
Terlepas dari apa yang telah di gariskan oleh Sang Penguasa alam semesta, waktu memang bisa merubah segalanya, bahkan dalam kurun waktu kurang dari sepuluh tahun Nathan meninggalkan negeri ini, perubahan yang terjadi padanya sungguh sangat luar biasa, kini dia telah menjadi seorang dokter yang sangat terkenal di negeri kanguru tersebut.
Selain menjadi seorang dokter, disana dia pun merintis usaha kedai kopi bahkan Nathan sendiri yang kadang menjadi seorang barista ketika hari libur dan kini dia sudah mempunyai beberapa kedai kopi dan restoran yang terkenal di negeri yang pernah ditemukan oleh Columbus ketika mencari daerah baru dimasa awal-awal negera barat mencari tempat sumber rempah-rempah.
Dan kini sumber pemasukan uangnya sudah hampir setara dengan seorang CEO sebuah perusahaan, itu semua dari penghasilan kedai kopi dan restoran di negara tersebut.
"Hey apa kau denger, bahwa di rumah sakit ini akan ada Dokter baru dari luar negeri? dan katanya dia masih singel, lebih tepatnya sich seorang Duren," tanya Mia pada Audy tentang kabar yang lagi rame dikalangan perawat rumah sakit tersebut,ketika mereka sedang berada di ruangan pantry.
"Pernah denger sich dari teman-teman lainnya, tapi masa bodo mau dari luar negeri juga atau dari luar planet kek, tetap aja gantengan suami gue," timpal Audy tersenyum sambil mengaduk-ngaduk kopi yang baru saja dia buat.
"Iye, iye, yang punya suami guanteng, tapi ati-ati loch ntar terkesima lagi lihat dokter bule itu, eloe kan matanya suka jelalatan, hahhaha..." ucap Mia yang tertawa lepas mengejek temannya itu.
"Sue loe, gak bakalan dech, tau dah kalau eloe mah? secara loe kan dari dulu suka sama cowok-cowok bule" timpal Audy sambil memeletkan lidahnya.
"Hahaha.... Iya juga ya, tapi itukan dulu, udah ah gue mau meriksa keadaan pasien di ruangan ICU dulu," ucap Mia sambil ngeloyor pergi.
Setelah keluar dari ruangan pantry Mia yang langsung menunju ruang ICU untuk memeriksa keadaan pasien, tapi saat dia hendak masuk ke ruangan tersebut, dirinya terpaku dengan seseorang yang tengah berjalan dengan pemilik yayasan rumah sakit tempatnya bekerja.
"Selamat siang Pak," ucap Mia menyapa kedua orang tersebut, ketika melintas di hadapannya.
"Selamat siang juga Suster, perkenalkan ini Dokter baru kita, namanya Dokter Jonathan Alfarizy," ucap Sang pemilik yayasan tersebut.
"Salam kenal Sus, nama Suster Beneran Mia Lestari? kalau diingat-ingat apa kita pernah bertemu atau pernah saling kenal ya sus?" tanya Nathan pada Mia yang masih tertegun, tapi dia membalas juluran tangan lawan bicaranya itu.
"Salam kenal juga Dok, tapi maaf pak dan juga Dokter saya harus segera masuk, karena ini sudah telat beberapa menit untuk memeriksa pasien yang ada di dalam ruangan ini, permisi..." timpal Mia yang terlihat mencoba mencari alasan untuk menghindari obrolan lebih lanjut.
__ADS_1
"Eh, iya silahkan, maaf mengganggu," seru Nathan mempersilahkan Mia untuk masuk ke ruangan ICU tersebut.
"Pak saya salut dengan pegawai-pegawai disini yang sepertinya mempunyai etos yang sangat tinggi," lanjut Nathan memuji kinerja para dokter dan juga tenaga medis lainnya.
"Hahaha... Terimakasih atas pujiannya, mari kita lihat tempat selanjutnya," seru pemilik yayasan merasa bangga atas penilaian dari Dokter barunya itu.
"Hmmz... Sepertinya aku benar-benar pernah mengenal perawat tersebut, Mia Lestari? Mia Lestari? Ouh... Aku baru ingat, dia kan salah satu teman dekatnya Rena, ah andai aku tidak sedang bersama Pak Nakula, ah lain waktu saja aku mengajaknya berbincang," ucap Nathan dalam hati, yang berusaha mengingat-ingat siapa Mia itu, dan setelah langkah dia mengingat nama tersebut, dia hendak balik lagi tapi Nathan tidak enak hati bila harus meninggalkan sang pemilik yayasan rumah sakit tempat bekerjanya nanti.
"Ada apa Dokter Jonathan?" tanya Pak Nakula yang melihat Nathan mwnghentikan langkahnya.
"Tidak apa-apa Pak Nakula, saya hanya berpikir seperti pernah kenal dengan suster yang tadi," ucapnya.
"Ouh... Mantan pacarkah? tapi jangan clbk ya, karena dia sekarang sudah berstatus istri orang," timpal Pak Nakula mengingatkan sambil sedikit bercanda.
"Hahaa.... Gak lah pak, saya juga tau diri, lagi pula dia bukan mantan saya kok," seru Nathan sambil tertawa mendengae gurauan dari orang yang ada disampingnya itu, dan mereka pun melanjutkan obrolannya sambil berjalan.
"Audy" teriak Mia ketika melihat temannya itu sudah nangkring di motor maticnya yang terparkir diantara kendaraan lainnya, dia hendak pulang lebih dulu, karena kesal menunggu Mia cukup lama.
"Tsk.... Baru muncul dari mana aja sich loe? gue dari tadi nungguin di sini hampir kesemutan pantat semok gue," ucap sebal Audy.
"Maaf gue tadi ke kamar kecil dulu," timpal Mia, sembari menghampiri temannya itu.
"Eh loe tau gak dokter baru itu yang dari luar negeri itu-" ucap Mia lagi tapi omongannya keburu dipotong oleh Audy.
"Iya, iya gue tau yang daru luar negeri itu, loe kan udah ngomong waktu di pantry bebarapa jam yang lalu, kenapa sich loe? suka sama dokter baru itu? ayo ah kita pulang udah hampir sore nich, mana belum masak lagi," ucap Audy nyerocos dan baru berhenti ketika mulutnya dibekap oleh kelima jari temannya itu.
__ADS_1
"Ish... Denger dulu napa, jangan maen potong aja, kayak tukang jagal loe maen potong aja, gue belum kelar juga ngomongnya," ucap Mia.
"Iye, iye, gue dengerin dech, tapi singkirin dulu nich tangan loe yang masih bau pup itu," timpal Audy yang protes dan langsung menyingkirkan tangan kiri temannya itu yang mendarat tepat dimulutnya.
"Sue loe, tangan gue udah bersih gini dibilang masih bau pup, eh loe tau gak?" ucapnya lagi.
"Iye gak tau, loe dari tadi ngomong digantung mulu, kayak anak abg yang lagi pacaran yang hubungannya digantung mulu kayak jemuran yang belum diangkat selama beberapa hari, kagak ada ke pastian, langsung ke intinya napa," ucap Audy yang sudah jengkel dengan tingkah temannya itu.
"Iye, iye, gue mau bilang ternyata dokter yang dari luar negeri itu adalah si Jonathan mantan pacarnya Rena yang pernah kita labrak dulu, karena mutusin Rena sampai dia murung selama beberapa hari itu," ucap Mia menjelaskan.
"Hah... Yang bener loe? kagak salah lihat loe?" seru Audy yang kaget sekaligus tidak percaya dengan apa yang di dengarnya itu.
"Serius gue, tadi kan waktu gue meriksa pasien di ruang ICU sempet ketemu dengannya yang tengah bersama pemilik rumah sakit ini," ucap Mia meyakinkan.
"Waduh... Apalagi dulu gue dan si tomboy Lena lagi yang paling galak waktu ngelabrak tuch bocah, moga aja dia lupa dengan kejadian itu," ucap Audy.
"Tapi masa bodo dech, orang dia yang salah juga kan? siapa suruh dia mutusin teman kita sampai murung cukup lama, udah ah jangan omongin dia mulu, Eh ngomong-ngomong hari minggu nanti apa kita jadi ke kampung tempat tinggalnya Rena yang sekarang?" lanjutnya lagi.
"Harus jadilah... Kasian dia kalau bukan kita yang peduli padanya siapa lagi, apalagi keluarganya sudah menganggap dia tidak ada, dan kita sebagai temannya harus selalu ada minimal untuk menghiburnya, meski hanya bisa ke sananya juga paling satu bulan sekali," ucap Mia.
"Huh... Gue gak kebayang kalau si Jonathan tau keadaan Rena sekarang, gue takut dia bakalan tertawa puas menghinanya, secara dia dulu kan memutuskan Rena karena yang dia tau dirinya bukan orang yang kaya, padahal kan Rena berasal dari keluarga yang sangat kaya pada saat ini, ya meski sekarang keluarga pak Wijaya yang sekarang tidak sekaya dulu bahkan terkesan nyaris bangkrut, gara-gara salah memilih besan," ucap Audy.
"Tsk.. itu semua gara-gara ayahnya sendiri, menjodohkan anaknya dengan paksa, tapi kalau dilihat-lihat Rena seperti lebih bahagia dengan keadaannya sekarang, seperti raut wajahnya lebih ceria tanpa tekanan," timpal Mia.
"Ayo ah kita pulang, udah hampir sore nich," ucap Audy mengakhiri percakapan mereka dan langsung menyalakan motornya, juga Mia yang melakukan hal sama pada kendaraan roda duanya.
__ADS_1
"Hmmz.... Dari percakapan mereka sepertinya Rena mendapatkan masalah yang cukup serius, sebenarnya apa yang telah terjadi dengan keluarga Rena ya? apa aku buntuti saja mereka hari minggu nanti? untuk lebih mengetahui lebih jelasnya," gumam Nathan yang berada di mobilnya persis di samping kedua temannya Rena itu, tanpa mereka ketahui bahwa di dalam mobil tersebut dirinya.
Tadinya Nathan hendak turun untuk menyapa mereka, tapi dia sedikit ragu karena takut membuat mereka salah tingkah dan hanya menurunkan sedikit kaca mobilnya dan diapun mendengar semua pembicaraan antara Mia dan Audy tersebut.