
"Eh apa suami kalian gak nanyain kita mau kemana?" tanya Audy setelah mereka keluar dari komplek perumahan tempat tinggal mereka saat ini.
"Iya sich sempat nanyain, ya gue bilang aja mau ajak liburan anak gue ke tempatnya Zahra, secara kita akan jalannya sambil ngasuh, meski suami gue sempet mau ikut belain kagak jadi masuk kerja hari ini, tapi gue larang dengan alasan minggu kemarin kan kita udah liburan bareng mereka," ucap Mia.
"Gue sich jawab jujur mau ke temu teman lama yang lagi ke susahan dan gue ceritain semua padanya dengan syarat dia jangan terlalu banyak nanya, itu saja sich," timpal Lena dengan santai sambil terus menyetir.
"Loe sich enak, suami loe gak bakal kepo terlalu jauh, secara dia kan tidak pernah bertemu Rena dan tidak satu kampus dengan kita, lah kalau suami gue sama Mia kan dia tau tentang persahabatan kita semua, jadi gue takut bila nantinya dia pengen ikut juga, kan repot" ucap Audy sambil membuka cemilan yang dia terima dari anaknya dan setelah terbuka dia menyerahkan kembali pada anak semata wayangnya yang sekarang sudah memasuki kelas satu di sekolah dasar bersamaan dengan anaknya Mia.
Selama perjalanan mereka tidak menyadari ada satu mobil yang terus mengikuti mereka dari belakang dan di dalam mobil tersebut tidak lain adalah Nathan, setelah dia mendengar percakapan tempo hari, dirinya langsung mencari informasi tentang keluarga Wijaya dan alangkah terkejutnya bahwa dia baru mengetahui keluarga tersebut mengalami kemunduran dalam beberapa tahun terakhir, bahkan hampir mengalami ke bangkrutan.
Dia merasa heran dengan percakapan Mia dan Audy waktu itu, tentang Rena yang telah dianggap oleh keluarganya telah tiada, dia pun nekat meminta pak Nakula untuk memberikan alamat rumahny Audy, meski tadinya banyak pertanyaan yang terlontar dari pemilik yayasan tersebut, tapi Nathan berdalih bahwa dia hanya ingin berkunjung sebagai teman semasa kuliah dulu.
Dan sejak jam setengah enam pagi dia menunggui Audy dekat rumahnya, karena ternyata rumah tempat tinggal Audy dan Mia yang sekarang, satu complek dengan dirinya yang mana hanya terpisah blok saja.
"Mau kemana mereka? kalau tidak salah bukankah ini jalan menuju puncak? apa mereka akan berlibur bersama Rena? atau Rena sekarang masih tinggal dengan neneknya?" gumam Nathan sambil terus mengemudi dan fokus memperhatikan mobil yang di kendarai oleh Lena itu.
Sementara di rumahnya Zahra terlihat mereka sedang bercengkrama sehabis olahraga pagi bersama di halaman rumah, "Umi sehabis ini Abi mau berangkat tuk mengecek stok bahan di pabrik krupuk dulu takut stoknya kurang buat seminggu ke depan, soalnya sekarang permintaan produksi tengah meningkat," ucap Rehan, lalu dia beranjak pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan yang penuh keringat.
"Alhamdulillah.... Kalau produksi kita meningkat mah itu kabar yang baik, nanti Aku sama Rina juga akan nyusul ke sana, soalnya teman-teman semalam menelpon Umi, katanya mau datang untuk menengok Rena, sekalian liburan disana katnya," timpal Zahra dan dia juga sekalian izin pada suaminya itu.
__ADS_1
"Ouh... Baguslah kalau begitu, biar Rena tidak merasa kesepian karena teman-temannya masih peduli, tapi apa suami-suami mereka masih belum dikasih tau soal ke beradaan dirinya?" ucap Rehan.
"Belum kayaknya, mereka bilang belum waktunya bagi suami-suami mereka tau, karena takut Rena masih belum nyaman bertemu dengan orang yang tau tentang dirinya, apalagi suami Mia sama Audy kan senior kami di kampus dulunya," ucap Zahra menjelaskan tentang alasan teman-temannya yang masih menyembunyikan keberadaan Rena bahkan dari suami mereka sendiri.
"Hmmz... Alasan yang cukup masuk akal, eh ngomong-ngomong Umi nanti ke kampung Tegal Bungurnta dijemput oleh mereka atau gimana?" tanya Rehan kembali.
"Kayaknya mereka bakal langsung ke sana dech, jadi ketika mereka sudah dekat dengan lokasi bakal nelpon Umi, mungkin Umi dan Rina bakal bawa motor matic," timpal Zahra.
"Ouh... Begitu ya, Baiklah Abi bakal bawa motor super Cub aja dech, itung-itung ngejajal mesinnya," ucap Rehan sambil ngeloyor masuk ke kamar mandi.
~
"Hmmz.... Mau kemana sebenarnya mereka, jalur ini sepertinya tidak mengarah ke rumah neneknya Rena, apa mereka hanya akan jalan-jalan saja? atau mereka sudah tau bahwa aku telah membuntuti mereka?" gumam Nathan yang mulai cemas, karena takut ketahuan bahwa dia mengikuti rombongan Audy dan kedua temannya.
Namun setelah sampai di kampung Tegal Bungur, Lena yang bertugas mengemudi mobil tersebut mulai agak curiga dan secara mendadak menginjak rem, membuat anak-anak Audy dan juga Mia menjerit karena kaget.
"Lenaaaa..... Ngapain sich loe? apa loe menabrak kucing atau gimana," seru Audy yang juga tidak kalah kaget seperti anaknya.
"Hehehee.... Sorry" timpal Lena sambil nyengir seperti tanpa merasa berdosa sama sekali, sementara di belakang mereka mobil yang mengikutinya pun mendadak berhenti juga, membuat kecurigaan Lena bertambah kuat.
__ADS_1
"Loe pada sadar gak? tuch mobil seperti mengikuti kita dari tadi, bahkan gue curiga mungkin dia sudah mengikuti kita dari semenjak keluar perumahan dech," ucap Lena sambil menengok ke belakang dan beberapa detik kemudian dia langsung turun.
"Eh Loe mau ngapain Lena?" seru panik Mia, yang melihat temannnya itu langsung turun untuk menghampir mobil yang mengikuti mereka, tapi Lena tidak menggubris perkataan dari temannya itu.
"Braakk"
"Heh... Siapa loe? turun sekarang juga?" seru galak Lena sambil menggebrak kap mobil tersebut.
"Huh... Galaknya masih sama saja kayak dulu nich cewek, gak pernah berubah, gue penasaran lelaki mana yang berhasil nundukin singa betina ini," gumam Nathan yang cukup terkejut dengan kelakuan temannya Rena tersebut, meski dia sudah tau perangai Lena dari dulu, karena dia lah yang pernah melabraknya ketika dia memutuskan hubungannya dengan Rena dulu.
"Hey Lena Aprilia... Selamat pagi menjelang siang," ucap Nathan sambil tersenyum menyapa perempuan yang mempunyai gelar sabuk hitam di dojo tempat dia berlatih.
"Kamu? Bukankah kamu itu orang yang pernah menyakiti Rena? Ngapain kamu disini? Bukankah dulu kamu udah pindah dari negeri ini?" seru Lena yang terkejut melihat sosok yang berada di mobil tersebut, dia pun menghadiahi banyak pertanyaan pada Nathan.
Mia dan Audy yang mendengar perkataan tersebut, langsung turun untuk memastikan apa yang dilihat oleh temannya itu, "Jonathan, bagaimana kau tau tentang kami yang akan pergi ke sini, apa kau menguping pembicaraan kami?" tanya Audy.
"Maafkan aku atas sikapku ini, tapi aku sungguh ingin bertemu dengan Rena, setelah apa yang aku tak sengaja dengar dari apa kalian bicarakan waktu di parkiran tempo hari," timpal Nathan sambil keluar dari mobil.
"Eh bukannya ini teman-temannya Rena? Kok pada ngobrol di jalan sich, ayo kita mampir ke rumah?" ucap seseorang dari arah belakang membuat semuanya menoleh dan menghentikan introgasi terhadap Nathan, ternyata itu adalah Bi Ijah yang baru saja pulang dari pasar, di belakangnnya terlihat Rena juga ada sambil membawa keranjang yang penuh dengan belanjaan.
__ADS_1
"Rena?" Seru Nathan setelah melihat mantan cinta pertamanya itu.
"Nathan?" timpal Rena yang juga terkejut dengan orang yang tengah berdiri di antara teman-temannya itu.