Asa Di Ujung Lembayung

Asa Di Ujung Lembayung
Aktivitas Awal Pekan


__ADS_3

"Assalamualaikum... Kak Rehan, selamat pagi, maaf kami agak telat soalnya bantuin ibu dulu," seru Siti dan Jamilah berbarengan, mereka baru saja datang karena membantu sebentar ibunya memetik hasil panen di ladang yang nantinya akan dijual ke tengkulak sayur.


"Waalaikumsalam... Pagi juga, tidak apa-apa masih sepi juga kok, kalian udah sarapan belum?" timpal Rehan yang sedang sibuk membongkar bagian kamera lantas mendiagnosis masalah pada alat yang berfungsi sebagai pengabadian moment tersebut.


"Udah Kak, tadi disediakan nasi goreng oleh ibu sebelum berangkat," ucap Jamilah.


"Permisi, ada kabel casan gak teh?" seru seorang pembeli, membuat percakapan mereka terhenti.


"Ada mau yang warna apa silahkan bisa dipilih sendiri," ucap Jamilah sambil menyodorkan toples berisi berbagai warna kabel casan.


"Ini aja teh, berapa harganya?" tanya pembeli.


"15rebu saja, sekalian isi pulsanya gak?" seru Jamilah memastikan.


"Nanti saja lagi," timpal si pembeli sambil menyerahkan uang pecahan lima ribuan, satu jam kemudian roku tersebut semakin ramai pengunjung, selain untuk membeli voucher pulsa ada juga membeli alat-alat elektronik lainnya dan juga hanya sekedar membeli cemilan ataupun rokok.


Memang selain menjadi bengkel dan juga tempat pembelian bermacam-macam aksesoris elektronik, disana juga tersedia berbagai jajanan dan mesin fotocopi, membuat ruko tersebut semakin lengkap, itu juga yang membuat Rehan kadang kewalahan apabila hari-hari biasa, itulah alasan Zahra mengusulkan suaminya untuk merekerut pegawai tetap agar dia tidak kelelahan.


Sementara Zahra setelah melayani dua pasien yang datang ke rumahnya, kini berada di dapur, tengah memasak untuk bekal makan siang suaminya dan akan diantarkannya sebentar lagi, karena dia baru ingat bahwa Rehan tidak akan lama berada di ruko sebab ada urusan lain yang harus dia tangani.

__ADS_1


"Umii.... Ponselnya bunyi, ada panggilan masuk," teriak Rina yang baru saja masuk ke rumah sehabis bosan bermain dengan neneknya, membuat Zahra sedikit terkejut.


"Sayang bisa minta tolong bawain ponselnya kemari, Umi naggung lagi goreng tempe," seru Zahra menimpali teriakkan putrinya, lalu Rina pun berlari kecil sambil membawa ponsel yang masih berdering tersebut.


"Hallo, Assalamualaikum... Ada apa Len? tumben banget nelpon, kirain udah lupa sama aku semenjak menikah dengan bapak letnan," ucap Zahra mengangkat telpon, yang ternyata adalah salah teman dekatnya, yang memang hampir satu tahun lebih tidak pernah ada kabar.


"Waalaikumsalam, hehee... Maaf flend soalnya satu tahun ini sibuk, ini kita mau liburan ke daerah kamu yang lagi rame itu," jawab Lena sambil nyengir karena tidak enak hati baru saling tegur sapa lagi.


"Ouh... Kirain karena alasan lain, bareng suami kalian juga ya?" tanya Zahra.


"Nggak, kami cuma bertiga doang sama anak-anaknya, Audy dan Mia karena suami kami pada sibuk dan gak dapat jatah libur, " ucap Lena, sambil terus fokus menyetir mobil, sementara Audy dan Mia hanya sesekali menyaut menanyakan kabar.


"Ya gak seru dong, udah mau arah taman buah, udah dulu ya, sharelock lokasimu ya, nanti kalau udah dapat izin kan tinggal langsung berangkat," ucap Lena lalu mengakhiri panggilannya, dan Zahra kembali melanjutkan masaknya.


"Akhirnya beres juga, tinggal dianterin ke ruko," gumam Zahra setelah selesai beres menaruh semua bekal di kotak makan.


"Sayang, mau ikut ke ruko gak?" tanya Zahra pada Rina yang tengah rebahan sambil menonton acara kesukaannya yaitu kartun yang selalu menanyakan peta.


"Lama gak disananya Umi?" tanya balik Rina yang masih tidak beranjak dari rebahannya.

__ADS_1


"Cuman mau nganterin bekal doang sich, terus langsung balik lagi ke rumah," seru Zahra sambil membawa bekal makan di tangan kanannya.


"Kalau gitu nggak ikut dech, lagi seru nich soalnya," timpal Rina yang memang agak cape juga kekenyangan sehabis membantu neneknya tadi, setelah mendengar jawaban putri kecilnya, Zahra pun pamit untuk mengantar bekal.


Dan hanya membutuhkan kurang dari 15 menit untuk Zahra sampai di ruko, dan untungnya dia masih sempat karena begitu sampai di depan ruko, terlihat Rehan tengah menghidupkan motornya untuk meninggalkan tempat kerjanya tersebut.


"Abii... Bekal makan siangnya nich," seru Zahra yang langsung menghampiri Rehan, pemandangan tersebut membuat pengunjung yang tengah membeli sesuatu di rukonya merasa kagum dengan ke harmonisan keluarga itu.


"Terimakasih Umi," timpal Rehan.


"Abi, Umi mau izin, karena teman-teman Umi mau liburan ke wisata gunung batu, mereka mengajak Umi menemaninya ke sana," ucap Zahra setelah menyerahkan bekal makan pada suaminya.


"Emang siapa saja yang hendak berlibur ke sana?" tanyanya kemudian.


"Lena, Mia sama Audy juga anak-anak mereka," jawab Zahra.


"Suami mereka tidak pada ikut?"


"Nggak, katanya kebagian lembur,"

__ADS_1


"Hmmz... Boleh dech, tapi ajak Rina juga ya kasian dia nanti di rumah sendirian kalau gak di ajak, soalnya kemungkinan Abi bakal pulang agak sore untuk mengurus peralatan produksi yang katanya bakal datang sekitar jam dua siang, kalau begitu Abi berangkat dulu, Assalamualaikum.." ucap Rehan, memberi izin pada istrinya, setelah memasukkan bekal makan ke ranselnya, diapun berangkat ke kampung Tegal Bungur tapi sebelum itu Rehan akan mampir ke Kantor kecamatan untuk mengambil sertifikat SIUP yang sudah dia ajukan dua hari yang lalu.


__ADS_2