Asa Di Ujung Lembayung

Asa Di Ujung Lembayung
Pertemuan Yang Memilukan


__ADS_3

Apakah kalian pernah mendengar ada segelintir keluarga atau klan yang mampu mempengaruhi kebijakan suatu negara bahkan dunia melalui genggaman mereka, dan juga apa kalian tau orang-orang terkaya yang selalu menghiasi majalah bisnis dengan kekayaan fantastis yang mereka miliki.


Asal kalian tahu itu tidak seberapa dibandingkan dengan Kekayaan keluarga tersebut, bahkan bisa dikatakan orang-orang itu bisa disebut sebagai bawahan mereka bahkan katanya seorang kepala negara pun akan tunduk gemetar ketika mereka bicara, Keluarga atau klan itu menurut orang-orang tertentu dijuluki sebagai Shadow lord yaitu pengendali kekuasaan dibalik bayangan, mereka bisa membeli kekayaan maupun kekuasaan dengan mudah.


Konon mereka menguasai hampir seluruh bisnis, baik legal maupun ilegal, seperti: perbankan, perikanan, ilegal loging, pencucian uang, perdagangan senjata, pertambangan, valas, retail, hingga teknologi mutakhir baik dibidang senjata maupun medis.


Dan konflik antara keluarga tersebut bisa menimbulkan kerusakan bagi dunia, karena akan melibatkan seluruh negara, maka dari itu mereka melakukan perjanjian dan pembagian wilayah yang mereka kendalikan, untuk saling menghormati dan jangan sampai melewati batas, meksi selalu ada gesekan-gesekan kecil sering terjadi, dan salah satu keluarga Shadow lord itu ialah Klan Benjiro keluarganya Keiko saat ini.(tapi itu tidak akan dibahas lebih lanjut dinovel ini, karena ini khusus tentang kehidupan romansa seorang Rehan).


~


Rehan dan keluarganya kini telah tiba di bandara Tokyo bersama para Pengawal Keiko, terlihat Rina terlelap dipangkuan sang ayah, karena sejak lepas landas hingga mengudara dia tidak bisa diam sama sekali saking senangnya, karena ini adalah pertama kalinya bagi Rina naik pesawat terbang, bahkan mungkin bagi Rehan dan Kinan sendiri.


Tidak seperti Zahra, ini adalah ketiga kalinya dia naik pesawat terbang, meski begitu, tetap saja ini adalah pertama kalinya juga dia naik pesawat antar negara, apalagi pesawat yang dia naiki kali ini adalah pesawat pribadi milik keluarga Keiko, jadi dia berasa menjadi sebuah tamu kehormatan seorang presiden suatu negara.


Apalagi ketika mereka sudah sampai di bandara dengan landasan khusus milik keluarga Keiko, mereka sudah disambut oleh rombongan yang telah menunggu sejak dua jam sebelumnya, ketika berada di kabin Zahra sempat bertanya apakah ayahnya seorang presiden? Keiko hanya tersenyum bahwa bukan presiden melainkan seorang pengusaha.


"Gila pengusaha macam apa yang mempunyai pesawat pribadi dan pengawalannya juga melebihi seorang anak presiden dari negara maju sekalipun," gumam Zahra dalam hati, yang merasa takjub sekaligus heran.


"Papa..." Seru Keiko setelah turun dari pesawat dan ternyata orang yang paling depan adalah ayahnya, lelaki yang berusia lebih dari 60 tahun itu terlihat masih bugar meski usianya sudah lewat kepala enam, tatapan tajam penuh wibawa terpancar dari raut wajahnya ketika menatap Rehan beserta keluarganya.


"Keiko-Chan, Papa no sukina musume( Putri kesayangan Ayah)," seru orang yang disebut Benjiro yang langsung memeluk putri tercintanya.


"Terimakasih telah menjaga dan merawat putri saya selama di negara anda, suatu kebanggan bagi saya bisa bertemu dengan anda hari ini," ucap Tuan Benjiro-san sambil menunduk memberi salam.

__ADS_1


"Sama-sama, tidak perlu berlebihan seperti itu Tuan, karena menolong sesama itu adalah suatu keharusan, lagi pula Keiko pernah merepotkan dan sudah kami anggap sebagai keluarga," timpal Rehan membalas menundukkan kepala.


"Hmmz... Anda sungguh pemuda yang baik hati sekali, tidak salah Yoshiro menitipkan Keiko pada anda, Minna, Kare wa watashi no musume o kare no kazoku to minashite itakaradesu(Karena dia menganggap putriku sebagai keluarganya), Sore de, Kare mo kazoku to shite atsukatte kudasai(Perlakukan dia sebagai keluarga juga)" Ucapnya lagi lalu meneriaki anak buahnya, yang mana Rehan masih belum mengerti arti ucapannya barusan.


***


Hari pertama Rehan dan keluarganya tidak langsung jalan-jalan, karena mereka masih kelelahan sehabis menempuh perjalanan yang jauh, jadi mereka memilih beristrihat terlebih dahulu disebuah hotel bintang lima milik keluarga Benjiro.


"Rehan-san, biar besok saya yang antar jalan-jalannya, soalnya sekarang saya harus pergi ke keluarga utama dulu untuk menemui Mama dan saudara-saudara saya yang lain, Kinan-Chan juga Zahra-san selamat beristirahat dan selamat datang dinegeri kami," ucap Keiko tersenyum dengan penuh riang, dan dia pun pergi dengan pengawalan disekitarnya.


~


Esok paginya tempat pertama yang mereka tuju adalah Tokyo Disneyland dan Disneysea begitu antusias ketika memasuki tempat wisata tersebut, lalu ke menara tokyo hanya sekedar makan malam bersama, Keiko yang menemani mereka layaknya tour guide profesional menjelaskan setiap tempat yang mereka kunjungi.


Dan pada hari berikutnya mereka pergi ke kota Shizuoka untuk menikmati gunung fuji dari dekat, dan Keiko membawa mereka Kuil Kitaguchihongu karena kuil tersebut adalah titik awal jalur pendakian menuju gunung fuji.


"Hmmz... Ateu Udaranya segar sekali ya," seru Rina sambil mengedarkan pandangan kesetiap penjuru kuil yang dipinggirannya terdapat pohon-pohon yang menjulang tinggi.


"Iya, jadi pengen rebahan," timpal Kinan.


"Nah ini namanya Kuil kitaguchihongu, dan biasanya pada tanggal-tanggal tertentu selalu diadakan festival obor, yang disebut festival api Yoshida," ucap Keiko menjelaskan tentang kuil tersebut, Zahra dan Rehan hanya menganguk saja mendengar penjelasan darinya.


"Rina mau kemana?" seru Zahra pada putrinya yang berlari kearah bangunan yang terlihat seperti kuil kecil yang sudah usang.

__ADS_1


"Ini Umi kayaknya bibi itu membutuhkan makanan dan minuman," seru Rina sambil berlari, merekapun menyusul putrinya tersebut karena takut kesasar.


"Ini bibi," ucap Rina sambil memberikan kue dan sebotol minuman.


"Terimakasih," ucap wanita tersebut menggunakan bahasa yang sama dengannya, dan tanpa mempedulikan keterkejutan Rina, lantas dia pun kembali duduk sambil menatap kosong kearah pintu masuk kuil sambil bergumam tidak jelas.


"Kang Rehan tolongin Rena, Rena takut," gumamnya berkali-kali, terlihat penampilannya sudah tidak karuan bahkan rambutnya pun berantakan, karena terkejut Rina yang mendengar gumaman tersebut mundur beberapa langkah.


"Ada apa sayang?" tanya Zahra yang melihat putrinya seolah ketakutan.


"Umi... Bibi itu terus menyebut nama Abi," Ucap Rina sambil menunjuk kearah wanita tersebut, sementara wanita tersebut tidak mempedulikan kehadiran mereka dan terus saja bergumam sambil menatap kosong kearah pintu masuk kuil.


"Gomen'nasai kare wa anata o nayama semashita? (maaf apa dia menggangu kalian?)," ucap seorang wanita paruh baya yang mendekati mereka.


"Mattaku nai(tidak sama sekali), tapi siapa dia sebenarnya Nek?" tanya Keiko pada nenek tersebut.


"Tidak tau, kami menemukannya ketika dia terjatuh tak sadarkan diri saat berada di pinggiran hutan Yawata no Yabushirazu, waktu kami masih tinggal disana," ucap Nek Kiba begitulah orang sekitar memanggilnya.


"Rena? astaga apa yang terjadi padamu Rena? Kang ini Rena Kang," seru Zahra histeris sambil memeluk wanita yang ternyata adalah sahabat baiknya, tangisnya pun pecah, membuat Rina tambah kebingungan.


Setelah Rehan dan Kinan mendekat, mereka pun mengamati dengan seksama, lalu beberapa detik kemudian Kinan pun menangis sambil menghambur peluk kearah Zahra dan Rena.


Rehan yang mendapati kenyataan yang begitu memilukan dan menyayat hati pun tak kuasa menahan air matanya, apa yang telah menimpa Rena hingga membuatnya terlihat menyedihkan seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2