Antara Cinta Dan Rasa

Antara Cinta Dan Rasa
Bab 42 bingkai foto


__ADS_3

Hari ini Kayla hanya diam di rumah ia merasa sedikit bosan meski ada bi Ida yang menemani dirinya di rumah.


''Mbak Kayla mau makan apa siang ini?'' tanya bi Ida yang sejak tadi membuat berbagai makanan di dapur meski sesekali ia menemani Kayla karena Kayla yang meminta bi Ida untuk menemani dirinya.


''Bibi, aku gak mau makan sejak tadi bibi masak banyak buat aku loh bi,'' Ingat Kayla yang merasa tidak menyangka akan tawaran yang bi Ida katakan padanya.


Bi Ida hanya terkekeh pelan karena memang adanya seperti itu.


''Tapi mbak tadi mas Alvin juga yang nyuruh bibi agar memasak berbagai makanan katanya mbak Kayla sedang tidak enak badan.'' Ucap bi Ida dengan senyum lembarnya.


Kayla hanya menggeleng ia tidak menyangka dengan apa yang bi Ida ucapkan padanya.


''Udah ah bi aku gak mau makanan makanan berat yang ada nanti gendut.'' Ucap Kayla yg kini memasang raut wajah cemberut nya.


Bi Ida hanya tertawa menanggapi ucapan dari majikan nya karena memang jelas sekali jika majikannya sangat jelas menjaga bentuk tubuhnya.


''Ya sudah mbak Kayla mau makan apa biar bibi buatin buat nyemil aja, apa mau puding salad buah atau apa aja yang mbak Kayla mau nanti bibi pasti pasti buat.'' Tawar bi Ida dengan senyum lebarnya.


Kayla hanya menarik napasnya panjang mendengar ucapan bi Ida saja yang sejak tadi menawarkan makanan padanya membuat dirinya seakan kenyang. ''Ya sudah terserah bibi aja yang jelas aku gak mau makanan yang berat oke.''


Kayla kembali sibuk dengan ponselnya ia mulai memainkan ponselnya kembali dan membiarkan bi Ida kembali ke dapur untuk memasak.


Rasa jenuh kini mulai menghampiri dirinya. Kayla merasa sangat bosan karena memang dirinya masih beradaptasi di rumah yang baru ia tempati.


Kayla mulai berjalan ke kamar namun langkahnya mulai terhenti saat melihat pintu kamar suaminya yang tidak tertutup.


Kayla melirik ke kanan dan ke kiri dengan rasa ragu ia mencoba masuk ke dalam kamar lelaki yang kini sudah sah menjadi suaminya.


Dengan sedikit gugup ia mulai masuk meski sebenarnya ia merasa hal itu salah tapi entah kenapa ia merasa sangat ingin.


Kayla yang sudah berada di kamar lelaki itu ia mengedarkan pandangan nya dan mulai melihat-lihat seisi kamar yang bernuansa putih itu.

__ADS_1


Aroma Alvin yang mendominasi ruangan itu kini menyeruak masuk ke dalam indra penciuman dirinya.


Kayla memperhatikan semua yang kini mencolok matanya. Ia melihat sebuah foto yang ki i mencuri pandangan nya.


Tangannya seakan tertarik untuk membawa bingkai foto yang ki i tersimpan di atas nakas nya.


Terlihat foto sepasang insan yang bisa Kayla yakini jika itu adalah Alvin dan mungkin wanita itu adalah kekasih nya.


Kayla bahkan melupakan kekasih Alvin yang sampai ini belum ia ketahui bahkan di saat dirinya telah berkata menerima Alvin sebagai suaminya ia sama sekali tidak menyinggung kekasih nya yg belum ia ketahui apa hubungannya dengan sang kekasih masih berjalanan atau tidak.


Tangannya kini mulai meraih dengan debaran jantung yang kini ia rasakan.


Satu jemari lentiknya kini mulai menyentuh pigura foto di hadapan nya namun belum juga ia mengambil foto itu bahkan ia belum melihat jelas foto wanita itu kini bi Ida memanggil dirinya membuat Kayla seketika terperanjat kaget.


''Mbak!''


Kayla menoleh seketika dan mengurung kan niatnya dan balik menatap bi Ida yang tersenyum ke arah dirinya.


''Ih bibi buat aku kaget.'' Ucap Kayla seakan kaget seolah seperti maling yang ketahuan.


''Lagian mbak Kayla meninggalkan ponselnya sembarangan ini mas Alvin telepon.'' Bi Ida menyodorkan ponsel miliknya yang ki i berada di tangan bi Ida.


''Kayaknya dari tadi mas Alvin panggil soalnya sudah sejak tadi bibi dengar suara panggilan telepon.'' Ucap bi Ida lagi.


Kayla hanya mengangguk dan mengambil ponsel miliknya dari tangan bi Ida. Ia bahkan segera keluar dari kamar Alvin dan beralih mengangkat panggilan telepon dari suaminya.


''Kamu dari mana saja sih Kay, kamu buat aku khawatir aja.'' Ucap Alvin sari sebrang telepon bahkan kini suara Alvin terdengar seperti suara mbak Diana yang sedang memarahi dirinya.


Kayla sedikit heran dengan kekesalannya ia pun menjawab pertanyaan yang Alvin tujukan padanya. ''Ya di rumah lah mas, aku kemana lagi.'' Ucap Kayla malas.


Terdengar hembusan napas Alvin yang terdengar gusar membuat Kayla kembali teringat sosok mbak nya.

__ADS_1


''Ada apa sih mas, aku gak kemana-mana aku juga baik-baik saja jadi gak usah khawatir.'' Jelas Kayla lagi.


''Ya kamu sih aku telepon dari tadi kamu gak angkat aku kan jadi sedikit kepikiran takutnya kamu kenapa-napa.'' Ungkap Alvin dengan jujur.


''Ya sudah kalau begitu aku mau lanjut lagi kerja nanti jam empat sore aku akan pulang assalamualaikum.'' Alvin langsung menutup kembali panggilannya tanpa menunggu jawaban dari Kayla.


Kayla menatap ponsel nya ia menjawab salam dari Alvin namun ia sedikit terkejut saat melihat ponsel nya ternyata sudah di matikan secara sepihak.


''Ih nyebelin banget sih.'' Kesal Kayla yang langsung menyimpan kembali ponsel nya di meja.


Ia memilih menyalakan kembali TV dan menonton acara di tv.


''Ini mbak saya buatkan stup roti dan juga salad buah.'' Bi Ida menaruh makanan yang baru saja ia buat di meja.


Dengan senang hati bi Ida pun mengambil posisi duduk di samping majikannya yang kini menatapnya dengan senang.


''Bibi tau aja aku suka stup roti.'' Kayla segera meraih stup roti yang bi Ida buat bahkan ia segera mencicipi nya yang sangat menggugah selera nya.


''Gimana?'' tanya bi Ida yang sedikit penasaran.


''Enak, bibi buat satu?'' tanya Kayla karena kini hanya dirinya saja yang makan.


''Enggak ko mbak bibi buat dua sama buat mas Alvin kasihan dong mbak nanti jika mas Alvin mau nanti bisa-bisa ileran.'' Kekeh bi Ida membuat Kayla pun ikut tertawa.


''Bisa aja sih bibi, ya udah makan aja bi gak apa-apa biar buat mas Alvin aku buat lagi nanti,'' Ucap Kayla karena ia merasa tidak enak jika ia malah makan sendiri sementara bi Ida malah menatap dirinya yang dengan lahapnya makan.


''Beneran?'' tanya bi Ida ragu karena baru sekarang ia mendapat majikan yang sangat baik seperti Kayla.


Kayla mengulas senyum dan mengangguk karena mulutnya masih berisi stup roti.


Bi Ida segera bangun dari duduknya dan beranjak pergi ke dapur untuk membawa lagi stup roti buatannya dan memakan nya bersama Kayla.

__ADS_1


......................


...


__ADS_2