_2