
"Maafkan saya Sella, saya tidak bisa menerima cintamu," ucap Nathan yang sudah paham arah pembicaraan putri pemilik stasiun televisi swasta paling terkenal di negeri ini.
"Kenapa, kenapa tidak bisa? Apa Sella bukan tipe Dokter Natha? Kenapa?" Seru Sella yang tidak terima, karena ditolak mentah-mentah oleh pria yang ada dihadapannya, padahal semua lelaki di fakultasnya banyak sekali berharap untuk menjadi pendampingnya, apalagi ketika mereka tau bahwa dirinya adalah seorang putri dari pengusaha kaya.
"Pertama, perbedaan usia kita terlalu jauh," ucap Nathan mencoba menjelaskan, namun perkataannya keburu dipotong oleh Sella.
"Tidaak, saya tidak akan mempermasalahkan perbedaan usia kita, selagi saya mencintai Dokter Nathan, itu bukanlah halangan yang berarti, Ayah dan Bunda juga pasti mengerti itu," timpal Sella yang begitu keras kepala dengan apa yang dia inginkan.
"Sekali lagi saya minta maaf Sella, saya tetap tidak bisa menerima cintamu-,"
"Tidak, kenapa, kenapa Dokter begitu tega menolak cinta seorang gadis seperti saya," seru Sella yang lagi-lagi memotong perkataan Nathan, seolah dia tidak ingin mendengar penjelasan dari orang lain, mungkin ini akibat dari dirinya yang selalu dimanja oleh orang tuanya sejak kecil.
"Sella.... Dengar dulu penjelasan saya," bentak Nathan yang sudah muak dengan tingkah laku Pasiennya itu, yang telah salah mengartikan arti keramahan dirinya dalam mengobati gadis manja tersebut.
"Maaf, maafkan saya karena telah berkata keras padamu, tapi alasanku yang paling utama menolakmu adalah karena saya sudah bertunangan dengan orang yang saya cintai, lagi pula saya pernah menikah dan sudah mempunyai seorang anak, jadi saya sarankan untuk kamu mencari pria yang sebaya dan saya doakan semoga kamu akan mendapatkan pria yang lebih baik dari saya suatu hari nanti," ucap Nathan sambil mengeluarkan cincin pertunangannya.
"Hiks... Hiks..."
"Ada apa ini, apa yang kau lakukan pada putri saya," seru Bu Darman yang melihat putrinya menangis tergugu.
"Maaf bu, saya tidak melakukan apapun, saya hanya menjelaskan pada-,"
__ADS_1
PLAKK
Sebuah tamparan mendarat dipipinya, bahkan sebelum dirinya menjelaskan hal yang sebenarnya, sungguh keluarga yang egois atau semua orang kaya raya selalu begitu kelakuannya, itulah yang terpikir dalam benaknya Nathan saat ini.
"Diam kamu, lancang sekali kamu, meski anda seorang Dokter tapi ingat kami bisa saja meminta Pak Nakula untuk memecat dari sekarang juga, bahkan kami bisa membuat anda tidak bisa bekerja di rumah sakit manapun, ingat suami saya itu pemilik stasiun televisi, jadi bisa saja kami membuat reputasi anda menjadi buruk dimata masyarakat luas," ucap Bu Darman yang mengancam Nathan.
"Tunggu dulu sayang, tahan emosimu kita masih ditempat umum, jadi jangan mempermalukan diri sendiri karena emosi sesaat," timpal Pak Darman yang sepertinya masih bisa bersikap bijak dalam menyikapi hal yang masih menurutnya masih belum jelas, alasan kenapa putrinya menangis.
"Dan Kau coba jelaskan, apa yang terjadi sebenarnya ketika kami pergi?" Tanya Pak Darman dengan penuh penekanan.
Lalu Nathan pun menceritakan bahwa anak perempuan mereka meminta dirinya menjadi pacarnya, namun Nathan menolak karena dirinya sebentar lagi akan melaksanakan pernikahan, dan Nathan pun mengatakan dia adalah seorang duda yang mempunyai anak satu.
"Sayang kau dengar sendiri kan, dia itu sudah punya anak dan akan menikah, jadi dia memang tidak pantas untukmu, tenang saja kau pasti akan menemukan pria yang lebih baik dari pria penipu ini, atau bila perlu kau akan kuperkenalkan dengan anak-anak teman Bunda," ucap Bu Darman yang malah menuduh Nathan sebagai penipu, padahal dia sudah mengatakan yang sebenarnya.
"Pergi kamu dari hadapan kami," bentaknya mengusir Nathan dari restoran mewah itu, dirinya yang mendapat perlakuan tersebut, hanya menggelengkan kepala tak mengerti dengan perilaku orang-orang seperti mereka.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi, terimakasih dan maafkan saya karena mengecewakanmu, tapi saya doakan semoga kamu sehat selalu dan mendapatkan jodoh yang baik juga dapat membuatmu bahagia," ucap Nathan dan diapun izin pamit untuk undur diri sambil menangkupkan kedua tangannya.
"Cih... Kalau tau begini saya tidak akan mengundangmu makan malam direstoran mewah ini, dasar tidak tau diuntung, meski kau seorang dokter, kau tidak akan mampu menyangi kekayaan keluarga saya" cibir Bu Darman yang masih saja menumpahkan kekesalannya pada Nathan, perlakuannya sungguh berubah 180 derajat.
__ADS_1
Keesokan paginya Nathan terkejut dengan pemanggilannya oleh kepala pimpinan rumah sakit tempat dia bekerja yaitu Dokter Nakula, meski dia punya firasat pemanggilan terhadap dirinya itu karena peristiwa semalam, tapi dia tidak ingin berburuk sangka terlebih dulu.
"Dokter Jonathan, maafkan saya dengan berat hati, kita harus mengakhiri hubungan kerja kita," ucap Nakula.
"Maaf Pak Nakula apakah saya melakukan kesalahan kode etik selama saya bekerja disini?" Tanya Nathan yang keberatan dengan pemecatan secara sepihak tersebut.
"Tidak, anda sama sekali tidak melanggar kode etik sebagai seorang dokter, bahkan saya sangat salut dengan kinerja anda yang sangat profesional selama bekerja disini," jawab jujur Nakula.
"Lantas, apa kesalahan saya?" Tanya Nathan kembali.
"Apakah anda telah menyinggung keluarga Pak Darman?" Bukannya menjawan Pak Nakula malah balik bertanya pada dirinya.
"Karena selain keluarga tersebut memang pernah membantu saya dalam hal finansial, ketika awal-awal saya merintis pengambil alihan rumah sakit ini, sehingga membuat saya tidak bisa menolak apa yang mereka inginkan, selain itu mereka mengancam akan mengulas berita buruk tentang rumah sakit ini dan juga tentang dirimu yang katanya akan dikaitkan dengan pelanggaran kode etik pasal 10*," ucapnya memberitahu alasan kenapa dia sangat sulit untuk tidak menuruti permintaan dari keluarga tersebut, karena selain mempunyai hutang jasa, diapun tak ingin citra rumah sakit yang dia pimpin menjadi buruk dimata masyarakat meski itu mungkin hanya rekayasa semata.
"Hmmz... Jadi memang itu inti permasalahannya ternyata," ucapnya mulai paham dengan alasan pemecatannya itu, ternyata memang ada hubungannya dengan kejadian semalam.
"Maksudmu, berarti benar kau telah membuat mereka tersinggung, tapi bagaimana bisa? Padahal kemarin mereka masih memuji kinerjamu," timpal heran Nakula, lantas Nathan pun menceritakan akar permasalahannya.
"Hmmz... Ckckck.. Memang putrinya Pak Darman itu kata adikku yang satu kampus dengannya terkenal mempunyai sikap egois yang sangat tinggi, mungkin efek dari terlalu dimanja oleh kedua orang tuanya," ucap Nakula setelah mendengar penjelasan darinya.
Akhirnya dengan lapang dada Nathan meninggalkan ruangan Pak Nakula dan menerima pemecatannya, karena dia tidak ingin menyeret intalasi tempatnya bekerja, hanya karena masalah pribadinya, toh meski kemungkinan terburuk dia akan sulit untuk kembali menjadi dokter di wilayah sekitar ibukota, itu tidak masalah sama sekali baginya.
__ADS_1