Asa Di Ujung Lembayung

Asa Di Ujung Lembayung
Sang Lembayung Kembali Tertutup Awan Hitam


__ADS_3

"Papiii...." Teriak Amira yang melihat ayahnya tidak sadarkan diri dengan banyaknya darah yang menutupi seluruh wajahnya.


"Cih... Anak itu masih sadar, cepat kembali, kita tabrak anak kecil itu untuk menghilangkan saksi mata," perintah Sella yang tidak menyangka mempunyai sifat psikopat berdarah dingin dalam dirinya.


Meski hendak menolak perintah dari anak majikannya itu, tapi pada akhirnya dia tidak bisa menolak kemauan egois dari Sella tersebut, tapi itu adalah kesalahan terbesar mereka, karena ketika mobil kembali seorang sekuriti komplek lewat untuj patroli keliling melihat Amira menangis dan Nathan yang sudah tidak sadarkan diri tergeletak di jalan dengan bersimbah darah.


"Astagfirullah.... Ada apa ini," seru kaget si sekuriti dan langsung menghampiri tempat kejadian.


"Kampret satu melapor, ada warga yang kecelakaan di area kavling kosong, dan dugaan sementara seperti akibat tabrak lari..... Ganti," ucap si sekuriti melapor pada sekuriti lainnya melalui HT.


"Tenang dek, tenang Jangan menangis ya, kita tunggu bantuan untuk mengangakat tubuh ayahmu," ucapnya mencoba menenangkan Amira yang malah semakin kencang menangisnya.


"Non ada sekuriti komplek, bagaimana ini?" Tanya si supir pada Sella.


"Tabrak saja dua-duanya, cepaat.." Perintah Sella tanpa ragu.


"Awaasss," seru sekuriti yang melihat mobil mengarah pada mereka.

__ADS_1


BUKKK


BRAAKKK


"Arrgh... Woi supir gila," teriak si sekuriti yang loncat menghindar ke samping hingga membuatnya berguling-guling diatas trotoar.


"Astagfirullah..." ucapnya kaget yang melihat Amira terpental jauh, karena saking panik untuk menghindar dari pengendara gila itu, dia lupa ada anak kecil bersaman dan naasnya Amira terkena tabrak lari tersebut.


Setelah tidak berhasil menabrak keduanya dan hanya Amira yang terkena mobil mereka, Sella pun memerintakan untuk segera pergi dari tempat kejadian perkara, meski masih merasakan nyeri disekujur tubuhnya si sekuriti langsung menghidupkan motor bebeknya untuk mengejar si pelaku tersebut.


"Tutup.... Tutup... Gerbangnya," seru si sekuriti pada temannya yang bertugas menjaga pos pintu masuk.


BRAAKKK


Dan akhirnya mobil yang ditumpangi Sella itu berhenti karena menabrak pembatas jalan yang tingginya kurang dari satu meter berjejer tersebut yang memang dipasang ditengah-tengah jalan pintu masuk untuk membagi jalan menjadi dua jalur.


"Turunn.... Cepat turun..." Teriak kesal sekuriti memukul pintu mobil yang hendak mencelakakan mereka dan menyuruhnya untuk turun.

__ADS_1


Pada hari itu semua penghuni perumahan tersebut gegar dengan peristiwa tabrak lari yang terjadi pada Nathan dan Amira, bahkan menurut dugaan sekuriti komplek sepertinya dua pelaku yang sudah diamankan oleh pihak aparat di polsek terdekat itu memang berniat mencelakai Ayah dan anak tersebut.


"Lepaaassskan saya, apa kalian tidak tau siapa saya," teriak Sella yang tidak terima dimasukan ke dalam jeruji besi, ya keduanya memang sekarang tengah diamankan untuk diproses lebih lanjut mengenai perbuatan yang dilakukan oleh Sella dan juga supirnya.


Sementara Nathan dan Amira hari itu juga langsung dibawa ke rumaha sakit untuk segera melakukan perawatan secara intens.


Dan pada malam harinya Rena datang bersama Rehan, dan Zahra beserta Rina, sepanjang jalan Rena terus saja menangis, seakan meratapi nasibnya yang selalu saja mengalami pilu bahkan ketika waktu hari kebahagiannya akan di adakan dua minggu lagi, Sang Lembayung kembali tertutup oleh mendungnya awan pekat kesedihan.


"Yang sabar Ren," ucap Lena yang juga baru saja datang bersama suaminya yang seorang prajurit itu.


"Iya Ren kau itu kuat," timpal Mia orang pertama yang memberitahu bahwa calon suaminya itu telah tertimpa musibah.


"Hiks... Hiks... Apakah Tuhan gemar membuatku sedih? Meski aku selalu berusaha untuk tegar dan selalu berusaha belajar menerima diri akan cobaan yang selalu menimpaku ini, tapi aku hanyalah manusia biasa, meski harus terbiasa dengan sebuah takdir, tapi kadang aku selalu mengutuk diri akan hal yang menimpaku ini" ucap Rena penuh sesak tertahan.


"Kalian bilang sabar, sabar, apa kalian tau rela menerima keadaan itu tak semudah kata, Hiks.. Hiks.." Lanjutnya yang menumpahkan segala kesedihan dan kekecewaan pada tuhan sang pemilik takdir, teman-temannya bahkan ibu dan ayahnya Nathan tak bisa berkata-kata lagi mendengar ungkapan kesedihan dari calon menantunya itu.


"Kau boleh kecewa, sedih, lelah dan marah luapkan itu semua, menangislah, menangislah semaumu tak kan ada yang menahanmu, tapi setelah itu berdoalah untuk kesembuhan Nathan dan putrinya, meski kita tak bisa mengubah alur yang sudah digariskan, tapi percayalah pada kekuatan doa, karena itulah yang dibutuhkan oleh mereka saat ini, doa dari orang-orang yang menyayanginya," ucap Zahra sambil merangkul tubuh sahabat baiknya itu.

__ADS_1


Rena menangis sejadi-jadinya, tangisan pilu membuat orang-orang yang melihatnya pun seperti teriris sembilu, mereka pun berkaca-kaca bahkan Audy dan Mia ikut menangis sesenggukan dan mengutuk perbuatan gadis yang menabraknya ternyata adalah gadis yang memaksa Nathan untuk menjadi pacarnya.


__ADS_2