
Tinggal menghitung minggu untuk Rena dan Nathan melangsungkan pernikahan mereka, bahkan Amira dan Rena sudah terlihat sangat akrab, namun ada saja godaan sebelum acara tersebut.
Berawal dari perkenal tak sengaja dengan seorang pasien yang dia rawat satu minggu terakhir ini, Yups seorang pasien dari keluarga kaya meminta pada Pak Nakula untuk mencarikan seorang dokter pribadi di keluarga mereka dan akhirnya pilihan tersebut jatuh pada Nathan.
Tok tok tok
"Silahkan masuk, pintunya tidak di kunci kok," seru gadis yang berada di dalam kamar tersebut.
"Permisi...." ucap Nathan setelah diijinkan masuk oleh sang empu kamar.
"Eh Dokter Nathan," timpal gadis tersebut yang berusia sekitar 21 tahun itu dengan mimik bersemu merah, memang sejak pertama kali dia bertemu di rumah sakit dirinya langsung jatuh cinta pada Dokter yang merawatnya itu.
"Gimana sudah agak baikan Sel?" Tanya Nathan pada gadis yang bernama Sella tersebut.
"Lumayan Dok, meski masih belum bisa berjalan seperti biasanya," Jawab Sella menampakan raut sedihnya.
"Semangat, jangan bersedih gitu ah, ntar cantiknya ilang," ucap Nathan mencoba menghibur gadis yang mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya akibat kecelakaan lalu lintas.
__ADS_1
"Terimakasih Dok, Sella berusah semangat apalagi bila Dokter Nathan yang merawat Sella," timpalnya tersenyum.
"Hmmz.... Benarkah? Kalau begitu ayo kita lakukan latihan berjalan lagi," ucap Nathan, dan sebagai jawabannya Sella mengangguk setuju, dia pun mendorong kursi roda membawa Sella ke halaman yang berada dibelakang rumah megah keluarga tersebut.
"Ayo semangat, 1 2 3, 1 2 3, iya bagus," seru Nathan menyemangati Sella yang berjalan memegang besi panjang di kiri dan jalannya.
"Aww..." jerit Sella yang hampir terjatuh setelah berada di ujung besi yang panjangnya sekitar dua meter.
"Huft, bagus sepertinya kamu sudah mulai memperlihatkan kemajuan yang signifikan," ucap Nathan setelah berhasil menangkap tubuh Sella dan langsung mengangkat tubuhnya untuk duduk di kursi roda kembali.
"Terimakasih Dok," ucap pelan Sella yang masih bergelayut melingkarkan tangannya pada leher Nathan.
Setelah menghabiskan hampir dua jam, membantu Sella terapi berjalan, dirinya pun ijin pamit untuk kembali ke rumah sakit tempat dia kerja, meski dalam hatinya Sella masih ingin menghabiskan waktu bersama lebih lama dengan Dokter tampan tersebut.
"Aduh Putri Bunda yang cantik lagi melamunin apa nich?" Tanya ibunya Sella, ketika melihat putrinya masih termenung menatap gerbang rumah setelah makan bersama.
"Lebih tepatnya melamun kan siapa Bund?" Timpal Ayahnya Sella yang menyusul menghampirinya.
__ADS_1
"Ish... Apa sich, Ayah-Bunda nich datang-datang malah godain putrinya," gerutu Sella yang tersipu malu kepergok oleh orang tuanya tengah melamun sambil menatap gerbang rumah berharap Dokter yang membuatnya nyaman secara tak terduga akan datang.
Tapi harapan tinggal harapan, karena malam itu Nathan sedang mengajak Amira jalan-jalan untuk menonton kartun keluaran Disney kesukaan putri di bioskop.
"Wah... Seru banget ya Papi filmnya, andai Mommy Rena bisa ikut pasti bakal tambah rame," ucap Amira riang menceritakan kembali jalan cerita film yang dia tonton.
"Kenapa sich Papi, gak bisa ngajak aja Mommy Rena?" Tanya Amira setelah menghabis eskrim yang ada didepannya.
"Ya, lain kali kita akan ajak Mommy Rena, tapi setelah Papi dan Mommy melaksanakan akad pertikahan," timpal Nathan.
"Kapan itu? Amira udah gak sabar pengen liat Papi and Mommy pake gaun pengantin," seru Amira.
"Hmmmz... Harusnya Papi yang bilang gitu, kenapa ini malah kamu?" Tanya Nathan penuh selidik.
"Ya kan Amira udah gak sabar pengen serumah dengan Mommy Rena," Jawab Amira, membuat Nathan tersenyum menimpali jawaban putrinya tersebut.
Hari-hari berikutnya Nathanpun terus mengunjungi rumah keluarga Pak Darman, untuk memberi terapi dan memantau perkembangan kesehatan Sella, dia dengan telaten dan lembut merawat anak gadisnya Pak Darman tersebut, bahkan dia selalu memberi motivasi padanya agar tidak mudah menyerah.
__ADS_1
Sella pun selalu kagum pada kebaikan yang diberikan oleh Dokter yang merawatnya itu, dan lama-lama kekaguman berubah menjadi suka yang berujung jatuh hati pada Nathan, karena memang selain ramah dia mempunyai tampang yang good looking, membuat gadis sedang menempuh pendidikan Sarjana tingkat akhir itu jatuh cinta.