Asa Di Ujung Lembayung

Asa Di Ujung Lembayung
Memulai Rutinitas Baru


__ADS_3

#


Apapun yang menjadi takdirmu, akan mencari jalannya menemukanmu .


Perjalanan ini memang melelahkan, tapi sesungguhnya, lelah itulah arti kehidupan yang sebenarnya (@Mojangpriangan)


~


Sinar mentari pagi menyelinap diantara celah-celah dinding bilik bambu dan teriknya menembus gorden jendela, silaunya mulai terasa ke dalam kamar dimana Rena beristrihat.


"Ughh..." gumam Rena membuka kelopak matanya, sekejap melihat langit-langit kamar kemudian dia menyingkapi gorden agar cahaya mentari dan udara segar masuk ke ruangan tersebut.


Sudah seminggu Rena berada di rumah Bi Parijah, dan pada hari pertama Bi Parijah membawa Rena untuk melaporkan kedatangan dirinya, bahwa mantan bidan desa tersebut akan tinggal bersama dengan dirinya, kini Rena mulai terasa nyaman hidup bersama mantan ARTnya itu, dan keadaan mentalnya pun semakin membaik.


Rena keluar dari kamar tidurnya, derit langkah kakinya terdengar cukupnya nyaring di ruang tengah rumah panggung tersebut, diapun terus melangkah ke bagian paling belakang, karena tak melihat Bi Parijah disana, lantas menuruni anak tangga dan menuju tempat yang terlihat begitu banyak peralatan memasak.


Karena tidak ada Bi Parijah yang sepertinya pergi ke kebun, Rena pun hendak menyalakan tungku untuk memasak sesuatu, dilihatnya ada beberapa telur yang masih tersisa dan ikan asin, untungnya lidahnya tidak terlalu kaget, karena dia pernah memakan ikan tersebut ketika masih suka membantu Umi Kinan dulu.

__ADS_1


"Assalamualaikum... Non, non Rena, anda dimana," seru Bi Ijah yang baru saja datang, memanggilnya.


"Waalaikumsalam... Rena di dapur Bi," timpal Rena yang sedikit menaikan volume suaranya.


"Eh, lagi ngapain Non?" tanya Bi Ijah.


"Maaf Bi, Rena melakukan hal tidak sopan, karena sok tau mencoba memasak di dapurnya Bibi," ucap Rena.


"Nggak apa-apa Non, sekarang rumah ini juga kan tempat tinggal Non Rena, jadi jangan terlalu kaku dan sungkan ya" timpal Bi Parijah tersenyum lembut, karena bagaimanapun sekarang dia telah mempunyai teman ngobrol.


"Bi habis ini Bibi mau ngapain lagi?" tanya Rena setelah mereka menghabiskan suapan terakhirnya.


"Gak ada kegiatan apa-apa lagi Non, emangnya kenapa?" timpal Bi Parijah dan bertanya balik.


"Nggak apa-apa sich Bi, tapi Rena gak enak kalau hanya numpang makan sama tidur doang atau gini aja dech kalau besok Bibi pergi ke ladang Rena ikut ya, Rena mau bantuin bibi," ucapnya menyarankan diri untuk membantu Bi Parijah.


***

__ADS_1


"Non, udah shubuh," seru Bi Parijah.


"Iya Bi," timpal Rena yang langsung terbangun dari tempat tidurnya ketika mendengar seruan Bi Parijah, lantas diapun langsung mengambil air wudhi untuk sembahyang.


"Makan ini dulu Non, itung-itung untuk ngeganjel perut, karena kita disana bakal tidak nentu kapan selesainya, bisa lebih cepat atau mungkin menjelang waktu Dzuhur," ucap Bi Ijah sambil menyodorkan urab singkong dan teh manis hangat.


Setelah menyesap teh manis hangatnya dan menghabiskan urab singkong, Rena pun mengikuti Bi Ijah menyusuri pemetangan sawah untuk ke ladang yang dekat dengan bukit.


Jalanan menuju kebun mulai ramai meski sang surya belum menampakan diri sepenuhnya, embun pagipun masih memeluk dedaunan dan udara pagi terasa menusuk kulit, tapi bagi Bi Ijah dan warga kampung Tegal Bungur itu sudah biasa.


Setelah sampai di kebun pisang yang berdekatan dengan kaki bukit, Bi Ijah mengeluarkan alat-alat seperti golok dan arit dari karung yang dia bawa.


Dan mulai menebas beberapa pelepah pisang untuk diambil daunnya, sementara Rena masih memperhatikan apa yang dilakukan Bi Parijah.


"Ayo Non kita lipat daun pisang yang sudah di pisah dari pelepahnya, agar bisa dibawa ke yang punya kebun sekaligus pengepul," ucapnya menyuruh Rena dan dia pun dengan sigap membantu merapikannya.


Mereka pun kembali berjalan untuk menebas pelapah berikutnya bahkan sampai ke pertengahan bukit dan setelah dirasa cukup banyak, mereka pun kembali turun untuk menyerahkan hasil dari mengambil daun pisang ke pemilik kebun.

__ADS_1


__ADS_2