
Stelah pernyataan sikap Nathan terhadap bisnis-bisnis restoran yang dia serahkan kepada keluarga Maria, yang tidak akan pernah diganggu gugat apalagi diambil kembali, perubahan sikap kedua pasangan suami-istri yang sudah paruh baya itupun mulai berubah tak menaruh perasaan buruk lagi padanya.
Bahkan keluarga tersebut membuatkan pesta perpisahan untuk Amira dan Nathan, setelah diberitahu bahwa keluarganya akan mendapatkan tambahan yaitu semua bisnis kafe dan restoran yang ada diseluruh kota yang kini menjadi pusat keuangan untuk wilayah asia-pasifik itu, yang jumlahnya lebih dari sepuluh restoran dan hampir 15 kafe yang tersebar di jalan-jalan strategis di kota tersebut, kini menjadi hak milik Pak Albert dan keluarganya.
"Terimakasih untuk semua jamuannya Pah mah," ucap Nathan pada keduanya.
"Sama-sama, maafkan atas sikap kami juga Nak," timpal Pak Albert.
"Sudah-sudah, jangan bahas yang sudah berlalu lebih baik kita nikmati hari ini," seru istri Pak Albert.
"Amira kau mau pilih yang mana Nak?" Tanyanya pada Amira.
"Itu saja Nek," jawab Amira sambil menunjuk salah satu makanan kesukaannya, tadinya keluarga tersebut ingin mengadakan pesta perjamuan perpisahan tersebut di salah satu restoran terbaik yang mereka miliki tapi Nathan memilih dihalaman rumah saja, karena dia berpikir itu lebih cocok untuk acara Family time seperti ini.
"Jadi kapan Kak Nathan dan Amira akan berangkat pulang ke negeri Indonesia?" Tanya Maura adiknya Maria, seakan adik iparnya itu ingin segera dirinya dan putrinya segera pergi.
__ADS_1
"Mungkin tiga hari lagi, karena Kakak harus mengunjungi beberapa restoran dan kafe yang berad dibeberapa kota disini, sekalian mengajak Amira jalan-jalan," Jawab Nathan.
"Wah... Maura boleh ikut gak kak?" Seru Maura dan langsung bertanya mengajukan diri untuk ikut bersamanya.
"Bukankah kau ada mata kuliah yang penting besok?" Tanya Kakak laki-laki Maura yang bernama Betran yang umurnya dua tahun lebih tua darinya.
"Eh iya, hampir lupa saking pengen jalan-jalan sama kak Nathan, hehehe..." ucap Maura.
"Enggak apa-apa lain waktu saja kau kuajak jalan-jalannya, karena kuliah lebih penting," ucap Nathan yang mencoba membesarkan hati adik iparnya tersebut.
"Tenang saja, mungkin bakal enam bulan sekali atau setahun sekali, karna kan kakak juga harus tetap mengaudit bisnis kakak yang ada di negara ini," timpal Nathan sambil mengusap kepalanya Maura dengan lembut, gerakan tersebut mungkin sederhana tapi efeknya sangat besar, terlihat dari raut wajah Maura yang seketika memerah, karena dirinya sangat senang diperlakukan seperti itu oleh kakak iparnya.
Sehabis acara family time bersama keluarga Pak Albert, Nathan dan Amira pamit pergi untuk berkunjung ke beberapa kota dimana tempat usahanya berada.
"Kita mau kemana dulu Pah?" Tanya Amira pada ayahnya, ketika mereka berada di stasiun kereta api.
__ADS_1
"Kita akan ke Cannbera terlebih dulu dan sekalian berkunjung ke kedubes untuk menanyakan proses kepindahan dirimu menjadi WNI," jawab Nathan, dirinya memilih menggunakan kereta api agar putrinya tersebut menikmati perjalanan lebih lama, karena Amira sangat jarang sekali dibawa berlibur oleh Kakek dan Neneknya.
Selama tiga hari itupun mereka terus berkeliling mengunjungi beberapa kafe dan restoran yang dimiliki oleh Nathan, meski tak semuanya karena dirinya tak ingin membuang waktu dengan mengunjungi satu persatu setiap kafe yang tersebar diseluruh kota, jadi dirinya hanya berkunjung ke satu restoran utama disetiap kota untuk memeriksa dokumen pendapatan dan pengeluran disetiap cabang dikota tersebut.
Tak terasa waktu tiga haripun berlalu, setelah proses kepindahaan kewarganegaraan Amira akhirnya selesai, yang ternyata tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama karena Amira masih dibawah umur jadi prosesnya cukup cepat.
"Papah apakah nanti Mommy baru Amira akan menyayangi Amira seperti putrinya sendiri?" Tanya Amira pada ayahnya, seperti ada kecemasan dalam hatinya.
"Tenang saja, Papah yakin Mommy Rena pasti akan sangat menyayangimu, bukankah kalian sudah berkenalan sejak beberapa hari yang lalu? Meski hanya melalui telpon, jadi percayalah Mommy Rena pasti akan menyayangimu seperti anaknya sendiri," ucap Nathan meyakinkan putrinya itu, dan tak lama kemudian pesawat keberangkatan tujuan tanah air telah terdengar, kedua ayah dan anak itu pun bergandengan tangan melangkah ke kabin pesawat yang membawa mereka ke tanah air tercinta.
#Yuks tinggalkan jejak dengan cara like or comen, juga boleh kasih hadiah dengan memberikan bunga atau vote biar mimin semangat upnya.
#Dan biar gak jenuh mimin ada rekomendasi novel yang tidak kalah kerennya, karya dari author senior Kak Melisa, yuks segara melipir, cekidot...
__ADS_1