
Esok harinya diruang bawah tanah atau basement tempat gedung perkantoran milik Yoshiro-san kedatangan sejumlah orang, ternyata selain luas basement tersebut mempunyai fasilitas olahraga, seperti: alat-alat fitnes, tempat latihan tembak dan dua tempat ring tinju, serta arena pertarungan karate dan disinilah Rehan akan melakukan latih tanding dengan anak buah Kawamatsu-san.
"Selamat pagi Tuan Benjiro, tidak saya sangka tuan akan menghadiri pertandingan hari ini," ucap Kawamatsu penuh penghormatan, menyapa Kepala Klan Shadow Lord wilayah asia ini, dia sangat senang dan tidak menyesal telah membatalkan pertemuan penting hari ini, karena bisa melihat secara langsung itu adalah moment langka, apalagi bisa menjalin hubungan dengan baik, itu akan membuat reputasinya diantara keluarga Yakuza lainnya akan menjadi lebih disegani.
"Selamat pagi juga, hmmz... Kawamatsu-san, santai saja, kita nikmati saja pertandingan ini, jadi silahkan duduk," timpal Tuan Benjiro penuh wibawa.
"Rehan-san kalahkan dia dengan cepat," seru Keiko yang hadir diantara bangku penonton, membuat semua orang menoleh dan terheran-heran, hubungan apa orang itu dengan Putri dari penguasa tersebut.
Suasana langit-langit ruang basement sekarang dipenuhi atmosfir menegangkan apalagi suasana di arena pertandingan, lawan didepan Rehan terlihat sangat mengintimidasi sekali.
"Are you ready?" ucap Sang Wasit pertandingan, yang ternyata adalah salah satu top ten keluarga Benjiro.
"Saya sudah siap," seru pria dengan badan atletis layaknya seorang prajurit dari suatu angkatan bersenjata tapi pria ini penuh dengan tato, Rehan sempat berpikir, apa semua pemuda negeri matahari terbit penyuka tatto?.
Dan Rehan hanya menganguk tanda dia juga sudah siap, sementara lawannya mulai bersiap dengan kuda-kuda yang terlihat sempurna, memang menurut kabar orang tersebut adalah ahli beladiri karate di keluarga Yakuza pimpinan Kawamatsu.
"Mulaiii" seru sang wasit dan langsung mundur ke sisi arena.
Belum sampai wasit ke luar garis arena, lawan Rehan langsung mulai melompat dengan tangan yang mengepal mengarah ke rahangnya, tapi dengan sigap Rehan berhasil menangkisnya, pukulan pertama sudah dilancarkan, pukulan selamat datang dan pertarunganpun dimulai.
Rehan tidak tinggal diam, dia mulai menggeser kaki kanannya ke depan dengan arah menyerong dan lebar setengah langkah kuda-kuda yang sempurna, dan orang tersebut kembali menyerang, namun pukulannya kali ini hanya mengenai udara kosong.
"BUKK"
__ADS_1
Rehan yang sambil mengelak dan lansung melancarkan sebuah pukulan tangan kanan berhasil menghantam bahu dan langsung menyusul kearah dada, membuat orang tersebut terjengkal mundur beberapa langkah.
"YEAH" Teriak Keiko dari tempat duduknya, sontak kejadian tersebut membuat semua orang terkejut, apalagi Kawamatsu-san dan orang-orangnya sampai terbelalak tidak percaya, karena orang yang mereka pilih adalah salah satu petarung terbaik mereka.
Dengan penuh amarah, lawan Rehan tersebut kembali bangkit, kali ini dia meloncat-loncat kekanan dan kiri dengan tempo cukup cepat sambil merengsek maju, kali ini pukulannya sangat cepat, hingga membuat Rehan kewalahan.
Pukulan cepatnya langsung mengarah ke bahu, tapi dengan lincah pula Rehan berhasil berkelit, lalu mengarah ke wajah tapi lagi-lagi dia mampu menangkisnya, namun itu membuatnya mundur beberapa centi.
"BUKK"
Tanpa diduga tendanan memutar dari jagoan Kawamatsu-san itu berhasil mengarah ke dadanya, andai Rehan tidak mempunyai reflek yang cepat untuk melindungi dengan cara menyilangkan kedua tangannya, mungkin dia akan terkapar saat itu juga.
Meski begitu tendangan barusan membuatnya terpental beberapa langkah dan nyaris menyentuh garis terdalam arena, efek serangan itupun membuat tangannya merasa kesakitan, suara riuh sorak-sorai dari penontonpun mulai terdengar.
Rehanpun kembali merengsek ke tengah arena, dan merekapun kembali saling serang dengan pukulan dan tendangan gaya beladiri masing-masing, kembali tendangan meluncur deras, bahkan kali ini jangkauannya adalah kepala Rehan, tapi itu adalah kesalahan fatal bagi musuhnya.
Ketika Rehan berhasil menghindar dengan cara menurunkan tubuhnya sedikit, dan dengan cepat dia loncat ke samping lawannya, dan langsung menghantam lutut belakangnya, disusul dengan memukul dagu, lalu diakhiri mendaratkan pukulan diperut dengan penuh energi hingga membuat lawannya terpental keluar arena.
Dan kemenangan diraih oleh Rehan, tepuk tanganpun terdengar dari seluruh penonton yang hadir, dan diapun menghampiri lawan sambil mengulurkan tangannya tanda respek dan lawannya pun menerima uluran tangannya.
"Gerakan yang sangat cepat sekali dengan pukulan yang penuh tenaga, perkelahian tanpa senjatanya hampir setara dengan top ten keluarga kita," ucap salah satu penonton yang juga seorang anggota Klan Benjiro.
"Kau benar, aku cukup tau, orang itu adalah tiga dari salah satu petarung terbaik keluarga Kawamatsu, tapi dengan mudahnya dapat dia kalahkan," timpal temannya yang ternyata mereka adalah bawahan Yoshiro-san.
__ADS_1
Lalu tuan Benjiro, Kawamatsu-san, dan Yoshiro-san menghampiri Rehan.
"Pertarungan yang luarbiasa sekali nak," seru tuan Benjiro sambil tepuk tangan.
"Baiklah Rehan-san sebagaimana kesepakatan kita, saya tidak akan menggangu lagi perempuan itu lagi, mari kita pertemukan mereka, tuan Benjiro, Yoshiro-san, maaf ini akan merepotkan kalian sekali lagi, saya mohon minta pertemuannya disalah satu ruang di gedung ini," ucap Kawamatsu-san meminta pada sang pemilik gedung.
"Baiklah, lagi pula mumpung kita ada disini, jadi sekalian saja, benarkan Yoshiro?" ucap tuan Benjiro.
"Yaa tuan memang lebih baik begitu, biar bawahan saya menyiapkan tempatnya" timpal Yoshiro sambil menundukan kepala pada pimpinannya itu.
"Yeaahh.... Rehan-san memang hebat, karena saya percaya Rehan-san pasti menang, karena anda adalah Sensei saya," seru Keiko menghampirinya.
"Sensei?" tanya tuan Benjiro cukup terkejut.
"Iya Papa, waktu Keiko tinggal ditempat Rehan-san, dia pernah mengajari seni beladiri yang disebut silat itu," ucap Keiko terus terang.
"Benarkah itu Rehan-san?" tanya Yoshiro memastikan.
"Iya, tapi saya mengajarkan teknik beladiri silat kepada Keiko agar dia dapat melindungi dirinya suatu hari nanti, meski dia seorang perempuan," ucap Rehan membenarkan dan menjelaskan maksudnya melatih Keiko silat.
"Hahaha... Terimakasih banyak nak Rehan, putriku, nanti papa ingin melihat sejauh mana kau menguasai beladiri khas negaranya temanmu itu," seru tuan Benjiro tertawa senang, setelah mendengar penjelasan darinya.
"Boleh saja papa, kapanpun itu," timpal Keiko penuh percaya diri, merekapun beranjak dari basement untuk pertemuan mereka selanjutnya.
__ADS_1