
Keysa tengah duduk di meja kerjanya sambil menghadap komputer, dia sedang menelusuri kejadian-kejadian berkaitan dengan kasus kriminal yang dimuat diberita negeri sakura akhir-akhir ini, dan berita yang paling dicari adalah kasus orang hilang atau penemuan orang hilang.
Itulah yang selalu dilakukan Keysa setiap ada waktu senggang selama lima tahun terakhir, dia masih berharap ada berita tentang adiknya itu, apalagi akhir-akhir ini dia selalu teriang-iang perkataan dari Rehan dua minggu yang lalu, ketika tidak sengaja bertemu di Mall daerah ibukota.
"Permisi.." seru seseorang sambil mengetuk pintu.
"Silahkan masuk," timpal Keysa.
"Dokter, pasien berikutnya sudah datang, apa kita akan melakukannya sekarang atau biarkan menunggu sebentar lagi?" ucap perawat memberi kabar, setelah dia dipersilahkan masuk.
"Langsung saja, tapi apakah kamu sudah persiapkan ruangannya?" tanya Keysa dan bergegas berdiri.
"Sudah Dok," timpal si perawat.
"Hmmz.. apa lebih baik besok aku meliburkan diri dulu selama satu minggu penuh ya," gumam Keysa, diapun melangkah keluar dan menuju ruang prakteknya.
***
"Assalamualaikum... Kami pulang," seru Rina sambil membuka pintu namun tidak ada jawaban sama sekali.
"Kok sepi, Abi kemana ya Umi?" tanya Rina sambil celingukan.
"Ssttt.. Tuch Abi," ucap Zahra sambil menunjuk ke arah sofa dimana Rehan tertidur dibawah lantai dekat sofa tersebut, tapi sikecil Rina tidak menggubrisnya dan langsung melangkah ke arah sofa sambil tersenyum jahil, sementara Zahra pergi ke dapur untuk meletakkan barang belanjaannya.
"Hmmz... Abi tidurnya nyenyak sekali, padahal ini hampir sore," gumam Rina sambil mengamati wajah ayahnya itu, dia pun lantas menyelinap masuk kedalam selimut yang dikenakan Rehan.
"Abiiii... Banguunnn..." seru Rina sambil menggelitiki pinggang ayahnya tersebut.
__ADS_1
"Ahahahahaa...." Seru Rehan yang kegelian akibat gelitikan dipingggangnya yang dilakukan oleh putrinya itu.
"Ayolah Abi bangun, ini udah hampir waktu ashar," ucap Rina sambil berusaha mendorong punggung Rehan.
"Hoaammz... Ayolah biarkan Abi tidur sebentar lagi," timpal Rehan yang masih dalam keadaan menguap.
"Tidur menjelang waktu ashar apalagi sampai magrib itu tidak baik Abi," ucap Rina yang masih menempelkan kedua tangan kecilnya dipunggung ayahnya.
"Yeelah yeelah, Abi bangun, tapi bisa minta tolong bawakan Abi segelas air putih,"
"Okidoki kapten,"seru Rina sambil bersikap hormat ala pejuang pembela tanah air, dan diapun berlari kecil kearah dapur untuk menyiapkan minuman.
Memang dalam satu minggu ini Rehan sangat sibuk sekali, selain roku elektroniknya kian ramai, dia pun membeli sebuah rumah di kampung Tegal Bungur untuk dijadikan sebuah home industri.
Dan rencananya akan memproduksi berbagai macam kerupuk, seperti kerupuk kulit,kerupuk orange, kerupuk bawang, kerupuk udang, kerupuk ikan juga kerupuk tempe, dan untuk krupuk orange, kerupuk bawang, kerupuk udang serta kerupuk ikan, Rehan menjual akan mentahnya saja untuk disalurkan ke agen dan juga reseller, karena kerupuk tersebut memang laku dalam skala yang cukup besar.
Ide ini tercipta atas gagasan Zahra sepulang mereka dari rumahnya Bi Ijah, dia berpikir lebih baik membangun sebuah rumah produksi dekat tempat tinggal Rena saat ini, karena sahabatnya tersebut tidak mau menerima uang pemberian dari tuan Benjiro, selain agar Rena dan Bi Ijah dapat bekerja lebih dekat dari rumahnya ketimbang harus berjalan jauh untuk mengambil daun pisang, itu juga bisa membantu warga sekitar dalam hal ekonomi dengan menjadi pegawai disana.
Selama satu minggu itupun, Rehan bolak-balik ke kota kabupaten untuk membeli peralatan keperluan home industrinya kelak, juga dia mengurus surat SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan) untuk ijin usahanya kelak.
"Ini Abi, minumannya," ucap Rina menyodorkan segelas air putih pada ayahnya.
"Terimakasih, anak baik juga cantik," timpal Rehan menerima air sambil tersebut.
"Sama-sama, Abi aku yang ganteng," seru Rina, keduanya pun saling pandang lantas sepasang ayah dan anak itu tertawa berbarengan, suasana tersebut seolah membuat Rehan kembali bertenaga.
"Aih... Seru banget kayaknya? ajak-ajak dong," ucap Zahra sambil membawa cemilan, juga minuman untuknya dan putri kecil mereka, lalu meletakkannya di atas meja.
__ADS_1
"Eh kita pindah ke teras depan yuk, sambil ajak Emak Kinan, hehe... Maaf Umi, sini biar Abi yang gantian bawa," ucap Rehan mengajak mereka pindah tempat dan dia tertawa kecil melihat istrinya cemberut, karena baru saja hendak duduk dan baru meletakkan bawaannya, malah ngajak pindah tempat.
"Abi, lebih baik Abi mulai ngerekrut pegawai tetap untuk jaga ruko dech, biar gak terlalu cape," ucap Zahra memberi saran setelah mereka pindah ke teras depan.
"Hmmz... Terus Abi harus memberhentikan Siti sama Jamilah gitu?" timpal Rehan.
"Ya enggalah.... Kan kedua anak itu kerjanya cuman sabtu minggu doang, jadi Abi ngerekrut dua orang lagi untuk jaga dari senin sampai jum'at dan hari sabtu minggunya libur diganti sama Siti juga Jamilah," lanjut Zahra memberi saran.
"Hmmzz... Ide yang bagus tuch, boleh-boleh, baiklah tapi kali ini Umi yang cari karyawannya soalnya Abi bakal sibuk banget," ucap Rehan, Obrolan mereka terhenti karena mendengar teriakkan Rina yang memanggil Umi Kinan.
"Mak, Emaaakkk.... sini mak kita ngenteh bareng," teriak Rina memanggil Mak Kinan.
"Iyaa... Sebentar lagi nyusun rengginang dulu," seru Umi Kinan menimpali teriakkan cucunya tersebut.
Sambil ditemani minuman teh hangat, keluarga kecil itupun asik bercengkrama diselingi tawa riang ketika melihat tingkah canda Rina, sesekali ucapan saling tegur sapa ketika melihat tetangga mereka melintas di depan rumah.
***
"Ah... Akhirnya kelar juga," seru Keysa sambil meregangkan tangannya, karena hari ini cukup banyak pasien yang melakukan perawatan peremajaan kulit.
Memang sudah hampir dua tahun lebih Keysa membuka klinik kecantikan atas nama dirinya sendiri, meski begitu terkadang dia masih dapat panggilan dari berbagai rumah sakit di negeri singa tersebut.
"Permisi semuanya" Seru Keysa setelah dia memanggil semua perawat yang bekerja di kliniknya yang berjumlah delapan orang perawat dan juga dua dokter asal tanah air yang dia rekrut di universitas yang dulunya milik ayahnya tersebut, yang satunya berprofesi sebagai dokter gigi dan satunya lagi sebagai dokter kulit.
"Karena besok saya akan pulang dulu ke tanah air, jadi bila ada yang ingin perawatan kecantikan cancel dulu, mungkin saya kembalinya antara senin sore atau hari selasanya, dan untuk besok seperti biasa buka sampai jam dua belas saja," ucap Keysa mengakhiri pengumumannya.
Lalu Keysa langsung memesan tiket sore itu juga dan mendapatkan jadwal keberangkatan malam, diapun bergegas untuk bersiap dan mengabari suaminya bahwa dia akan pergi ke tanah air, memang suaminya yang seorang konsultan itu juga jarang sekali berada dirumah.
__ADS_1