Antara Cinta Dan Rasa

Antara Cinta Dan Rasa
Bab 30 kesepakatan


__ADS_3

Siang ini seperti yang sudah Alvin janjikan ia mengajak Kayla untuk pergi ke rumah nya.


''Makasih banyak ya mas.'' Ucap Kayla dengan senang karena ia kan bertemu dengan keluarga lagi.


Meski dengan perasaan yang berbeda Kayla sendiri merasa sangat bingung dengan sikap Alvin yang kini berubah ia mulai tidak bersikap dingin dibandingkan hari kemarin.


''Ayo.'' Alvin membukakan pintu mobilnya untuk Kayla agar ia keluar.


''Cie yang baru jadi pengantin baru udah mesra-mesraan aja.'' Mbak susi menggoda Kayla yang kini saling bergandengan dengan Alvin.


Alvin dan Kayla memang sudah sepakat untuk menjalani pernikahan mereka seolah nyata jika di hadapan keluarganya dan akan bersikap layak nya seorang teman jika di luar.


''Apaan sih kak.'' Kayla melepas tangan nya dan beralih menyalami mbak Susi yang kini semakin terlihat semakin bercahaya mungkin karena ia sedang hamil besar.


''Aku ke dalam ya.'' Alvin pamit pada dua wanita itu yang malah asik berbicara meski keduanya pun sama mengikuti Alvin yang berjalan masuk.


''Sayang, mamah kira kamu di ajak kabur sama suami kamu.'' Ucap sang mamah yang langsung memeluk Kayla dengan lembutnya mereka saling berpelukan seolah sudah lama tidak bertemu.


''Mah, baru juga satu hari Kayla gak ada di rumah.'' Kekeh Susi yang kini bergabung dengan keluarganya.


''Ya lagian gak ngasih kabar dulu ya mamah kira apa di bawa kabur atau malah di bawa bulan madu.'' Tawa kecil Mamah Alisa membuat Kayla dan Alvin bersemu merah .


''Ayo minum-minum nih masih banyak cemilan.'' Sahut mbak Diana yang baru bergabung.


Kayla pun menyalami mbak Diana dengan senyum nya.


''sukses?'' tanya mbak Diana di telinga Kayla membuat Kayla mengerutkan kening nya karena tidak mengerti maksud perkataan sang kakak.


''Apa nya yang sukses?'' tanya Kayla dengan polos nya membuat orang-orang di hadapan mereka malah tertawa sementara Alvin ia merasa sangat malu dengan ucapan Kayla karena ia paham pertanyaan sang kakak ipar.


Semua orang tertawa kecuali Kayla dan Lusi juga Aleta yang tidak mengetahui maksud perkataan itu.


''Udah-udah Diana,'' ingat sang mamah agar mereka berhenti tertawa dan mulai mengambil cangkir berisi teh dari tangan Diana.


''Ayo di minum nak Alvin.'' Ucap mamah Alisa pada sang menantu.


''Iya tante.'' Jawab Alvin yang masih terlihat sangat gugup.


''Jangan panggil tante dong, panggil mamah juga kaya Kayla kan kamu sekarang suami Kayla.''


Alvin hanya tersenyum menanggapi perkataan sang mamah mertua.

__ADS_1


Kini mereka asik mengobrol tentang berbagai hal sedangkan Kayla ia pun ikut mengobrol dengan sang mamah dan kakak-kakak nya. Dan membiarkan Lusi dengan Aleta.


''Kamu harus mulai berubah kay, kamu jangan buat mamah malu sama Alvin dia lelaki baik.'' Ingat sang mamah.


''Iya mah mamah gak usah khawatir.'' Ucap Kayla santai.


Sementara mbak Diana terlihat menatap tajam pada Kayla karena ia sangat tahu bagaimana Kayla.


''Kamu tadi pagi masak apa kay?'' tanya mbak Diana pada Kayla.


''Gak masak kak.'' Ucap Kayla ragu dengan tawa kecilnya ia menatap sekilas mbak nya karena pasalnya ia memang belum bisa masak.


''Ya ampun Kayla, kamu masak apa kek belajar.'' Mbak Diana tak habis pikir pada adiknya.


Diana tahu memang Kayla awal menikah tapi jika di biasakan seperti itu Kayla tidak akan berubah.


''Mamah sih selalu manjain Kayla jadi gini kan.'' Sungut Diana kesal.


''Ya adik kamu sendiri susah di ajarin.'' Kekeh sang mamah membuat Kayla dan mbak Susi hanya tertawa.


''Udah-udah yang penting nanti kamu harus belajar kay, kasihan suami kamu.'' Mbak Susi menengahi.


''Iya benar tuh.'' Mbak Diana kembali bersuara.


''Ih mbak sakit.'' Kayla meringis sakit karena pegangan sang kakak sangat erat.


''Euh Kay,'' Lirih Mbak Susi menahan sakit nya. Dan entah kenapa pegangan itu semakin kuat membuat Kayla sedikit meringis sekaligus kaget.


''Mamah!'' Ucap Kayla meminta bantuan sang mamah.


''Mbak kenapa?'' Kayla kembali bersuara membuat Diana dan Alisa terlihat panik karena sepertinya mbak Susi akan melahirkan.


''Bima! ayah!'' teriak Alisa membuat para lelaki itu dengan cepat mereka menghampiri mereka.


''Sayang,'' Mas Bima segera menghampiri istrinya.


Mbak Susi terlihat sangat pucat karena menahan sakitnya. ''Mas,'' lirih mbak Susi membuat semua orang semakin panik.


''Mas Bima ayo gendong mbak Susi nya.'' Kayla menaikan suaranya agar mas Bima segera menggendong istrinya yang akan melahirkan.


''Mami.....'' Aleta mulai menangis membuat suasana semakin resah.

__ADS_1


''Sini sama bunda dulu sayang.'' Mbak Diana segera memeluk Aleta agar ia tidak menangis.


Dengan cepat mas Bima segera menggendong mbak Susi meski ia merasa sangat khawatir hingga mbak Susi kini sudah masuk ke dalam mobil dengan mas Bima dan juga mamahnya dengan Reza yang menyetir mobilnya.


Sementara Kayla ia di mobil lain dengan Alvin yang segera memacu kendaraan nya menuju rumah sakit tempat dimana mbak Susi akan melahirkan.


Mbak Susi sudah merencanakan proses persalinan nya akan di bantu oleh Kayla meski ia belum yakin tapi setelah mendengar rekomendasi dari dokter lain yang ia kenal akhirnya ia memilih untuk di tangani Kayla.


...


''Mas kamu yakin akan membantu persalinan mbak Susi?'' tanya Kayla tak kalah khawatir nya.


''Sudah kamu tenang sayang kita harus menyelamatkan mbak Susi.'' Ucap Alvin tanpa sadar memanggil sayang pada Kayla.


Hanya beberapa menit saja kini Kayla dan juga Alvin sudah sampai lebih awal dan mereka sudah bersiap menyambut sang kakak.


''Mas aku takut.'' Ucap Kayla merasa gugup seakan ketakutan nya kembali datang.


''Kita harus bisa Kay, kalau kamu gugup biar dokter lain yang akan ganti.'' Tegas Alvin karena keselamatan mbak Susi sangat penting.


Mbak Susi kini masuk ke dalam ruangan bersalin dengan menatap sang adik ipar yang akan menolong persalinan nya.


''Kay, temani kakak.'' Lirih Mbak Susi saat Kayla hendak keluar.


Pintu kini sudah tertutup Kayla mengangguk dan berusaha menguatkan sang kakak.


Kayla menggenggam lengan mbak Susi yang terasa dingin.


''Mbak jika mbak mulai merasakan kontraksi nya mbak dorong ya Kayla akan membantu.'' Ucap Kayla pasti.


Kayla dengan terpaksa ia pun menemani Mbak Susi degan Alvin yang akan membantu persalinan dengan bantuan suster lain karena Kayla sangat gugup.


Hingga tiba saat nya.


''Dorong kak ayo kakak pasti bisa.'' Kayla terus saja menyemangati mbak Susi.


''Aaaahhhhh.''' Mbak Susi sekuat tenaga mengejan hingga akhirnya sang bayi keluar.


''Alhamdulillah.'' Alvin berucap syukur bersamaan dengan tangisan bayi yang pecah di ruangan itu.


Ia menggendong sang bayi dan langsung mengadzani sang bayi dengan perasaan harunya Alvin bahkan meniti kan air mata bahagia nya dan itu adalah air mata pertama yang baru ia rasakan.

__ADS_1


''Laki-laki kak.'' Alvin berkata sambil mengalihkan bayi yang ia gendong pada suster yang akan membersihkan tubuh sang bayi.


......................


__ADS_2