Asa Di Ujung Lembayung

Asa Di Ujung Lembayung
Penjelasan Dari Mia


__ADS_3

Setelah mendengar cerita yang sebenarnya dari Mia tentang nasib yang di alami oleh Rena dan keluarganya, dia semakin memantapkan diri untuk segera menikahi perempuan tersebut, karena dia tidak ingin membiarkan cinta pertamanya itu larut dalam kesedihan.


"Ngomong-ngomong, siapa pemuda yang menjalin hubungan dengan dirinya itu, apakah dia tinggal dikampung tempat Rena sekarang?" tanya Nathan pada Mia.


"Tidak, tapi masih satu desa," jawab Mia singkat.


"Apa mungkin itu alasannya tidak langsung menerimaku," ucap Nathan mencoba berspekulasi.


"Kau salah, pemuda tersebut sekarang sudah menikah, dan kau tau siapa yang menjadi istrinya?" timpal Mia dan Nathanpun hanya menggelengkan kepala, karena jelas saja dia tidak tau.


"Dia adalah Zahra, sahabat paling dekat dengan Rena diantara kami berempat," lanjutnya.


"Apaaa? Maksudmu si Zahra yang kemarin datang ke rumah itu, berarti anak kecil yang bersamanya itu adalah anaknya? Tapi yang kulihat tidak tampak rasa bersalah pada diri Zahra begitu pun juga Rena, tidak ada rasa kecewa malah terlihat semakin akrab saja dengannya," seru Nathan terkejut dengan apa yang diutarakan oleh Mia tersebut.


"Asal kau tau, kamipun sama kagetnya denganmu waktu pertama kali Zahra mengenalkan Rehan pada kami sebagai pacarnya, tapi setelah kami mengetahui hal sebenarnya bahwa dia disuruh oleh Rena untuk menjalin hubungan dengan Rehan agar dapat mengobati luka yang ditorehkan oleh dirinya dan keluarga itu,"


"lalu Zahrapun menerima semuanya, dan kau tau siapa orang yang menyelamatkannya ketika dia hilang ingatan dan terlunta-lunta di negeri sakura sana, bukan suaminya ataupun keluarganya apalagi kami, tetapi Zahra dan suaminya lah yang menolong Rena pada waktu itu, bahkan keluarganya menganggap Rena sudah tiada," ucap Mia menjelaskan panjang lebar, setelah itupun dua bangkit dari tempat duduknya untuk kembali memeriksa pasien.


"Jadi pak Dokter, saran saya jika anda ingin kembali menjalin kasih dengan Rena alangkah baiknya anda bersilaturahmi dengan Rehan suaminya Zahra, ya itung-itung reuni mantan yang pernah tersakiti oleh keluarga Wijaya tolong sekalian minuman saya bayarin ya Dok, hehehhe.... Becanda Dok," ucap Mia sambil nyengir dan berlalu begitu saja tanpa mempedulikan raut wajah Nathan sama sekali.


"Sepertinya itu bukan ide yang buruk untuk aku bertemu dengan suaminya Zahra, sekalian aku mau bilang akan mempersunting Rena," gumam Nathan.

__ADS_1


***


"Okaeri..." seru Rina menyapa menggunakan bahasa jepang ketika melihat ayahnya baru pulang.


"Eh... Tadaima," ucap Rehan terbata-bata karena terkejut dengan sambutan yang dilakukan putrinya tersebut, apa Rina sedang belajar bahasa jepang? Padahal dia kan baru sekolah PAUD tidak mungkin ada bahasa jepangnya, begitulah kira-kira raut wajah Rehan saat ini.


"Silahkan masuk Abi, mau minum teh apa kopi?" tanya Rina layaknya seorang pramusaji sebuah kedai.


"Teh aja dech, tapi Abi heran tumben-tumbenan nich Rina nyambutnya dengan cara ala pegawai restoran seperti di negerinya Keiko Chan, dalam rangka apa nich?" timpal Rehan.


"Ah soal itu tadi dia baru habis nonton anime yang temanya maid," seru Zahra yang baru saja muncul dari arah dapur.


"Ayo kita makan bersama dulu, Rina tolong panggilin Umi Kinan untuk makan bareng," seru Zahra menyuruh Rina untuk memanggil neneknya itu, dan tanpa disuruh dua kali Rina pun bergegas berlari ke rumah sebelah dimana neneknya berada.


"Ya alhamdulillah aman terkendali, barusan Abi dari ngirim kerupuk ke sekitaran kecamatan," jawab Rehan.


"Abi mulai nganter kerupuk juga? Bukankah bagian pengiriman itu udah ada anaknya pak Rt sama mang Azis? Jangan terlalu cape Abi, belum lagi kan harus tetap stay di ruko untuk memperbaiki alat-alat elektronik," ucap Zahra yang mengkhawatirkan kesehatan suaminya.


"Tenang aja, Abi cuma nganterin pesanan yang disekitaran ruko kita doang kok, kan sekalian berangkat," timpal Rehan.


"Abi..... Umi.... Umi Kinan mah udah makan katanya, silahkan aja di lanjut katanya," seru Rina yang datang setengah berlari.

__ADS_1


"Emang sedang apa Umi Kinan?" tanya Zahra.


"Itu sedang ngegoreng rengginang pesanan tetangga," timpal Rina yang lansung duduk di kursi.


"Baiklah kalau begitu, ayo kita makan Abi udah laper nich, karena sekarang hari senin dan sesuai jadwal jadi yang pimpin doa adalah Rina ya" ucap Rehan sambil melirik ke arah putrinya itu, lalu Rina pun mulai membacakan doa niat sebelum makan.


"Sayang, kemarin ada mantannya Rena datang ke rumahnya Bi Ijah," ucap Zahra memberitahu pada suaminya, setelah mereka selesai makan bersama dan kini sedang duduk di teras rumah, sementara Rina sudah bermain sepeda bersama teman sebayanya di lapangan dekat posyandu.


"Mantan? maksudmu si Niko itu?" tanya Rehan memastikan pertanyaan istrinya itu, karena dia juga tau bukankah Niko itu telah tiada setelah insiden dirinya dengan bos Yakuza.


"Bukan Niko, tapi ini mah mantan pacar pertamanya yang waktu kuliah di fakultas kejuruan AKPER tapi disana dia hanya tiga semester, karena setelah putus dari Rena dia pindah ke luar negeri dan sekarang dia katanya hendak mempersunting Rena" terang Zahra, lalu dia pun menceritakan siapa itu Jonathan.


"Ouh.. Kalau memang dia masih cinta itu lebih baik, mungkin dengan dia mempersunting Rena semoga saja bisa menghapus rasa trauma yang pernah dialami Rena," ucap Rehan dengan tatapan seperti ada rasa bahagia sekaligus berat hati secara bersamaan.


"Tapi apakah Abi tidak apa-apa?" tanya Zahra penuh selidik.


"Maksudnya?" tanya balik Rehan.


"Iya, apa Abi tidak apa-apa bila orang yang Abi cintai menikah dengan orang lain, maksud Umi bila Abi masih cinta dengan Rena, aku rela kok berbagi cinta dengannya," ucap Zahra sambil mengulas senyum di wajah cantiknya.


"Abi tidak apa-apa kok, bahkan Abi senang bukankah cinta itu tidak harus saling memiliki? Tapi sekarang Abi sudah menganggapnya saudari sendiri, karena bagaimanapun juga Bi Ijah yang telah dianggap olehnya sebagai keluarganya masih keponakan jauh dari kakek Abi, lagi pula Abi sudah punya Umi, meski Umi bukan cinta pertama Abi tapi Aku berharap Umi adalah cinta Abi satu untuk selamanya sampai maut memisahkan kita, dan semoga kelaj kita di persatukan kembali di surga-Nya Allah Sang Pencipta Alam Semesta ini," ucap tegas Rehan.

__ADS_1


"Aamiin.... Makasih Abi," timpal Zahra yang langsung menyenderkan kepalanya dipundak suaminya itu dan tangan Rehan pun mengusap kepala istrinya yang selalu menggunakan hijab itu, dalam hati Zahra sangat bersyukur dia telah berjodoh dengan pemuda tangguh yang penuh tanggung jawab itu, meski dia selalu berucap kepada Rehan dia rela berbagi cinta, tapi jauh dalam lubuk hati terdalamnya dia masih belum sanggup untuk dimadu, tapi dia selalu meyakinkan untuk ikhlas diri bila yang madunya adalah sahabatnya sendiri, tapi ternyata suaminya sudah mengikhlaskan cinta masalalunya itu membuat Zahra bahagia tidak terkira.


__ADS_2