
Malam telah tiba Kayla sudah siap ia berdandan dengan sangat cantik namun ia memakai dres panjang dengan rambut yang ia gerai. Kayla mengambil ponsel yang menganggu pendengaran nya sekarang.
''Ya halo.''
''Ya masuk aja aku udah siap ko.'' Kayla kembali menutup panggilan nya.
Tentu saja siapa lagi yang menelpon kalau bukan Alvin yang menelpon dirinya. Kayla sudah terlihat rapi ia memoleskan kembali Lipstik berwarna sedikit terang karena ia mengenakan dres berwarna gelap agar penampilannya terlihat lebih menonjol.
''Kayla!'' Teriak mamah dari lantai bawah.
Kayla mengambil tas nya dan segera turun setelah ia mendengar mamah nya memanggil dirinya.
''Iya mah.'' Jawab Kayla sudah tahu alasan apa yang membuat mamahnya memanggil dirinya.
Kayla segera menuruni tangga ia melihat Alvin yang sedang duduk dengan kedua orang tuanya.
''Kalian mau pergi?'' tanya Reza melihat putrinya yang sudah terlihat sangat rapih.
''Iya yah hanya sebentar boleh?'' tanya Kayla meminta izin pada ayah nya.
''Tentu boleh sayang.''
''Ya sudah om aku sama Kayla pergi dulu ya.'' Pamit Alvin setelah dirinya lama bercengkrama dengan teman dari ayahnya itu. Alvin memang sudah sangat dekat dengan keluarga Kayla hanya dirinya baru mengenal Kayla saat ia bekerja di sana karena sebelum nya ayah Kayla saja yang selalu mengunjungi kediaman nya dan karena itulah ia mengenal Reza.
Reza mengangguk dan mengulurkan tangan nya pada Kayla yang kini pamit pada dirinya.
Kayla dan Alvin sudah berlalu dari kediaman permana. Alvin sengaja mengajak Kayla jalan agar ia bisa semakin dekat dengan Kayla walau sebenarnya ia ingin sekali mengungkapkan semua perasaan nya.
''Kita akan kemana?'' tanya Kayla karena sejak tadi mobil itu melaju di jalanan kota yang tak pernah tidak pernah sepi pengendara.
''Mau makan? atau mau nonton atau kamu mau apa?'' tanya Alvin melirik ke arah Kayla yang masih setia melihat jalanan.
''Kita makan aja.'' Ucap Kayla simpel karena ia tidak mungkin nonton dengan penampilan seperti ini.
Alvin hanya mengangguk ia terus saja melajukan kendaraan sport nya itu di jalan dan kini mereka berhenti di sebuah restoran yang mewah.
__ADS_1
''Ayo.'' Ucap Alvin yang membukakan pintu untuk Kayla.
''Makasih tapi aku bisa sendiri.'' Ucap Kayla merasa tidak nyaman dengan perlakuan Alvin.
Namun tetap saja Alvin tidak beralih dan menutup kembali pintu mobil itu.
Kini merek berjalan beriringan yang membuat mereka seperti sepasang kekasih.
Kayla berjalan ke arah kursi namun lagi dan lagi Alvin menarik kursi itu untuk Kayla membuat Kayla merasa semakin tidak nyaman dengan sikap Alvin yang terlihat sangat manis.
''Makasih.'' Kayla berusaha tersenyum meski ia merasa tidak nyaman dengan perubahan Alvin.
Alvin segera duduk dan memesan makanan untuk dirinya dan juga Kayla.
Mereka sedikit mengobrol meski terlihat jelas keduanya sangat terlihat canggung dengan acara malam ini seolah mereka seperti sedang berkencan romantis.
''Kenapa sih kita makan disini?'' tanya Kayla memberanikan diri bukan begitu hanya saja Kayla merasa restoran yang Alvin pilih sedikit berlebihan jika hanya untuk sekedar jalan-jalan apalagi mereka hanya teman memilih restoran ini dengan nuansa romantis merasa Kayla merasa tidak nyaman.
''Kamu tidak suka?'' tanya Alvin dengan hati-hati.
''Eh enggak gitu. Ya maksud nya aku kira kita gak bakalan kesini.'' Kayla sedikit gugup meski ia sangat kaget melihat ekspresi Alvin yang memperlihatkan kekecewaannya.
''Al aku mau kita biasa ya.''
''Maksudnya?'' tanya Alvin tidak mengerti dengan perkataan Kayla.
''Ya maksudnya jujur aku merasa canggung gitu aku merasa makan malam ini terasa berbeda entah karena suasana nya.'' Kayla mengerutkan kening nya karena jujur ia sangat merasa tidak nyaman.
''Ya aku mengerti sepertinya kita salah pilih tempat.'' Kekeh Alvin padahal dirinya sudah sangat ingin mengungkapkan perasaan nya namun sepertinya memang dirinya tidak bisa memaksakan keinginan nya ia harus terlebih dahulu membuat Kayla merasa nyaman dekat dengan nya.
Waktu terus berjalan kini mereka tengah asik mengobrol bahkan rasa canggung di antara mereka hilang seketika.
''Ya benar al aku kira kamu tipe cowok gitu.'' Ucap Kayla karena ia mengira jika Alvin sosok yang sangat dingin namun ia salah karena jauh berbeda dengan yang ia kira.
''Ya dingin lah kay kalau sama yang gak kenal.'' Kekeh Alvin menyeruput minuman milik Kayla tanpa sengaja.
__ADS_1
''Ih tuh kan jadi gak fokus. Itu minuman milik aku.'' Kayla tertawa melihat ekspresi kaget dari Alvin ia bahkan menghentikan minum nya.
''Ih sorry sorry aku salah. Ya sudah biar aku pesan lagi ya.'' Alvin merasa tidak enak karena telah meminum minuman milik Kayla meski dalam hatinya ia merasa senang karena telah meminum minuman bekas wanita yang ia sukai.
''Gak usah gak usah aku bawa ko.'' Kekeh Kayla jujur.
Kayla akan selalu membawa air mineral di dalam tas kecil nya ia lebih suka membawa air mineral karena menurutnya air lebih penting untuk nya.
''Astaga kay. Yang benar.'' Alvin tidak menyangka karena kelakuan unik Kayla bagaimana tidak di saat wanita lain mungkin membawa alat kecantikan atau yang lain nya wanita yang kini berasa di hadapan nya malah membawa air mineral.
Kayla hanya terkekeh ia segera meminum minuman yang kini ia pegang.
''Kita balik yuk. Aku gak enak jika pulang terlalu larut.'' Ungkap Kayla jujur karena ia sendiri sebenarnya tidak biasa pulang malam.
''Ya sudah ayo.'' Alvin mengajak Kayla pulang dengan senang hati.
Terlihat wajah Alvin yang selalu menyungingkan senyum nya. Ia sangat senang karena malam ia sangat berkesan dalam hidupnya.
''Kay memang nya gak ada yang marah aku ajak kamu jalan?'' tanya Alvin melirik Kayla sekilas.
Kayla hanya tertawa menanggapi perkataan Alvin. Kayla sendiri hampir tidak ngeh dengan pertanyaan Alvin karena sudah saking lama nya ia tidak pernah menjalin hubungan dengan lelaki sejak ia duduk di bangku SMA.
''Siapa yang marah kamu kan sudah ijin sama ayah.'' Ucap Kayla dengan senyum nya membuat Alvin tahu jika Kayla tidak memiliki seorang kekasih.
Alvin hanya tersenyum ke arah Kayla namun hatinya merasa sangat lega. Ada kesempatan besar untuk nya memiliki Kayla.
Waktu telah berlalu kini mereka sudah sampai di kediaman Kayla.
''Aku pamit aja ya. Salam aja buat ayah dan ibu mu.'' Ucap Alvin merasa tidak enak berkunjung ke rumah seorang wanita yang sudah sangat larut ia hanya berhenti di depan rumah nya dan hendak kembali.
Kayla mengangguk dengan senyum yang menghiasi wajah nya.
''Kay.'' Alvin memanggil Kayla kembali saat wanita itu hendak membuka pintu mobil nya.
''Terima kasih ya.'' Alvin berkata dengan sangat tulus.
__ADS_1
''Sama-sama.'' Kayla membalas senyum nya dan segera keluar dari dalam mobil Alvin. Kayla tidak langsung masuk ia memilih menunggu Alvin kembali menjalankan mobilnya hingga mobil itu tidak terlihat dari halaman rumah nya.
......................