
''Kay? Mmm apa aku boleh masuk?'' tanya Malik pada akhirnya.
Sudah beberapa jam ia menunggu diluar namun ia tidak ingin menemui Kayla yg sedang dalam keadaan kacau.
Ia tahu jika memang saat ini Kayla butuh waktu sendiri tapi rasanya membiarkan wanita itu bersedih tentu tidak baik untuk nya juga ia tidak ingin jika sesuatu yg buruk terjadi pada wanita itu.
Malik tersenyum simpul ia pun memilih masuk setelah Kayla mengangguk pelan. Wanita itu terlihat begitu pucat dengan mata yg terlihat begitu bengkak.
Entah berapa lama dirinya menangis tapi Malik tahu itu dan tak semudah itu menahan beban meski ia sudah tahu apa yg sebenarnya terjadi diantara Kayla dan Alvin.
Memang Malik sendiri tidak membenarkan sikap Alvin karena bagaimana pun Kayla adalah istrinya dan seharusnya dirinya lah yg lebih layak mendapatkan perhatian dari dirinya sedangkan Nasya ia juga masih berstatus sebagai istri orang.
Entahlah ia tidak ingin lagi ikut campur dalam masalah rumah tangga sahabatnya itu ia hanya ingin melihat Kayla tersenyum kembali dan melihat Kayla bahagia bersama Alvin itu lebih baik baginya daripada melihat wanita itu terluka seperti sekarang ini.
Malik mengambil posisi duduk di samping Kayla yg masih terbaring lemah meski Kayla sendiri tidak menutupi kesedihan nya dari Malik seolah tak ada lagi yg harus ia tutupi dari dirinya.
''Kalau kamu masih mau menangis gak apa-apa aku tahu itu berat tapi jangan biarkan kamu bersedih dan terus larut dalam kesedihan itu kay, kasihan bayi kamu aku mungkin tak tahu apa yg terjadi pada pernikahan kalian tapi aku bisa merasakan kesedihan kamu,'' ucap Malik kembali membuka suara meski ia kini harus berbohong tapi ia juga tidak ingin memberitahu yg sebenarnya terjadi biarlah Alvin yg akan menjelaskan semuanya ia tidak akan ikut campur dalam masalah pribadi mereka.
Sementara Kayla ia masih saja diam namun air matanya kembali jatuh meski tanpa isak tangis tapi sungguh hal itu lebih menyakitkan dari pada melihat Kayla menangis merintih.
Malik seolah beku tak dapat banyak yg bisa lakukan hanya bisa membiarkan wanita itu kembali menangis dan akan berusaha menguatkan dirinya meski ia tidak tahu apa caranya akan bisa membuat wanita itu kembali tersenyum atau tidak karena memang sebenarnya saat ini yg Kayla butuhkan bukan dirinya tapi Alvin lah orang yg saat ini Kayla butuhkan tapi dengan terpaksa ia harus memisahkan mereka dulu untuk sementara waktu seperti yg Alvin minta pada dirinya.
Lima belas menit telah berlalu Kayla sudah tak menangis lagi bahkan ia terlihat sedikit tenang meski tetap saja dirinya tidak terlihat baik.
__ADS_1
''Aku akan mengantarmu pulang dokter sudah mengizinkan kamu untuk beristirahat di rumah,'' jujur Malik yakin.
Memang dokter menyatakan tidak ada yg perlu di khawatirkan karena memang kondisi Kayla yg tidak stabil saja ditambah stres berlebih membuat ia mengalami seperti sekarang ini tapi untung saja tak ada yg serius hanya kram biasa yg selalu di rasakan oleh ibu hamil pada umumnya di awal kehamilan.
Meski ada resiko terburuk tapi untung saja Kayla segera di tangani membuat ia dapat segera pulih.
''Aku mau pulang ke rumah mamah aja, kamu bisa antar aku kan Malik?'' tanya Kayla.
Malik menghembuskan napas beratnya seolah dirinya tidak yakin tapi memang untuk saat ini lebih baik mereka berpisah untuk sesaat karena di khawatirkan mereka malah akan bersitegang dan itu sangat tidak baik untuk bayi yg sekarang berada dalam perut Kayla.
.
.
Malik menatap sekilas wajah Kayla yg kini sedang berada di sampingnya tak ada obrolan diantara mereka hanya keheningan yg mengisi ruang mereka saat ini.
''Aku gak yakin apa aku bisa melanjutkan semuanya,'' lirih Kayla pelan.
Ia kembali menutup wajahnya dan kembali terisak dadanya semakin sesak memikirkan sosok wanita yg sama ia lihat ia mengira jika hubungan rumah tangga mereka baik-baik saja tapi apa daya ternyata pernikahan mereka tak se sehat yg ia pikirkan malah suaminya bermain bersama wanita lain di belakang dirinya padahal Kayla sudah sangat percaya akan suaminya itu.
''Istirahat dulu kay, tak baik terus memikirkan lelaki yg memang mencintai kamu.'' Balas Malik menjawab ucapan Kayla.
Kayla tertawa kecil bahkan tawa itu terdengar begitu menyakitkan seolah dirinya memang sangat kecewa pada suaminya itu.
__ADS_1
''Jika saja seperti itu tapi tidak, menyedihkan.'' Desis Kayla dengan perasaan kecewanya.
Malik tersenyum tipis namun hatinya seolah sakit berapa hatinya kembali di sadarkan lagi oleh kenyataan jika memang dirinya harus segera melupakan wanita di sampingnya itu ia bahkan sangat mencintai suaminya hatinya memang sudah milik sahabatnya itu.
Hanya sesal yg selalu mengisi pikirkan mya ia jelas begitu cemburu mendengat itu tapi ada rasa bahagia karena ternyata Kayla berada di tangan yg tepat.
Mobil berwarna putih itu meluncur dengan cepat di jalanan Malik kembali memacu dengan kecepatan di atas tadi ia tidak ingin lagi berdebat hatinya ternyata masih tak bisa mengontrol dirinya sebagai lali-laki yg jelas sejak dulu memperjuangkan cintanya tentu tak semudah itu bisa menerima semuanya anda saja Kayla bisa membuka matanya jika saat ini Malik begitu terbakar cemburu.
Alvin terus saja mengikuti lagu mobil itu dengan hati yg tak bisa tenang ia terus saja menggumamkan kata maaf yg tak sempat ia katakan pada istrinya.
Hingga tak terasa kini mereka telah sampai di kediaman keluarga Rahardian.
''Mmm Malik makasih buat semuanya.'' Ucap Kayla dengan senyum manis nya.
Perlahan kakinya turun namun tidak dengan tubuhnya Malik menggenggam tangan Kayla ia menatap wajah yg tak sempat ia miliki.
''Makasih buat semuanya kay, aku tak bisa lagi menjaga ibumu mungkin esok aku akan kembali dan satu lagi tetaplah bersama Alvin dia lelaki yg pantas untukmu.'' Tutur Malik pelan bahkan suaranya seolah hilang di telan bumi namun tetap terdengar oleh Kayla.
Mendengar itu Kayla hanya diam ia bahkan sedikit kaget karena perlakuan Malik terlebih lelaki di depan nya itu menarik tangan nya dan mencium tangan nya dengan lembut.
Bayangan nya kembali berputar saat dirinya berpisah dengan Malik yg membuat dadanya sakit tapi tidak dengan sekarang entahlah ia hanya diam mematung sampai ia kembali tersadar saat Malik menyudahi aksinya.
''Mmm aku, aku harus kembali,'' ucap Kayla gagap dan langsung segera turun dari dalam mobil Malik.
__ADS_1
Malik hanya bisa melempar senyum setidaknya ia akan kembali dengan perasaan lega ia yakin jika saatnya ia kembali tak ada lagi yg harus ia pertahanan di tempat ini wanita yg sudah lama ia perjuangkan sudah tak akan pernah ia miliki lagi.
...****************...