Asa Di Ujung Lembayung

Asa Di Ujung Lembayung
Diskusi Antar Saudara


__ADS_3

"Jika mudah saja bagi Allah untuk menciptakan surga dan nereka, matahari dan bulan, langit dan bumi juga segala isinya, maka tidak mustahil bagi-Nya untuk mengubah nasib seorang Hamba-Nya"


--- Anonim---


~


Hampir beberapa menit Keysa terus terdiam di area parkir, pikirannya mulai menerawang kemana-mana, dalam benaknya apa mungkin Rehan mengetahui nasib yang menimpa adiknya itu, rasa penasaran mulai muncul dalam dirinya, dan dia berencana ingin memastikan sesuatu.


"Hmmz... Mungkin lain waktu aku harus berkunjung ke rumahnya lagi," gumam Keysa dan diapun tersadar karena suara handphonenya berdering.


"Hallo, ada apa sich? ini kakak sudah ada di parkiran Mall kok, kak Rudy sudah datang? baiklah Kakak segera kesana," ucap Keysa, lalu menyimpan kembali ponsel kedalam tas hermesnya.


Memang dalam beberapa tahun ini keluarga Wijaya tengah mengalami kemunduran, dimana satu persatu rumah sakit dan universitas yang mereka selalu dibangga-banggakan kini mulai beralih tangan, karena keadaan krisis yang melanda empat tahun yang lalu dan gagalnya mega proyek yang mereka rencanakan bersama keluarga Bramono, yang kini bahkan hubungan kedua keluarga tersebut mulai retak setelah mengetahaui apa yang terjadi pada Rena dan Niko.


Menurut kabar, Keluarga Bramonopun sekarang dalam jurang kehancuran karena telah merugi terlalu banyak, selain akibat kecerobohan Niko, ternyata saudara yaitu Nicky juga gagal dalam menjalankan proyek-proyek yang ditanganinya, dan telah mangkrak cukup lama tanpa diketahui oleh ayahnya, bahkan sebelum kejadian hancurnya pernikahan Rena dan saudaranya itu.


serangkaian kejadian tersebut membuat Pak Bramono depresi hingga membuatnya stroke dan terbaring di rumah sakit sejak enam bulan yang lalu, bahkan harta dan surat berharganya pun sekarang sudah dikuasai oleh putranya, yang sekarang tidak peduli lagi pada dirinya lagi, karena lebih memilih tinggal dengan istrinya di negara tirai bambu.


Keadaan keluarga Wijaya pun mengalami hal sama meski tidak separah keluarga Bramono, Apalagi sekarang entah dari mana muncul anak kandung dari orang tua angkatnya Pak Wijaya, yang berusaha untuk menggugat hak warisnya terhadap ayah mereka.


"Kak Keysa sebelah sini," seru adiknya itu yang tengah duduk disebuah restoran cepat saji lainnya.


"Mana Kak Rudy?" tanya Keysa setelah mendekati meja tersebut.

__ADS_1


"Kak Rudy pulang dulu, mengantarkan istrinya yang katanya cape habis keliling mall," Ucap Adiknya itu.


"Cih, dasar tidak berguna, bukankah dia sendiri yang menginginkan pertemuan ini, aku jauh-jauh datang kemari tapi malah dia yang tidak on time," gerutu Keysa.


"Daniel segera telpon kakakmu itu," ucapnya lagi dan menyuruh adiknya yang bernama Daniel itu, menelpon kakak tertua mereka.


"Tsk... Kakakmu, kakak loe juga keles," gerutu Daniel dalam hati, sambil mencoba menghubungi Rudy.


"Hallo kak, masih dimana? Kak Keysa sudah ada disini-," ucap Daniel dan telponnya langsung direbut oleh Keysa.


"Hey Udil dimana loe, buruan kesini, kalau loe gak datang dalam 10 menit gue bakal pulang lagi ke singapura," ucapnya serius dan langsung menutup telpon, lalu melempar sembarangan ke arah Daniel, membuat siempunya gelagapan menangkap ponsel tersebut.


"Huft... Hey Kak hati-hati dong, main lempar aja, ini tuh ponsel keluaran terbaru," ucap Daniel protes pada Kakaknya, tapi langsung terbungkam melihat tatapan dingin dari Keysa, memang dari keempat saudara itu Keysa adalah orang yang paling mendominasi sejak kecil, meski dia hanya anak kedua.


"Jadi bagaimana rencana kita selanjutnya dalam menangani perusahaan kita ini?" tanya Rudy meski dia baru saja datang dan langsung membicarakan inti masalahnya.


"Iya aku tidak ingin bernasib seperti keluarga Bramono yang tidak tau diri itu, yang mengalami kehancuran finansial, andai dulu kita tidak bekerjasama dengan mereka mungkin perusahaan kita akan tetap seperti dulu, bahkan mungkin akan berkembang lebih pesat,"


"Tapi sekarang universitas dan rumah sakit yang berada dalam Perseroan kita satu persatu , kini telah diambil alih oleh pemerintah dan pihak swasta lainnya, ini sungguh sangat menjengkelkan," ucap Daniel yang dulunya pernah menjabat sebagai Dekan disalah satu Universitas milik keluarganya tersebut, namun kini dirinya tidak lagi menjabat, karena Universitas itu sudah ganti ke pengurusan, akibat penjualan saham oleh ayahnya untuk menutupi kerugian mereka.


"Maka dari itu aku mengumpulkan kalian untuk mendiskusikan hal yang rumit ini, dan lagi masalah keluarga kita dengan anak kandung dari Kakek kita, yang menggugat hak warisnya terhadap ayah kita, argh... Memikirkannya saja membuatku hampir gila," ucap Rudy sambil mengacak-acak rambutnya sendiri.


"Tsk, sepertinya kaliam khawatir akan jatuh miskin kan?" ucap Keysa dengan tatapan acuh.

__ADS_1


"Tidak seperti saat adik kalian hilang bahkan hingga saat ini masih belum jelas keberadaannya, kalian berdua tidak secemas sekarang, apa sebegitu tidak berharganya Rena dimata kalian," ucap Keysa yang langsung membuat dua bersaudara itu terdiam tanpa bisa membantah sedkitpun.


"Dan asal kalian ingat, siapa yang bersikeras untuk menjalin kerjasama dengan keluarga Bramono? heh bukankah kalian? bahkan kalian dengan begitu gampangnya mengorbankan adik kalian sendiri untuk melakukan perjodohan yang hanya didasari oleh suatu bisnis belaka, padahal jelas-jelas dia tidak menginginkan perjodohan tersebut, tapi Papa dan kalian begitu sangat memaksanya,"


"Seharusnya kalian merenungkan, mungkin keadaan ini akibat dari keegoisan kita sendiri, yang telah semena-mena terhadap adik kita, padahal sebagai seorang Kakak seharusnya kita melindunginya, tapi sekarang apa? kalian disini hanya mencemaskan harta semata,"


"Aku tidak akan menyalahkan kalian yang terlanjur selalu dalam zona nyaman, dan merasa panik akibat krisis keuangan keluarga kita semakin jatuh, tidak seperti aku yang sudah tidak terlalu mengandalkan kekayaan keluarga, jadi aku tidak terlalu khawatir karena aku sekarang memiliki klinik kecantikan hasil usahaku sendiri, dan suamiku juga masih bisa mencukupi kehidupan kami bertiga,"


"Beda seperti kalian, yang selalu mengandalkan harta Papa sampai saat ini-," ucap Keysa yang begitu menohok pada kedua saudaranya itu.


"Stop Keysa, jangan terlalu menyalahkan kami sedemikian rupa, asal kau tau kami ini adalah anak laki-laki, jadi wajar selama ini kami selalu mengelola perusahaan milik Papa, karena itu tanggung jawab yang diberikan Papa pada kami, dan soal Rena, kita sudah berusaha selama setahun, tapi apa? tidak ada hasil sama sekali, jadi ikhlaskan saja, mungkin dia telah tiada, bukankah kau bilang Niko telah menyinggung Bos Yakuza disana, asal kau tau bila sudah berurusan dengan genk tersebut akan sulit mencari keberadaan mereka berdua," timpal Rudy yang tidak mau disalahkan sepenuhnya oleh adiknya itu.


"Ouh... Begitu ya, karena kalian anak laki-laki ya? lantas kenapa kalian memanggilku kemari untuk mendiskusikan hal tersebut? bukankah kalian seorang laki-laki, jadi kenapa tidak selesaikan saja masalah ini oleh kalian berdua," seru Keysa sambil beranjak berdiri dari kursinya.


"Kakak....Tunggu kak Keysa, Daniel mohon tolonglah kami ini, demi kebaikan Papa juga, Papa juga sekarang tengah terpukul akan masalah ini, jadi mohon bantulah kami," ucap Daniel yang memegang kakak perempuannya tersebut, memang sudah hampir enam bulan lebih Pak Wijaya kesehatannya semakin memburuk selain faktor usia, mungkin juga faktor hal lainnya yang membuatnya terkadang jatuh sakit secara tiba-tiba.


"Baiklah aku akan memberi saran saja, pertama masalah gugatan hak waris dari anak kandung dari ayah angkat Papa, bilang pada papa serahkan saja, toh dia hanya menggugat rumah sakit itu saja kan?"


"Rumah sakit itu memang seharusnya milik orang itu, tapi karena dia telah menghilang sejak kecil jadi kakek memberikannya pada Papa, yang mungkin itu hanya untuk sementara, lagipula bukankah masih ada rumah sakit sahamnya atas nama Papa, jadi kembangkan saja itu oleh kalian, itung-itung kalian berusaha dari awal lagi,"


"Yang kedua, bila hal buruk terjadi dengan perusahaan keluarga, bukankah kalian orang yang sudah Papa sekolahkan tinggi, dan kau Daniel kau adalah seorang Dekan sekaligus Dosen, jadi carilah pekerjaan yang sesuai dengan keahlianmu, misalnya menjadi tenaga pengajar,"


"Lalu kau Ubil, kau adalah anak tertua jadi seharusnya kaulah yang lebih pandai dan bijak dalam mengambil keputusan dari semua saudaramu, jangan tumpul hanya karena kau telah lama bergelimang harta, lagipula kau itu seorang dokter, jadi pertahankanlah dan kembangkanlah rumah sakit yang masih atas nama Papa tersebut, aku permisi dulu, karena malam ini akan ada pasien tetapku yang akan melakukan perawatan," ucap Keysa yang mulai melangkah pergi.

__ADS_1


Kedua Kakak beradik itu tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena apa yang dikatakan saudarinya semua hampir benar adanya, akankah mereka melakukan saran dari saudarinya itu?


__ADS_2