Antara Cinta Dan Rasa

Antara Cinta Dan Rasa
Bab 89 Tak biasa


__ADS_3

Malam kini sudah larut Kayla bahkan sudah tertidur lebih dulu karena ia sedikit lelah dan sebab itu ia beralasan ingin tidur lebih dulu.


Sedangkan Alvin ia masih diam di halaman rumah nya dengan di temani secangkir kopi.


Pikirannya terbang melayang ia terus saja tidak bisa mengalihkan pikirannya dari wanita yg sudah sama sekali tak ia cintai namun melihat kesedihan dari wanita itu tentu membuat Alvin merasa kasihan.


Kasihan karena pernikahan yg ia alami kini menyakiti hatinya sendiri bahkan di saat ia sedang hamil sungguh memilukan andai saja waktu dapat kembali berputar ia tentu tidak akan menarik wanita itu hingga ia harus tersakiti karena ulah dirinya.


.


.


"Mas," panggil Kayla dengan parau karena ia sedang tidur bahkan ia masih memejamkan matanya.


"Mas...." Panggil Kayla lagi.


Namun tetap saja tak ada jawaban dari suaminya membuat Kayla akhirnya membuka matanya dengan perlahan.


Namun ia mengerutkan kening nya karena ternyata suaminya tidak ada di kamar. "Loh kok gak ada," gumam Kayla dan bangun dari tidurnya.


Ia berjalan keluar kamar namun sepertinya orang rumah sudah tidur namun ia sedikit heran karena suaminya tidak ada bahkan rumah saja terlihat begitu sepi.


"Mas?" panggil Kayla lagi. ia sedikit takut tapi rasa penasarannya begitu kuat karena tidak bisanya suaminya malam-malam seperti sekarang ini ia tidak ada di kamar mereka.


Kakinya terus saja berjalan dan kini ia melangkah kan kakinya ke arah pintu luar namun ia sedikit terkejut saat mendapati ternyata suaminya malam diam luar seolah sedang menikmati udara malam.


"Mas kamu masih disini." Tegur Kayla dengan tidak habis pikir.


Bagaimana tidak padahal jam sudah menunjukan pukul sebelas malam tapi suaminya masih saja diam luar.


Alvin menoleh ke arah sumber suara ia sedikit kaget karena istrinya malah menghampiri dirinya.

__ADS_1


Pikiran nya masih saja berkeliaran pada sosok wanita yg kini mengusik hatinya. Ia merasa terus saja bersalah karena telah menyakiti hati wanita itu.


"Loh kok kesini sih by," sahut Alvin dan segera bangun dari duduk nya.


Ia mendekati Kayla yg sedang berdiri diambang pintu dengan tatapan penuh tanya.


Alvin mencium puncak kepala Kayla dengan lembut ia mengusap puncak kepala Kayla dengan penuh rasa cinta yg ia miliki.


"Aku hanya sedang ingin menikmati udara malam saja, ya sudah kita ke kamar ya kasihan juga baby lagian kamu juga butuh istirahat." Sahut Alvin lagi dan mengajak Kayla untuk ke kamar kembali.


Kayla hanya menuruti keinginan Alvin meski dalam hatinya ia menangkap ada perubahan nyata dalam sosok suaminya tapi ia tidak lagi memikirkan hal itu karena bisa jadi itu hanya perasaan nya saja.


Kayla memeluk Alvin dan ia pun kembali ke kamar mereka.


Seperti biasa Alvin pun memeluk Kayla karena memang semenjak kehamilan Kayla kini mereka lebih dekat lagi.


''Mas ke kamar mandi dulu ya by, kamu tidur dulu ya nanti aku menyusul.'' Sahut Alvin dan langsung berjalan ke arah kamar mandi tanpa banyak berbicara lagi bahkan tidak menunggu jawaban dari sang istri ia langsung meninggalkan Kayla.


.


.


''Nasy,'' Panggil Rayhan dengan lembut.


Sudah cukup batas kesabaran dirinya ia sudah cukup lelah dalam menghadapi istrinya yg selalu ingin dimengerti dengan keinginan nya namun selalu membuat Rayhan hanya bisa membuang napas kesalnya.


Rayhan sudah banyak berkorban untuk dirinya bahkan untuk pernikahan mereka tapi kali ini ia tidak bisa lagi seperti ini ia sudah pasrah akan keadaan.


''Nasy kamu dengar aku.'' Bentak Rayhan dengan kesal.


''Ada apa.'' Jawab Nasya dengan santai.

__ADS_1


Ia bahkan sama sekali tidak menghiraukan suaminya ia masih tetap fokus pada ponsel di tangan nya.


''Apa sedikit saja kamu bisa menghargai aku. Aku ini suami kamu Nasy.''


Rayhan semakin emosi bahkan ia sudah tidak bisa lagi bersahabat dalam setiap perkataan nya.


Nasya melempar ponsel nya sembarang ia menatap wajah Rayhan dengan penuh emosi yg tak kalah dengan suaminya.


''Aku tahu itu. Dan satu perlu kamu tahu aku tidak pernah menginginkan pernikahan ini terjadi jadi jangan harap sedikit saja aku menghormati kamu sebagai suami aku karena itu tidak akan pernah terjadi.'' Ucap Nasya dengan penuh penekanan.


''Oh ya satu lagi persiapkan semua berkas perceraian kita aku sudah muak dengan pernikahan sandiwara kita jadi jangan harap karena aku sedang hamil anak kamu aku akan mempertahankan pernikahan ini.''


Nasya kembali membawa ponsel nya dan langsung pergi meninggalkan Rayhan yg hanya diam mematung.


Rayhan bahkan tak sedikitpun menjawab dan membiarkan Nasya pergi begitu saja dari hadapan nya.


Rayhan hanya bisa membuang napas kasarnya.


Ia meremas rambut nya sungguh ia sudah tidak bisa lagi berpikir jernih hatinya begitu teramat sakit dengan perlakuan Nasya selama ini tak ada lagi harapan baginya untuk memperjuangkan lagi pernikahan mereka.


Mungkin memeng benar keputusan untuk melepas Nasya adalah yg terbaik bagi mereka.


Rayhan dini duduk di tepi ranjang matanya mulai berair hanya air mata yg keluar begitu saja dari sudut matanya ia sudah tidak tidak bisa lagi berkata apa-apa.


Diam-diam di balik pintu kamar mereka pak Arif kembali mendengar pertikaian anak dan menantunya hatinya sungguh sakit teryata anak yg selama ini ia sayangi dapat dengan mudahnya menyakiti hati dari orang yg selama ini sudah ia anggap sebagai anak nya sendiri.


Pak Arif mengusap sudut matanya yg sudah berair kali ini ia akan mendukung apapun k


yg akan menantunya putuskan baginya bercerai atau tidak tidak lagi ada bedanya sungguh ia sudah terlanjur kecewa dengan sikap anak nya sendiri.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2