Asa Di Ujung Lembayung

Asa Di Ujung Lembayung
Kunjungan Keysa part 2


__ADS_3

Silahkan duduk Kak Keysa, eh mau minum apa kak?" ucap Rehan ramah mempersilahkan duduk pada Keysa dan langsung menawari minum padanya.


"Hmmz... Lemon tea yang agak kalau ada, hehee becanda, apa aja dech yang penting sehat dan menyegarkan," timpal Keysa setengah bercanda sambil tersenyum manis, ini adalah moment yang cukup jarang bagi seorang wanita karir seperti dirinya yang terkenal


"Jang... Tolong ambilkan minum untuk tamu kita, lemon tea katanya kalau gak ada green tea juga boleh?" seru Rehan pada salah satu pegawainya yang bernama Ujang itu, dan tidak lama kemudian Ujang datang membawa green tea dingin dengan beberapa cemilan seperti kue kering dan lainnya.


"Wahh.... Jadi enak nich, terimakasih Aa," ucap Keysa pada Ujang membuat dirinya tersipu dan wajahnya berubah terlihat seperti udang rebus, karena mendapatkan senyum manis dari perempuan yang begitu cantik dan kayaknya malam ini dia gak bakalan bisa tidur kalau belum ngantuk.


"Tidak disangka ya usahamu semakin berkembang, dan saya dengar lahan pertanianmu pun bertambah kamu sungguh pria hebat Rehan," ucap Keysa lagi setelah menyeruput es teh hijau miliknya.


"Tidak juga, saya hanya terus berusaha untuk selalu membahagiakan keluarga saya sendiri, lahan pertanian yang sekarang juga sebenarnya bukan semua milik saya sebagian milik orang lain dan saya hanya mengelolanya saja," timpal Rehan.


"Hmmz.... Untuk keluarga ya, sungguh sangat terpuji sekali beruntung sekali perempuan yang sekarang menjadi istrimu, sangat disayangkan kami waktu itu dibutakan oleh harkat dan martabat semata, tapi tidak bisa melihat pria yang sangat baik dan penuh tanggung jawab sepertimu, malahan kami malah menghinamu habis-habisan, bila mengingat kejadian tersebut saya sebenarnya sangat malu bertemu denganmu," ucap Keysa tertunduk.


"Tidak apa-apa kak, itu semua sudah berlalu dan mungkin saya sama Rena tidak ditakdirkan untuk bersama," timpal Rehan.

__ADS_1


"Eh, seperti diingatkan saja," seru Rehan agak keras membuat Keysa cukup terkejut.


"Di ingatkan apa?" tanya Keysa penasaran.


"Tadi saya bertemu dengan mantannya Rena yang pernah satu sekolah dengannya, katanya mereka pernah menjalin cinta waktu SMA sampai kuliah, tapi ada hal yang harus membuatnya memutuskan Rena dan setelah itu dia pun pergi keluarga negeri untuk berusaha melupakannya, tapi sekarang dia telah kembali dan berniat mempersunting Rena," ucap Rehan menjelaskan.


"Siapa? kok aku gak pernah tau ya?" timpal Keysa penasaran karena yang dia tau orang yang pernah berani dekat dengan adiknya itu adalah Rehan seorang, tapi dia terkejut ternyata masih ada orang lain, yang bahkan bisa dibilang orang tersebut adalah cinta pertamanya.


"Namanya adalah Dokter Jonathan, mungkin karena kak Keysa waktu dia dipanggil oleh kedua saudara kakak untuk datang rumah waktu itu kakak mungkin sedang tidak ada di rumah, sebab dia sendiri menyangka bahwa Rena hanya memiliki dua saudara laki-laki saja, karena itu ketika saya bilang bahwa dia harus menemui kak Keysa terlebih dulu, dirinya pun cukup terkejut," ucap Rehan.


"Seorang dokter? tunggu dulu, maksudmu dia pernah dipanggil ke rumah oleh kedua saudara saya? hmmzz.... Mungkin saya sudah paham garis besarnya kenapa dia sampai berpisah dengan Rena, sepertinya dia juga mengalami hal yang sama yang pernah kamu alami, hummmz... Mungkin inilah balasan tuhan terhadap keluarga saya yang sekarang yang mengalami kemunduran, ternyata di masalalu kami sering sekali menyakiti perasaan orang lain," ucap Keysa lirih terlihat raut kekecewaan dan menyesal tergambar di wajahnya.


"Saya sich setuju-setuju saja dan bersedia bila dia berniat menemui saya, tapi apa kamu tidak apa-apa dengan itu semua?" jawab Keysa dan balik bertanya pada Rehan.


"Maksud Kak Keysa itu, apa saya merelakan Rena untuk dipersunting oleh Dokter Jonathan kan? timpal Rehan memastikan dan Keysa hanya mengangguk membenarkan maksud pertanyaan dia sebelumnya.

__ADS_1


"Asal Kak Keysa tau, sekarang hubungan kami lebih dari seorang yang pernah dekat seperti dulu, saya dan istiri saya sudah menganggap dirinya adalah saudara kami sendiri, jadi saya sangat senang apabila ada orang yang benar-benar mencintainya, dan sayapun sudah menekan kan padanya bila dia sampai menyakiti baik secara mental apalagi fisik saya akan kejar dia meskipun dia kabur sampai ke negeri kanguru sekalipun," ucap serius Rehan, reaksi tersebut membuat Keysa tersenyum bangga, dia dapat merasakan bahwa perkataan tersebut bukanlah omong kosong belaka, mungkin kepeduliannya terhadap Rena melebihi dia apalagi kedua saudaranya.


"Baiklah kalau kamu sudah berkata seperti itu, saya akan menemuinya, jadi sekarang dimana dia membuka praktek atau bekerja dimana dia sekarang?" tanya Keysa.


"Dia pernah bilang dirinya bekerja di instalasi yang sama dengan temannya Rena yaitu Mia dan Audy di rumah sakit wilayah ibukota sebelah timur, tapi bila kak Keysa ingin dia bertemu dengannya disini pun bisa kayaknya, saya punya nomer ponselnya," ucap Rehan.


"Tidak usah, aku akan ke tempat kerjanya saja, tapi apakah kau sudah bertemu dengan Rena dan membicarakan bahwa mantannya mempunyai niatan yang serius dengannya?" tanya Keysa kembali.


"Belum, tapi katanya dia sudah bertemu dengan Rena sebelumnya dan memang sudah berbicara dengannya, setelah itu dia baru bertemu dengan saya untuk memberitahukan niatnya itu," jawab Rehan.


"Kalau begitu begini saja, besok aku akan menemuinya sementara kau temui Rena dan berbicaralah padanya," ucap Keysa lalu dia menyesap tehnya kembali sebelum melanjutkan perkataannya.


"Untuk apa? Bukankah berarti Rena juga sudah tau bahwa Jonathan punya niatan untuk mengajaknya serius," ucap Rehan yang merasa aneh kalau dia harus berbicara dengan Rena, sementara Nathan sendiri sudah mengungkapkan niatnya pada adiknya Keysa tersebut.


"Hmmz.... Kau masih belum peka juga ya, beri dukungan moral padanya karena kau tau sendiri dia pernah mengalami kegagalan yang menyakitkan dalam rumah tangganya, aku takut dia akan menutup rapat hatinya, jadi karena kau sudah menganggapnya saudarimu sendiri maka bantulah dia," ucap Keysa menjelaskan maksud perkataannya itu.

__ADS_1


"Hmmz.... Baiklah kalau begitu saya akan menemuinya besok," timpal Rehan.


""Yups.... Karena sudah di tentukan, sekarang aku permisi dulu karena tidak enak meninggalkan mereka terlalu lama, nanti disangka saya tidak bisa pulang akibat nyasar," ucap Keysa sambil tersenyum dan beranjak dari tempat duduknya.


__ADS_2