Asa Di Ujung Lembayung

Asa Di Ujung Lembayung
Menemui Rehan part 2


__ADS_3

Jadi adahal penting apa yang hendak pak Dokter bicarakan sama saya?" tanya Rehan tapi baru saja Nathan hendak menjawab perkataan darinya, Jamilah sudah menghampiri mereka membuat Nathan mengurungkan sejenak.


"Ini A Rehan minumannya," seru Jamilah sambil membuka baki berisi dua gelas minuman.


"Ouh, terimakasih Jam, silahkan di minum dulu Dok," ucap Rehan dan mempersilahkan Nathan untuk minum, sementara Jamilah langsung kembali ke depan setelah menyuguhkan minuman tersebut.


"Iya, terimakasih," timpal Nathan, diapun langsung menyesap teh hijau yang telah disediakan, karena kerongkongannya memang sudah cukup kering akibat tidak minum selama perjalanan dari ibukota ke tempat ini.


Beberapa saat mereka saling diam tak ada perkataan yang terlontar dari kedua pria yang pernah menjadi kekasihnya Rena itu, mereka sedang menikmati setiap sesapan teh hijau yang sudah disuguhkan oleh Jamilah tersebut.


"Baiklah saya akan to the point saja," ucap Nathan setelah meletakan kembali gelas berisi teh hijau tersebut diatas meja.


"Kedatangan saya kemari hanya untuk memberitahu Bang Rehan yaitu saya berniat untuk mempersunting Rena, karena bagaimanapun dia adalah cinta pertama saya meski dulu saya pernah menyakiti perasaannya, dan kedatangan saya kesini untuk meminta izin kepada anda, karena bagaimana pun anda adalah mantan terbaik yang pernah Rena miliki dan saya juga dengar dari Mia bahwa andapun orang yang telah menyelamatkan hidup Rena, karena itu saya meminta izin terlebih dulu kepada anda takutnya masih punya perasaan kepada Rena jadi takutnya saya menyinggung dan jika benar saya akan mundur alon-alon," lanjut Nathan menjelaskan maksud kedatangan menemui dirinya.


"Jangan kau risau oleh hal seperti itu, karena aku ini orang yang sudah beristri, lagi pula sekarang aku sudah menganggap Rena sebagai saudariku sendiri dan sebagai seorang saudara aku akan sangat bahagia melihat Rena yang akan dipersunting oleh seseorang, tapi asal kau tau sebagai saudarapun akan sangat kecewa pada orang tersebut apabila niatnya hanya setengah-setengah, dan bila kau menyakitinya akan saya pastikan saya sendiri yang akan membuat perhitungan dengan anda," ucap Rehan menanggapi perkataan dari Nathan.


"Dan satu lagi apa kau tau statusnya Rena saat ini?" lanjutnya dengan serius bertanya pada Dokter muda tersebut.

__ADS_1


"Saya sangat serius akan niat saya ini dan saya akan berusaha membuatnya bahagia, lalu soal statusnya saya sudah mengetahuinya, lagi pula saya sendiri berstatus seorang duda yang mempunyai seorang putri," timpal Nathan.


"Duda? apakah kau menceraikan istrimu demi mendapatkan Rena kembali?" tanya Rehan yang cukup terkejut atas pengakuannya.


"Tidak mungkin saya melakukan hal tercela seperti itu, istri pertama saya sudah meninggal ketika melahirkan putri kami," jawab jujur Nathan, pengakuan tersebut membuat Rehan lega dan diapun percaya akan kesungguhan pria tersebut.


"Hmmz.... Kalau memang niatmu sudah serius aku sarankan Pak Dokter untuk menemui kakaknya Rena, karena bagaimanapun anda harus mendapat izin dari keluarganya Rena, lagi pula dia adalah seorang perempuan bila niat anda ingin mempersuntingnya bagaimanapun juga harus ada wali dipihak keluarganya," ucap Rehan setelah melihat keseriusan Nathan akan niatnya itu.


"Kakaknya Rena? Bukankah mereka tidak mengetahui keberadaan Rena sekarang dan saya dengar bahwa mereka sudah menganggap dirinya telah tiada," seru Nathan terkejut.


"Iya karena ada satu saudaranya yang mengetahui keberadaan Rena di sini yaitu kakak perempuannya yang bernama Keysa, karena dia pernah ke kampung ini sebelumnya dan sempat bertemu dengan saya ketika di ibukota, waktu itu saya memberi perkataan yang cukup menohok padanya, dan saya lupa kakak perempuannya itu adalah wanita yang cerdas, lalu pada minggu berikutnya dia berkunjung ke kampung saya dan tak sengaja dia bertemu dengan Rena bersama dengan mantan ARTnya," ucap Rehan.


"Kalau begitu saya pamit dulu, terimakasih untuk waktunya dan terimakasih karena telah melindungi Rena selama ini juga, Assalamualaikum," lanjut Nathan sambil beranjak dari tempat duduknya dan dia tidak lupa untuk saling bertukar nomer ponsel agar bisa mudah berkomunikasi.


"Waalaikumsalam... Iya sama-sama, semoga niat baik Pak Dokter dipermudah oleh Sang Mahakuasa, Aamiin" timpal Rehan dan dia pun menjabat tangan dokter muda tersebut dan disambut hangat oleh Nathan yang langsung mengamini doa dari pengusaha muda kampung Padasuka itu.


"Arrghh... Gue lupa lagi gak nanya ciri-ciri kakaknya Rena pada Bang Rehan," seru Nathan dibalik kemudi mengumpat diri sendiri setelah dia cukup jauh dari tempat rukonya Rehan.

__ADS_1


"Hmmz... Apa gue tanyakan saja ya pada Rena? Tapi kayaknya untuk sekarang jangan dulu, gue takut menyinggung perasaannya, Ouh... Iya kenapa gue gak tanya sama si Mia atau Audy saja ya, secara kan mereka temanan sudah lama pasti mereka tau tentang kakak perempuannya, jadi sekarang pilih kanan apa kiri ya?" gumam Nathan sambil celingukan ke kanan dan kiri ketika dia berada di pertigaan jalan, lalu pada akhirnya dia memilih untuk kembali ke ibukota, karena memang dari awal dia berniat untuk menemui Rehan.


~~


Sementara disebuah bandara terlihat Keysa tengah mendorong kopernya berjalan diantara penumpang lainnya, dia baru saja turun dari pesawat singapura airlines tujuan ibukota, kali inipun dia tidak bersama suaminya karena tengah mengurus pekerjaan di negara lain.


"Hmmz.... Baru jam setengah enam pagi, sarapan aja dulu dech," gumam Keysa sambil melirik jam tangan lalu di menuju stan penjual makanan cepat saji.


Setelah makan diapun langsung memesan taksi online untuk menuju ke rumahnya, dan disana dia hanya singgah dua jam saja, hanya sekedar menemani papanya sarapan pagi, karena dia sangat ingin cepat-cepat bertemu dengan adik perempuannya.


"Kok... Cuma sebentar Nak? tinggallah lebih lama lagi, tidak kasihan apa kau ini pada papimu yang sudah tua ini," ucap Pak Wijaya yang melihat Putrinya itu seperti tengah terburu-buru.


"Hehehe.... Ada urusan yang sangat penting Pi, jangan lupa jaga kesehatan dan jangan terlalu banyak pikiran," ucap Keysa sambil mencium lengan ayahnya itu lalu dia pun pamit pergi.


"Urusan memangnya?" tanya Pak Wijaya yang penasaran.


"Tenang saja nanti juga Papi dikasih tau sama Keysa bila saatnya, tapi ingat harus benar-benar sembuh dulu ya," serunya sambil melangkah keluar, Keysapun langsung menyalakan mobilnya dan pergi dari kediaman tersebut.

__ADS_1


"Maaf Papi, untuk saat ini Keysa merahasiakan semuanya, karena ini permintaan dari Rena tapi Keysa berjanji akan mencoba meyakinkan dirinya untuk bersedia bertemu dengan Papi kembali," gumam Keysa setelah dia berada di jalan protokol ibukota dan terus melajukan mobilnya dengan cukup kencang.


__ADS_2