Asa Di Ujung Lembayung

Asa Di Ujung Lembayung
Lembayung Telah Menemukan Peraduannya


__ADS_3

"Tak mengapa, tapi bolehkah saya bertemu dengan putri Pak Darman sekarang, saya ingin sedikit berbincang dengannya," ucap Rehan memaafkan adik koleganya itu.


Akhirnya Rehan pergi dari rumah sakit tidak lupa dia ijin pada istrinya, lalu mengikuti kedua orang tua Sella untuk melihat putrinya yang tengah mendekam disell menunggu proses hukum yang akan dijalaninya.


"Anda sangat beruntung mempunyai pendukung kuat macam Nak Rehan, karena kalau tidak, Mungkin adik iparku yang keras kepala itu tidak akan melepaskan kalian, meski mereka tau anaknya lah yang bersalah, tenang saja kau yang menamparnya tidak akan dituntut oleh adik iparku itu, jadi saya permisi dulu," ucap Pak Bambang pada Pak Alfarizi dan istrinya, kedua pasangan suami istri itupun terdiam tak menyangka pemuda sederhana yang terlihat biasa saja ternyata mempunyai pengaruh besar.


Ya itu semua terjadi sejak dia kenal dengan Keluarga Benjiro, jadi semua pengusaha dan pemimpin perusahaan besar sangat segan dan menghormati Rehan, khususnya yang berada dibawah perintah keluarga tersebut, meski dirinya tidak menyadari itu semua. (Mau tau siapa Keluarga Benjiro itu? Kisah selengkapnya ada di Novel PRINCESS CELESTIAL DRAGON)


Sampai di kantor polisi yang ditemani oleh orang tua Sella, Rehan pun menemuinya dan hampir dua jam lebih dirinya berbicara dengan putri yang mempunyai sifat keras kepala itu, setelah mendengar cerita Rehan tentang kesedihan yang pernah dialami Rena serta perjuangan dirinya yang pernah menyukai mantan bidan muda tersebut, yang mana pada akhirnya dia merelakan cinta pertamanya itu, terlihat Sella tergugu menangis dan mengakui kesalahannya serta sangat menyesali perbuatannya itu.


"Kau tau cinta itu tidak selalu bisa dipaksakan, apalagi bila kita harus menuruti ego kita padanya, itu malah akan menyakiti baik pada orang yang kita cintai maupun diri kita sendiri,"


"Meski kutau ikhlas tak semudah kata, tapi kau harus berusaha, karena kita tidak tau hadiah spesial apa yang akan tuhan berikan pada kita suatu hari nanti, saya pamit dulu, renungkanlah sikapmu selama disini dan jangan larut dalam rasa putus asa apalagi kebencian, saya doakan kelak kau akan menemukan cinta sejatimu,"ucap Rehan beranjak dari tempat duduknya, meninggalkan Sella yang masih tergugu menyesali perbuatannya itu.


"Terimakasih, saya mengerti, mungkin dia waktu itu telah dibutakan oleh hawa nafsu, dan semoga saja dengan dia berada disana selama satu minggu lebih membuatnya menyadari dan merubah perilakunya," ucap Nathan ketika dia tengah berbincang dengan Rehan yang menjelaskan keadaan selama dia terbaring di kasur rumah sakit.


Membutuhkan dua minggu untuk Nathan kembali kerumah, meski dia sudah sadar dua hari setelah dibawa ke rumah sakit dan pada akhirnya Nathan mencabut semua tuntutan pada Sella dan supirnya, sehingga Sella dapat bebas kembali.


FLASHBACK OF


Tepat pukul 8 pagi rombongan besan mempelai pria telah tiba dengan ditandai oleh suara letusan petasan yang saling menyaut, " Ayo kita keluar, kita sambut pangeran untuk permaisuri kita ini, Ayo sayang," ucap Zahra sambil menggandeng sahabat terbaiknya itu dan Rena hanya tersenyum mendengarnya, tapi dalam hatinya dia mengAamini ucapan tersebut, karena dia sangat berharap Rena diperlakukan dengan baik sebagai seorang istri, meski ini bukan pernikahan yang pertama bagi dirinya maupun Nathan.

__ADS_1


"Astaga Cantik sekali adikku ini," seru Keysa yang baru saja tiba dan hampir secara bersamaan dengan rombongan mempelai pria.


Rena pun keluar dengan balutan gaun pengantin berwarna putih dengan didampingi oleh Kak Keysa juga diiringi oleh Zahra, Lena, Mia, Audy serta Kinan yang juga tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, Rena tersenyum bahagia menatap Nathan beserta rombongan keluarga besarnya.


Nathan terlihat gagah dengan balutan kemeja putih yang menyesuaikan dengan lekuk tubuhnya, disampingnya dia diapit oleh kedua orang tuanya sementara Amira berjalan dekat Omahnya, mereka berjalan secara perlahan mengikuti pagar ayu yang tengah menari diiring kecapi suling dan gamelan.


Setelah lantunan ayat-ayat suci sebagai pembuka acara akad, janji suci pun dirapalkan selesai, pasangan pengantin itu pun mendekati Keysa serta Bi Ijah.


"Kak Keysa Terimakasih telah jauh-jauh datang menghadiri pernikahan kami, Rena sayang Kakak doakan kami semoga keluarga kami bahagia dunia dan akhirat," ucap Rena sambil bersimpuh didepan Keysa.


"Bi Ijah terimakasih telah merawat Rena selama ini, meski Rena bukanlah anak kandung Bi Ijah tapi bibi begitu menyayangi Rena, terimakasih Bi, doakan untuk kebahagian kami," ucapnya pada Bi Parijah.


"Kak Keysa, Bi Ijah, terimakasih telah merestui saya mempersunting Rena, saya berjanji akan menjaga, dan membahagiakan Rena seumur hidup saya," ucap Nathan.


"Pasti Neng, Bibi pasti akan selalu mendoakan untuk kebahagian Neng Rena," timpal Bi Ijah berkaca-kaca.


Lalu merekapun menghampiri orang tua Nathan, "Pak Ibu, terimakasih telah mengijinkan Nathan untuk menikahi Rena, doakan keluarga kami selalu mendapatkan keberkahan dalam menjalani rumah tangga ini," ucap Rena.


"Pak Ibu, terimakasih telah merawat dan selalu mendukung Nathan, doakan Nathan bisa membina rumah tangga yang kedua kami dengan baik," ucap Nathan.


"Doa kami selalu menyertai kalian semua," timpal Pak Alfarizi.

__ADS_1


"Mommy, Papi," seru Amira memeluk keduanya, dia sangat bahagia mendapatkan keluarga yang utuh, karena sejak kecil dia tidak mempunyai sosok seorang ibu, dan langsung dibalas oleh kedua orang tuanya itu.


"Ah hari yang sangat cerah dipenuhi kebahagiaan, akhirnya Sang Lembayung telah menemukan peraduannya, semoga pancaran jingganya selalu membawa kebahagian pada orang-orang yang dia cintai," gumam Rehan tersenyum turut bahagia melihat pemandangan yang ada dihadapannya.


"Hah.. Lembayung? Perasaan hari masih pagi dech, hey Rehan apa kau sedang tidak enak badan?" seru Rijal sambil menempelkan tangan pada kening Rehan, karena mendengar gumaman temannya itu, tawa pun riuh mendengar dan melihat kelakuan dua teman sedari kecil itu.


***


Keesokan paginya Nathan mengajak Rena dan Amira pergi menuju bandara, "kita mau kemana?" Tanya Rena penasaran.


"Kita akan jalan-jalan sekaligus honeymoon, hehehe.." Jawab Nathan.


Setelah menempuh beberapa jam akhirnya mereka sampai ditempat tujuan, pemandangan hamparan pasir putih begitu indah semilir angin pantai begitu terasa, mereka sampai tepat matahari terbenam menampakan senja yang merona jingga.


"Sekarang kita punya kehidupan baru, aku tak akan memaksamu berhenti bekerja selama kau nyaman teruskalah, tapi kalau merasa ada masalah yang mengganjal hati, kamu harus cerita padaku, kita harus saling terbuka,"


"Mari kita jalani hidup kita dengan bahagia, lupakan masalalu yang kelam, kita tata keluarga kita dengan penuh kasih sayang, i love you," lanjutnya.


"Terimakasih... Untuk semuanya, aku juga sangat mencintaimu," balas Rena, kedua wajah mereka semakin mendekat, Rena memejamkan mata dengan penuh kepasrahan


"Mommy.... Papi.... Ayo kita main kejar-kejaran," seru Amira mendekat mengagetkan keduanya dan langsung salah tingkah.

__ADS_1


The end


#Terimakasih sudah mengikuti alur cerita ini, maaf bila ceritanya kurang memuaskan para readers.


__ADS_2