
Alvin hanya bisa diam percuma saja memberitahu Nasya toh wanita itu tetap saja akan pada pendirian dirinya biarlah Nasya yg akan menentukan hidupnya meski dalam hatinya jelas ia sangat kasihan pada bayi yg saat ini wanita itu kandung.
"Kadang aku selalu berpikir kenapa hidup aku begini vin, kenapa yg aku inginkan selalu bertolak belakang dengan kenyataan." Nasya kembali menarik napasnya dalam-dalam.
Ia begitu meratapi kehidupan dirinya yg selalu membuat dirinya selalu merasa rapuh.
Alvin menatap dalam Nasya ia ikut sedih merasakan kehidupan yg wanita itu jalani sangat berat.
Andai saja waktu dapat berputar kembali ia tidak akan pernah mau mengusik dirinya sudah cukup bagi Nasya atas ujian kehilangan ibu nya. Alvin jelas merasakan berat sekali menjadi Nasya ia sendiri seorang laki-laki amat sangat sedih jika soal kehilangan seorang ibu.
"Kamu masih mempunyai dia Nasy, jangan lupakan itu berdamai lah sama suami kamu kasihan juga anak kamu ia akan membutuhkan seorang ayah sama seperti kamu yg saat ini membutuhkan seorang ibu."
Nasya hanya diam namun akhirnya ia kembali tertawa kecil ia seolah menertawakan nasibnya sendiri.
"Aku tahun itu vin, tapi tidak untuk saat ini aku sudah lelah vin aku lelah berdamai dengan hidup aku yg aku pikirkan sekarang bagaimana aku bisa menjadi seorang ibu yg baik untuk anak aku itu saja."
Namun dalam hati kecilnya Nasya membenarkan semua perkataan mantan kekasihnya itu.
Memang benar sekali apa yg Alvin ucapkan tapi entahlah untuk berdamai dengan Rayuan seakan sangat sulit ia lakukan.
Sudah hampir dua jam lamanya Alvin bersama dengan Nasya ia bahkan melupakan janjinya untuk menjemput Kayla.
Alvin hanya tidak bisa meninggalkan Nasya dalam kondisi seperti saat ini ia memang sedang membutuhkan seseorang hanya untuk mendengar segala beban nya.
.
.
"Mas Alvin kok belum balik juga sih, ponselnya juga kenapa gak aktif lagi." Tutur Kayla pelan.
Ia masih mengotak atik ponselnya berharap jika suaminya akan menghubungi dirinya.
Jam saja sudah menunjukan pukul empat sore tapi tidak ada juga pesan maupun panggilan sebelum nya dari Alvin.
__ADS_1
"Kamu belum pulang kay?" tanya Malik yg memang akan pulang.
Kayla tersenyum kecil ia pun mengangguk mengiyakan.
"Mau bareng aja sama aku? apa kamu lagi tunggu suami kamu?" tanya Malik lagi.
Malik menatap wajah Kayla dengan sedikit cemas pasalnya tadi ia bilang sedikit pusing jadi setengah jam yg lalu ia sengaja menyudahi sesi nya dengan ibu nya sendiri.
Siang tadi ibu Aira cukup memperlihatkan banyak kemajuan bahkan ibu Aira sudah bisa diajak berbicara banyak meski ia masih belum di beritahu jika Kayla ini adalah putrinya mungkin untuk ke depan nya Malik akan memberitahu karena bagaimana pun ibu Aira harus segera diberitahu.
"Kalau kamu tidak keberatan boleh aku ikut Malik?" tanya Kayla pada Akhirnya.
Kayla tadinya ingin menolak permintaan dari Malik tapi ia sedikit pusing lagi membuat Kayla merasa jika menerima permintaan dari Malik tidak begitu buruk baginya. Terlebih ia juga tidak membawa mobil karena memang sengaja rencananya ia akan pulang bersama dengan Alvin.
Tapi sudah hampir setengah jam Alvin belum juga menghubungi dirinya bahkan ponsel miliknya tidak bisa dihubungi sama sekali.
Malik pun segera turun dari dalam mobil ia membukakan pintu untuk Kayla dan Kayla pun dengan senang hati menerima perlakuan dari Malik meski ia sedikit tidak nyaman juga dengan tindakan yg Malik berikan pada dirinya.
"Gimana?" tanya Malik pada Kayla.
Ia tidak mengerti apa yg di tanyakan Malik membuat Kayla kembali menanyakan maksud pertanyaan lelaki itu.
Malik terkekeh kecil ia menatap sekilas wajah Kayla yg sedikit bingung dengan pertanyaan yg dirinya lontarkan.
"Ya maksudnya gimana apa sudah baikan?" tanya Malik dengan jelas.
Kayla membulatkan mulutnya karena mengerti akan pertahan Malik.
Ia pun mengangguk dan tersenyum. "Alhamdulillah udah lebih baik,"
"Syukurlah, jangan banyak pikiran kasihan bayi kamu dia lebih membutuhkan kamu dan soal ibu Aira aku yakin ibu kamu akan segera pulih hanya beberapa langkah lagi saja aku akan mencoba memberi tahu soal kamu," Ucap Malik dengan senyum nya.
Kayla seolah terpaku dengan ucapan lelaki yg kini sedang berada di samping dirinya. Sudah sangat lama mereka tidak berbicara seperti ini bahkan sudah sangat lama sekali Kayla tidak pernah merasa seperti sekarang.
__ADS_1
"Makasih Malik, makasih karena kamu selalu berusaha yg terbaik buat ibu," ucap Kayla dengan tulus.
Malik menatap sekilas dengan balasan senyum namun ia kembali fokus ke jalan karena saat ini ia sedang menyetir.
"Oh ya apa kamu masih tinggal di rumah mamah kamu kan?" tanya Malik pada akhirnya.
Kayla menatap jalanan ia lupa jika dirinya tidak memberitahu soal tempat tinggalnya sekarang.
"Astaga aku lupa, bukan kesini tapi aku tinggal di jalan X," sahut Kayla yg baru menyadari arah yg ia tuju salah.
Malik terkekeh melihat tingkah Kayla yg masih sama seperti dulu ia kenal.
Ternyata wanita di sampingnya itu tetap tidak berubah meski ia sedikit atau malah banyak berubah tapi tetap saja ada sebagian dari Kayla sosok wanita yg ia sangat ia cintai dulu.
"Ya udah jangan panik kita putar arah sekarang. Tuh kan jelas sekali kamu itu gak fokus Kay, mikirin apa sih," cetus Malik yg langsung memutar arah laju mobilnya.
Kayla kembali diam ia memang saat ini sedang tidak terlalu fokus entah mengapa ia selalu saja memikirkan suaminya sejak kepergiannya tadi ia merasa sangat tidak tenang terlebih Alvin juga tidak memberikan kabar soal dirinya.
Biasanya Alvin akan menghubungi dirinya jika ia tidak bisa menjemput tapi berbeda untuk kali ini ia bahkan tidak menghubungi dirinya sama sekali.
Saat mobil yg Malik kendarai melaju melewati restoran yg selalu ia kunjungi yg tidak lain adalah restoran milik kakak nya seketika itu matanya membulat.
Ia sedikit kaget karena melihat Alvin yg begitu dekat dengan seorang wanita. Wanita yg Kayla rasa jika ia mengenal dirinya bahkan ia merasa pernah bertemu dengan nya.
Terlihat Alvin berjalan dengan wanita itu menuju mobilnya entahlah. Entah siapa wanita itu tapi ada rasa tidak nyaman yg saat ini Kayla rasakan bahkan hatinya sedikit ngilu ia cemburu melihat kedekatan suaminya dengan wanita lain.
"Menurutmu bagaimana kay?"
"Kay?"
"Hah? sorry Malik aku gak denger," cicit Kayla pelan.
Ia begitu terkejut saat tangan nya disentuh oleh lelaki di samping nya itu.
__ADS_1
"Kenapa kamu melamun aja, apa ada sesuatu?" tanya Malik pada akhirnya.
.................... ...