
Sebuah takdir mampu mengubah yang tidak cinta menjadi cinta, namun cinta tak bisa mengubah yang bukan takdir menjadi takdir.
Itulah mengapa doa diperlukan, agar ketika jatuh cinta kepada yang bukan ditakdirkan, ikhlas akan selalu hadir menenangkan. [~NN @akaksenja]
"Assalamualaikum," seru Zahra ketika mereka tiba di sebuah rumah yang cukup mewah, yang ternyata itu adalah rumahnya, meski tidak semewah rumah Rena tapi tetap saja itu tergolong rumah mewah.
"Waalaikumsalam, eh Kakak kirain siapa, tumben kak gak telpon dulu, kalau tau kakak mau pulang, ibu bisa masak, masakkan kesukaan kakak," ucap Ibu Zahra yang senang melihat putrinya pulang.
"Hehehe... Ini mah sekalian mampir aja Bu, setelah jalan-jalan dari puncak bareng teman-teman Zahra tadi," ucap Zahra sambil mencium telapak tangan ibunya.
"Eh, bentar, bentar ini siapa? pacarnya kakak?" ucap Ibu Zahra setelah melihat Rehan yang mengantar putrinya.
"Bukan bu, mungkin calon mantu," timpal Zahra tersenyum, sambil ngeloyor masuk ke dalam tanpa peduli ekspresi kedua orang tersebut yang melongo kaget karena ucapannya barusan.
"Kenalkan nama saya Rehan Bu," ucap sopan Rehan.
"Ouh, nak Rehan ya, silahkan duduk dulu, ada yang ibu mau obrolin," ucap Ibu Zahra menyuruhnya duduk.
"Saya sebenarnya senang melihat putri saya mempunyai seorang pasangan, tapi nak Rehan harus tahu satu hal dan saya mohon pada nak Rehan, tolong jaga hati juga perasaan Zahra putri saya itu, karena dia pernah mengalami patah hati yang cukup berat, hingga dia mengurung diri selama beberapa hari bahkan hingga jatuh sakit," ucap Ibu Zahra memulai obrolan.
"Andai tidak ada temannya yang bernama Rena datang menjenguk dan menasehati serta memberinya semangat, mungkin dia akan terus terpuruk hingga saat ini, karena itu saya mohon pada Nak Rehan untuk tidak mengecewakannya, karena saya dengar dari Zahra bahwa temannya itu tidak lagi berada di negeri ini, jadi saya takut ketika dia mengalami hal itu kembali, tidak akan ada orang yang mampu menyembuhkan dan memberi motivasi lagi padanya," lanjut ibu Zahra memberitahu apa yang pernah dialami putrinya.
"Insyaallah Bu saya akan menjaga hati dan perasaan Zahra semampu saya," ucap Rehan, yang tadinya dia hanya sekedar ingin berteman dengan Zahra, karena dia juga masih trauma dengan kisah cintanya yang berakhir menyakitkan, tapi mendengar penjelasan dari ibunya, dia akan berusaha mencintai dan menerima Zahra, karena dia tak ingin ada hati yang terluka lagi.
"Widihh, serius amat ngobrolnya," seru Zahra yang kembali keluar dan membawa gelas berisi air minum diatas baki dengan beberapa cemilan.
"Karena masih ada kerjaan sekolah yang harus ibu koreksi lagi, jadi ibu kembali ke dalam dulu ya nak, silahkan kalian ngobrol berdua dulu," ucap Ibu Zahra sambil kembali ke dalam rumah.
"Silahkan diminun dulu Kang," seru Zahra menawari minuman yang dia bawa.
__ADS_1
"Terimakasih," timpal Rehan yang langsung mengambil minuman tersebut untuk menghilangkan dahaga, yang memang tenggorokannya terasa kering.
"Tadi ngobrolin apa sich sama Ibu? sepertinya serius gitu," tanya Zahra penasaran.
"Hmmz... Apa ya? yang pasti RA-HA-SIA, karena ini obrolan antara mantu sama mertua," ucap Rehan menahan senyum.
"Ish... Nyebelin maen rahasia-rahasian," ucap sebal Zahra dan langsung mendaratkan cubitan di pinggangnya Rehan.
"Hahaha...Aw aw aw," seru Rehan yang tertawa sambil menghindari dari cubitan jari lentik sang bidan yang menyukai warna biru tersebut.
***
Sementara disebuah kedai bakso, terlihat teman-teman Zahra tengah berkumpul untuk istirahat dan makan siang terlebih dahulu, sebelum kembali melanjutkan perjalanan pulang.
"Gue masih bingung dech, kenapa Si Zahra bisa dekat dengan pemuda yang pernah menjadi pacarnya Si Rena, gue gak bisa bayangin bagaimana perasaan Rena ketika tau bahwa sahabatnya berpacaran dengan mantan kekasihnya yang dia cintai, meski keluarga besar Rena tidak menyetujuinya," ucap Suaminya Mia setelah mereka duduk disalah satu meja.
"Ck, sudahlah jangan bahas itu lagi, gue jadi kepikiran lagi, karena gue jadi gak enak hati sama Zahra, akibat kejadian tadi pagi," ucap Audy sambil melirik suaminya, yang dilirik hanya menunduk merasa bersalah.
"Sepertinya adahal yang tidak kita ketahui, antara Rena dan Zahra" Seru Lena yang baru saja bergabung, karena dia baru saja dari arah toilet.
"Maksudnya apa yang kita tidak ketahui tentang mereka berdua?" tanya Audy pada Lena.
"Kalian tau ketika Zahra mendapatkan buket bunga yang dilemparkan kedua pengantin, ketika acara pernikahan Rena-," ucap Lena melanjutkan, tapi obrolan mereka terpotong akibat seorang waiter menyapa mereka.
"Permisi Kakak-kakak, mau pesan apa?" tanya seorang waiter sambil membawa catatan pesanan.
"Saya bakso sama minumnya es teh manis saja, kalau kalian?" ucap Satria mulai memesan.
"Gue mie ayam sama minumnya es jeruk saja," timpal Ardy suaminya Audy.
__ADS_1
"Gue samain aja," seru Sang istri.
"Kita mie ayam bakso sama minumnya es kelapa," timpal Suaminya Mia dan anggukan sang istri tanda menyetujui pesanan sang suami.
"Cie coupleannya sampai segitunya, sampai ke makanan segala," seru Lena sambil melirik ke arah dua pasangan suami istri tersebut.
"Kalau saya Bakso beranak sama minumnya es tawar ya mbak," lanjutnya memesan makanannya.
"Kok cuman es tawar yang?" tanya Satria heran.
"Gak apa-apa, kan aku mah udah manis yang, hehehee," timpal Lena sambil nyengir, sementara sang waiter yang seorang jomblo hanya tersenyum kikuk.
"Jadi udah semuanya kan? mohon tunggu ya kak," ucap Waiter kembali ke meja kasir dan setelah mencatat pesanan mereka.
Terus?" ucap Mia yang tidak sabar ingin mendengar penjelasan dari Lena.
"Ketika gue mengejar Zahra dan tanpa sengaja mendengar obrolan mereka, kalian tau kenapa dulu Zahra bersikeras untuk risegn dari RSUD? padahal gajinya disana sudah cukup besar, meski kita menasehatinya dia tetap bersikukuh kan?" ucap Lena yang kembali terpotong karena minuman yang mereka pesan sudah tiba.
"Terimakasih mbak," ucap Satria.
"Terus?" sekarang giliran Audy yang ingin segera mendengar penjelasan dari teman tomboynya itu.
"Ish... Kalian terus, terus mulu kayak tukang parkir, gue mau minum dulu napa, kerongkongan gue seret nich," ucap sebal Lena dan langsung meraih gelas minumnya, sementara semua lelaki yang mendengar celetukan Lena, langsung tersedak karena menahan tawa.
"Sruuuputt... Ah mantapp"
Sementara dua temannya sebal dan tidak sabar mendengar lanjutan penjelasan darinya.
"Hmmz... Ternyata dia diminta oleh Rena untuk kerja di Puskesmas dimana tempat Rena dulu bertugas, dan kalian juga tau diantara kita bertiga Zahra adalah orang yang paling dekat dengan Rena, dan juga Zahra pernah berhutang budi pada Rena, karena kecelakaan yang pernah menimpa ayahnya akibat Lakalantas dan Rena adalah orang memberi pertolongan padanya," ucap Lena kembali melanjutkan penjelasannya.
__ADS_1
"Dan kalian tau apa yang diminta Rena terhadap Zahra, dia ingin Zahra mendekati dan menjadi kekasih dari pemuda yang bernama Rehan itu,"
Semuanya terdiam ketika Lena mengakhiri penjelasannya, tak ada tanggapan dari para sahabatnya itu, yang ada mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing.